Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Rencana rahasia Daigo


__ADS_3

Kedua wajah manusia berbeda jenis yang ada di dalam kamar ini sama-sama merah karena malu, dan seorang lagi malu bercampur emosi. Pagi ini benar-benar menguras tenaga kedua anak manusia ini. Setelah bangun tidur dalam keadaan yang sangat canggung, sekarang pun menjadi bertambah canggung.


Aerith yang tadi pergi mandi, tiba-tiba saja setelah melepas pakaiannya, dia kejatuhan cicak dari atas. Sontak Aerith yang memang geli dengan hewan melata itu lari keluar kamar mandi dan tidak lagi peduli bagaimana kondisinya saat itu.


Sedangkan Ryuzaki yang terkejut mendengar teriakan Aerith pun langsung menengok ke arah pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat melihat penampakan sangat istri yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Ryuzaki yang belum mengontrol dirinya karena semalaman dibuat merinding karena Aerith, sekarang makin merinding melihat tubuh sang istri.


Beberapa kali Aerith dan Ryuzaki sama-sama menekankan dalam batin mereka bahwa ini sah-sah saja karena mereka adalah sepasang suami istri. Namun, tetap saja yang namanya malu masih tetap ada. Padahal saat malam penjebakan itu, Aerith sama sekali tidak malu. Malam itu pun Aerith dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat, sama seperti saat ini.


" Kau itu kenapa, HAH? Pagi-pagi sudah bikin ribut. Dan apa yang kau kenakan tadi saat keluar dari kamar mandi? Kau ingin menggoda ku begitu? " Ryuzaki menyidang sangat istri setelah keduanya sama-sama sudah membersihkan diri. Kini mereka duduk di sofa yang ada di kamar Ryuzaki.


" Ck.... Menggoda apanya? Tadi ada cicak jatuh, jadi tanpa sadar aku langsung keluar saja... Hiiiii... " Aerith bergidik ngeri membayangkan bagaimana bentuk cicak tadi yang jatuh tepat di sampingnya.


" Jangan membuat alasan kau, katakan saja kau menggoda ku. Toh semalam juga dengan beraninya kau tidur di ranjang yang sama dengan ku... " ini dia kesempatan dimana Ryuzaki bisa mengerjai sangat istri.


" Em... Em.... Soal... soal itu,, aku... aku juga tidak tahu... Semalam aku tidur di sofa ini, benar aku tidak bohong... Eh,, di sofa yang itu... " ralat Aerith saking terpojok nya.


" Itu saja kau tidak yakin, sofa mana yang kau tiduri.. Jadi jujur saja jika kau memang berusaha untuk menggoda ku.. " Ryuzaki menyentak kedua alisnya ke atas. Menantang Aerith untuk berkata jujur, padahal dia tahu betul apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


" Bukan... Sungguh aku tidak menggoda mu.. Percayalah pada ku Ryuzaki san. " terlihat Aerith mulai memelas.


Dalam batin Ryuzaki sudah tertawa ngakak melihat bagaimana mimik wajah Aerith yang terlihat seperti kebingungan. Pasalnya Aerith tidak yakin dengan kejadian semalam dimana dia tidur. Bodohnya Aerith tidur seperti kerbau, sehingga tidak sadar saat Ryuzaki memindahkan tubuhnya. Dan lihat sekarang, bagaimana puasnya Ryuzaki karena berhasil mengerjai sang istri.


Sungguh beruntung nasib Aerith, ketika Ryuzaki hendak menyerangnya kembali, pintu kamar Ryuzaki diketuk dari luar oleh maid yang mengabarkan jika sarapan mereka telah siap. Akhirnya Ryuzaki pun melepaskan sang istri, dan dia berjanji akan menciptakan suasana dimana nantinya dia bisa kembali mengerjai Aerith. Bukankah mereka menginap di kediaman Narita selama empat sampai lima hari ke depan. Ryuzaki tersenyum smirk memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti.


Di ruang makan yang ada di kediaman utama Narita, semua anggota keluarga sudah berkumpul dan hanya tinggal Aerith dan Ryuzaki saja yang mereka tunggu untuk memulai sarapan bersama. Aerith langsung menunduk ketika tanpa sengaja matanya bersiborok dengan mata Daigo. Aerith sedikit segan dengan saudara kembar suaminya yang sulung itu. Menurut Aerith, ketika Daigo menatapnya, seperti tengah menelusuri dalam dirinya dan Aerith takut jika Daigo mengetahui siapa dirinya dan masa lalunya.


" Kenapa lama sekali baru turun? " tanya mommy Bulan.


" Sedikit insiden mom.. " jawab Ryuzaki sambil melirik ke arah Aerith yang nampak semakin menunduk dengan semburat merah di pipinya.


" Tidak ada.. Hanya Aerith yang ketakutan karena kejatuhan cicak di kamar mandi.. " Ryuzaki masih dengan santai menjawab, tapi dari ekor matanya melirik Aerith yang mati kutu. Jelas Aerith takut jika Ryuzaki menceritakan kejadian tadi di dalam kamar.


" Benar begitu Aerith? " kini ganti daddy Hoshi bertanya pada Aerith.


" I-iya dad.. " Aerith menjawab tapi masih menunduk.

__ADS_1


Pembicaraan selesai karena para maid sudah menghidangkan masakan di atas meja. Kini saatnya untuk sarapan bersama. Dengan telaten Aerith membantu suaminya mengambilkan lauk dan nasi serta sayur yang ditunjuk oleh Ryuzaki. Hal itu tidak luput dari tatapan tajam mata Daigo. Memang tidak terlihat janggal bagaimana Ryuzaki dan Aerith berinteraksi satu sama lain. Hanya saja, entah kenapa Daigo merasa ada yang aneh dengan kedua orang itu. Namun tidak tahu apa itu yang aneh.


" Kalian ada jadwal sampai jam berapa di kampus? " tanya Daigo setelah semua selesai makan.


" Kenapa? Aku sampai jam 3 dan Aerith sampai jam 1." jawab Ryuzaki menatap si sulung penuh tanda tanya.


" Ikut aku ke suatu acara sore jam lima.. Kaien dan Kyomi tidak bisa menemani karena mereka ada jadwal sendiri. " pinta Daigo.


" Tapi Dai... Kami.. " belum selesai Ryuzaki bicara, langsung saja Daigo potong.


" Ini bukan permintaan Ryuu, tapi sebuah perintah sebagai seorang CEO di Narita Tower dan kau sebagai salah satu staff yang bekerja di luar harus tetap mematuhi perintah.. " Daigo tersenyum smirk. Jika sudah membawa-bawa jabatannya di perusahaan, sudah pasti Ryuzaki tidak akan bisa menolak.


Dalam hati Ryuzaki berpikir apa yang sedang coba dilakukan oleh Daigo ini. Bukan dia tidak tahu bahwa Daigo sedang mengawasinya dan Aerith karena mencurigai hubungan mereka yang terkesan sangat mendadak. Jadi sebisa mungkin Ryuzaki harus benar-benar membuat sandiwara yang epic agar Daigo tidak sampai mencurigai apa yang tengah terjadi diantara dirinya dan Aerith.


" Ck... Apa yang sedang kau rencanakan Dai? " batin Ryuzaki menatap Daigo yang duduk di depannya.


" Kita lihat sampai dimana kalian bisa tetap bersandiwara di depan ku. Berani-beraninya kalian membuat sebuah sandiwara dan menipu daddy serta mommy. Lihat bagaimana aku menghukum. kalian berdua. " batin Daigo.

__ADS_1


Entah apa yang akan Daigo lakukan, tapi yang jelas sesuatu itu akan membuat kedua orang ini akan jera atau justru membuat kebohongan yang mereka lakukan menjadi kenyataan.


__ADS_2