
Ryuzaki menatap datar televisi yang menyiarkan berita kecelakaan yang menimpa Keito Maximus dan juga mengenai kematiannya karena luka yang dialami karena kecelakaan itu terlalu parah. Ryuzaki sama sekali tidak berniat untuk mengucapkan bela sungkawa, karena jujur saja dia sangat membenci pria di depannya itu. Alasannya karena pria itulah yang menjadi cinta pertama Aerith, dan mungkin saja kini mereka bersama.
Memikirkan tentang hal itu membuat Ryuzaki sangat membenci sosok Max. Padahal dalam kenyataannya, Max sama sekali tidak pernah memiliki masalah dengan Ryuzaki, kenal pun tidak. Berita tentang Max hanya sebatas kecelakaan dan tentang kematiannya saja. Mengenai prosesi pemakamannya dilakukan secara tertutup tentu saja karena alasan yang Ryuzaki sendiri tidak akan pernah menyangka nya.
" Ryu kun... Sedang melihat apa? " Rena datang dan langsung memeluk Ryuzaki dari belakang.
" Itu.. " jawab Ryuzaki acuh.
Mata Rena membulat sempurna saat melihat siapa yang ada di berita itu. Jujur saja Rena terkejut, tapi kemudian dia justru senang karena apa yang pernah dia lakukan bersama dengan sosok di berita itu, tidak akan pernah ada yang mengetahuinya. Rahasianya telah dibawa mati oleh pria itu, dan Rena bisa bernafas lega karena tidak akan ada yang mengancamnya lagi.
" Bukankah dia.... Sugar daddy mantan istri mu? " ujar Rena memancing pendapat Ryuzaki.
" Hm... " Ryuzaki hanya berdehem saja karena malas melanjutkan pembicaraan ini.
" Pasti di sana ada Aerith ya saat ini.. Apa kau tidak ingin bertemu dengan mantan istri mu? Kau bisa menunjukan bahwa kau baik-baik saja meski wanita itu menyakiti mu.. " Rena memancing Ryuzaki untuk memanas-manasi Aerith.
" Menurut mu begitu? " Ryuzaki sedikit terkejut di awal, tapi secepatnya dia merubah keterkejutan nya karena takut Rena mencurigai gerak geriknya.
__ADS_1
" Kalau kau setuju, mari kita datang ke pemakaman pria itu.. Tidak ada salahnya kan jika kita ikut berbela sungkawa.. "
" Tentu.. Kita ke sana.. " Ryuzaki langsung segera bersiap untuk datang ke pemakaman Max. Tujuannya hanya satu, dan itu dia samarkan dengan tujuan Rena agar apa yang kini dia usahakan, tidak akan sampai tercium oleh Rena.
Max benar-benar melindungi Aerith meski dia sudah tiada. Terbukti ketika Rena dan Ryuzaki datang untuk mengucapkan bela sungkawa, kedatangan mereka langsung ditolak oleh penjaga dengan alasan keduanya tidak memiliki kartu undangan. Alasan yang konyol, tapi memang sebelumnya semua orang yang bekerja di bawah kepemimpinan Max tahu, tentang hubungan Aerith dan Ryuzaki.
Aerith kini berada di acara ini, dan sudah dipastikan jika Aerith bertemu dengan Ryuzaki, maka akan ada permasalahan yang menghebohkan. Tugas mereka sekarang adalah melindungi orang yang selama ini berusaha mendiang tuan mereka lindungi.
" Maaf atas ketidaksopanan kami tuan,, akan tetapi demi keamanan dan kenyamanan bersama, mohon untuk tidak memaksa masuk karena hanya orang yang memiliki undangan saja yang bisa masuk.. " kembali penjaga itu mengatakan alasan tidak diterimanya kehadiran Ryuzaki dan tunangannya.
" Siap sekali.. Ini pasti ulah wanita itu.. " kesal Rena sekaligus ingin memanas-manasi Ryuzaki.
Di dalam mobil sebelum pulang ke kediaman Narita, Ryuzaki mengetik pesan pada seseorang untuk menjalankan rencananya. Ryuzaki sama sekali tidak terlihat mencurigakan di depan Rena, meski nantinya apa yang dia lakukan ini akan membuat Rena marah besar atau bahkan kecewa padanya.Tapi bukan itu yang terpenting sekarang bagi Ryuzaki.
*********************
Aerith kembali ke Shizuoka, dua hari setelah pemakaman Max. Sebenarnya Aerith enggan menerima semua pemberian Max yang diwariskan padanya sebagai satu-satunya keluarga yang dianggap Max. Jujur saja Aerith tersanjung ketika dirinya dianggap sebagai keluarga oleh Max. Aerith merasa bahwa hidupnya berarti untuk orang-orang yang memang menyayanginya dengan tulus, salah satunya adalah Max.
__ADS_1
Matsuda san tidak menyangka, menghilang nya cucunya ini karena pergi ke Kyoto untuk menemui pria yang Matsuda san pikir adalah orang jahat. Ternyata, dari yang Aerith ceritakan, sosok Max adalah pria yang memang luar biasa hebat dalam. hidup cucunya ini. Terlebih sekarang, mendiang Max telah mewariskan semua hartanya pada sang cucu.
" Apa kau bisa menjaga amanah dari pria ini? Mengelola sebuah perusahaan bukanlah hal yang gampang, nak.. " tanya Matsuda san ketika melihat Aerith melamun di kamarnya dengan laptop yang menyala.
" Aku hanya mengerti hingga kemampuan menengah saja, kek.. Sebelumnya aku kuliah jurusan ekonomi bisnis, tapi baru semester lima, aku mengundurkan diri.. " jawab Aerith nyengir kuda karena malu.
" Segera lanjutkan lagi pendidikan mu setelah dokter menyatakan kau sembuh total dari sakit mu saat ini.. Agar kau tidak mengecewakan pria baik ini.. " Aerith mengangguk dengan mantap. Memang tujuannya adalah sama seperti apa yang Matsuda san sarankan. Aerith ingin kembali kuliah, agar dia mampu mengurus semua hal yang sugar daddy nya wariskan padanya.
" Terima kasih daddy.. Sekali lagi, kau mengangkat derajat ku.. I Love you, too my boy.. " Aerith tersenyum konyol memikirkan tentang dirinya dan Max dulu.
" Kau mencintai pria ini? " tanya Matsuda san yang melihat cucunya senyum-senyum sendiri sejak tadi.
" Dulu aku sangat mencintainya, kek.. Dia yang mengangkat derajat ku, karena itu bagi ku dia adalah pria yang spesial.. Tapi sampai aku bertemu dengan mantan suami ku, lalu kemudian jatuh cinta dengannya, aku tidak lagi sebesar dulu mencintai mendiang daddy.. Tapi apa kakek tahu, pria yang aku anggap telah menyakiti ku dan membuat hidup ku hancur kareng mengandung anaknya tanpa dirinya mau mengakui, kini justru menjadi pria paling gentle yang pernah aku temui.. " Matsuda san mengangguk setuju.
Melihat cucunya akhirnya bisa tersenyum meski masih berduka, membuatnya merasa lega. Sepertinya Matsuda san perlu mengucapkan Terima kasih yang sangat besar pada mendiang Max, karena membentuk cucunya menjadi pribadi yang kuat. Aerith tidak lemah, meski sebagai seorang wanita dia masih cengeng karena sering kali menangis. Tapi setelah itu, Aerith akan kembali ceria seperti sebelumnya, dia akan kembali menjalani harinya seperti biasa.
" Kau pria hebat nak.. Semoga kau tenang di alam sana.. Untuk Aerith, tenang saja... Dia cucu ku dan aku akan membantu mu untuk menjaganya... Tenang lah dia alam sana, wanita yang kau cintai akan terus dan terus aku bahagiakan mulai dari sekarang.. "
__ADS_1
Matsuda san kemudian mengajak Aerith untuk menghirup udara pagi yang segar di desanya ini. Menurut dokter Aerith, suasana hati dan lingkungan yang baik, mempengaruhi kesembuhannya, jadi sebisa mungkin, pihak keluarga mengusahakan hal tersebut. Makanan bergizi pun harus dikonsumsi Aerith mulai dari sekarang. Meski harus kehilangan nikmatnya makan burger dan fried chicken, tapi Aerith akan menjalani hidup sehat mulai sekarang. Untuk dirinya, untuk pria yang telah mencintainya dengan sepenuh jiwa, dan untuk keluarga barunya.