Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Insiden apartemen Aerith


__ADS_3

Tubuh Aerith membeku ketika melihat pengumuman di sebuah layar besar yang ada di pusat kota Tokyo. Layar besar yang selalu Aerith abaikan dulunya, kini begitu menarik perhatiannya. Layar besar itu, kini telah menampilkan sebuah persahabatan konfers yang diadakan oleh perwakilan keluarga Narita, yang mana dijelaskan di sana bahwa dalam waktu dua hari lagi, keluarga Narita akan mengadakan pesa pertunangan tuan muda ketiga Narita, Ryuzaki Narita dengan model internasional Rena Hibiki.


Aerith tersenyum kecut, perceraian mereka belum turun tapi suaminya sudah memutuskan untuk melamar mantan calon istrinya. Tidak Aerith duga, Ryuzaki akan dengan mudah mengakhiri semua setelah apa yang telah mereka lalui selama ini. Aerith saja tidak bisa dengan mudahnya melupakan semua kenangan mereka, bahkan di setiap Aerith menutup mata selalu ada nama pria.


" Selamat Ryuzaki san.. Apakah aku perlu mengirim hadiah? Hihihi... Sepertinya apa yang aku lakukan ini adalah hadiah paling kamu tunggu ya.. " Aerith tersenyum.


Kakinya kembali melangkah menuju ke sebuah pusat perbelanjaan. Aerith datang ke tempat ini karena dia memiliki urusan dengan temannya yang bekerja di sebuah toko perhiasan di pusat perbelanjaan ini. Sudah sejak kemarin Aerith membuat janji, tapi baru hari ini temannya itu memiliki waktu.


" Kau yakin? Apa kau tidak sayang dengan ini semua Aerith? " tanya teman Aerith yang bernama Miracle itu.


" Hm.. Aku sudah kemari dan membawa ini semua, jadi sudah pasti aku yakin.. Bisa kau membantu ku? " tanya Aerith.


" Oke.. Tapi aku tidak bisa memberi mu harga penuh dan lagi baru besok lusa akan ada semuanya.. Apa tidak apa? " tanya Miracle.


" Lusa ya? Kalau begitu kau nanti transferkan saja rekening yang biasanya aku gunakan untuk transaksi ya.. " ucap Aerith yang langsung Miracle angguki.


" Thank.. Kalau nggak ada kamu, aku nggak tahu harus bagaimana.. "


" It's okay, kita kan teman.. Tapi ngomong-ngomong apa kamu sakit? Wajah kamu pucat sekali Aerith. " wajah Miracle terlihat cemas.


" Aku nggak apa kok.. Paling karena kepanasan, tahu sendiri nggak kena panas. " Miracle mengangguk.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusannya dengan Miracle, Aerith memutuskan pergi ke apartemen pribadi milik Max. Apartemen yang hanya dirinya, serta asisten pribadi Max saja yang tahu. Karena dulunya sebelum Aerith memiliki apartemen sendiri, di apartemen Max ini lah dia tinggal. Tempat yang menjadi saksi hilangnya mahkota berharganya, tempat yang menjadi saksi diangkatnya derajatnya oleh seorang Max.


Tidak ada yang berubah di tempat ini karena sifat mutlak Max adalah tidak ingin ada yang berubah. Sungguh arogan bukan, tapi selama ini menurut Aerith yang tulus padanya hanya Max dan Nanako. Max hanya akan bersikap keras kalau Aerith melanggar aturan yang dia buat, bila tidak pria ini akan menjelma sebagai pria manis.


Tes.... Tes... Tes...


Air mata Aerith yang sejak tadi ditahannya, akhirnya keluar juga. Rasanya begitu sesak, rasanya begitu sakit dan Aerith benci rasa ini. Rasa yang membuatnya lemah, rasa yang membuatnya terlihat pecundang di depan orang lain. Aerith sungguh sangat benci. Bagi Aerith, dia paling tidak suka dengan tatapan kasian orang ketika melihatnya. Dan sekarang jika semua orang tahu apa yang menimpanya, pasti akan ada banyak mata yang menatap dirinya kasian. Aerith benci itu semua.


" Kenapa tidak menunggu hingga semuanya tuntas baru aku kehilangan dia? Kenapa tidak menunggu aku sendiri yang rela melepaskan baru kami berpisah... Sakit,, rasanya sangat sakit... Huhuhu... Huuuuaaaaa.... "


Aerith menangis dan meraung di ruangan yang sepi ini. Tidak ada yang mendengarkan jeritan pilu Aerith, karena tidak ada yang bisa ada disisi Aerith untuk saat ini. Sahabat, suami, dan pria yang telah menguasai hidupnya selama dua tahun ini, semuanya tidak ada di sisinya ketika dia terjebak dalam jurang kesakitan seperti saat ini.


Aerith mengemas semua barang miliknya yang sekiranya penting saja. Menuliskan semua surat, lalu meletakkannya di atas nakas samping tempat tidur Max. Aerith kemudian pergi dalam diam. Dia menoleh kebelakang, melihat dengan cermat sekali lagi apartemen penuh kenangan ini, sebelum akhirnya dia benar-benar melangkahkan kakinya pergi keluar.


****************


Pesta pertunangan tuan muda ketiga Narita dengan model terkenal ini benar-benar menjadi pusat perhatian semua orang. Bahkan tidak terkecuali seluruh mahasiswa yang ada di kampus tempat Ryuzaki mengajar. Nanako dibuat tercengang dengan berita itu, baru hari ini dia diizinkan keluar oleh orang tuanya dan dia menemui dua hal yang sangat mengejutkan sekaligus berhubungan.


Aerith mengundurkan diri dari kampus, dan juga berita tentang pertunangan Ryuzaki. Otak Nanako dibuat ngeblank, merasa tidak percaya dengan ini semua. Jika memang kedua orang ini bercerai, tapi apa bisa semudah itu Ryuzaki bertunangan dengan wanita lain. Laki Aerith sendiri, kenapa memilih pergi tanpa pamit bahkan semua nomor ponselnya pun tidak aktif. Nanako pun berniat akan pergi ke apartemen milik Aerith, sebelum nanti malam akan datang ke acara pertunangan Ryuzaki dan Rena.


" Ini gila... Dua orang ini sama-sama gila, bagaimana bisa mereka berbuat seperti ini... Nggak bisa dibiarin.. " ucap Nanako yang kembali masuk lagi ke dalam mobilnya. Biar saja dia membolos kuliah, toh kemarin-kemarin dia juga sudah bolos.

__ADS_1


Pintu apartemen Aerith terus digedor dari luar oleh Nanako. Dia kedalam karena pin pintu itu diganti oleh Aerith tanpa pemberitahuan. Sebelumnya Aerith tidak pernah begini karena Nanako memang sering datang ke tempat ini.


BRAK...


" HEI SOPAN SEDIKIT LAH!!!! KAMI PIKIR INI RUMAH PEMBANTU MU.. " sentak seorang pria muda yang kesal karena pintu apartemennya digedor orang.


" Eh kamu siapa? Dimana teman saya? Kamu apain teman saya, dasar pria breng****.." Nanako langsung mencerca pria ini dengan banyak pertanyaan.


Bugh.. Bugh.. Bugh..


" HEI CEWEK GILA... KAMU NGAPAIN MUKUL SAYA, KENAL AJA NGGAK.. BERHENTI NGGAK, ATAU AKU PANGGIL KEAMANAN... AOW... ARRGGHH.. " teriak pria ini yang kesakitan karena pukulan Nanako.


Nanako menunduk dalam ketika sekarang dia sudah berada di dalam apartemen Aerith. Keberanian yang dia miliki sekitar setengah jam yang lalu, kini menghilang begitu saja karena dia telah mengetahui sesuatu yang memang sangat memalukan baginya. Dengan brutalnya dia memukuli seorang pria yang nyatanya tidak memiliki kesalahan apapun disini.


" Sudah tenang? Kalau sudah tenang saya akan menjelaskan keberadaan saya disini.. " ucap pria itu tegas dengan menatap horor perempuan yang setengah jam lalu menghajarnya.


" Saya nggak kenal kamu, juga nggak kenal teman yang kamu bicarakan tadi. Sepertinya dia pemilik lama tempat ini. Tapi disini perlu saya garis bawahi, kemarin saya membeli apartemen ini dan saya langsung menempatinya.. Saya mendapatkan rekomendasi apartemen ini karena menurut pihak agennya, pemiliknya membutuhkan uang cepat. Jadi saya membelinya... "


" Saya baru tahu, niat bantu orang malah kena apes dipukuli cewek gila.. " gumam pria itu masih didengar Nanako.


Tapi bagi Nanako, hanya sampai dimana pria ini mengatakan membeli apartemen ini, setelahnya pikiran Nanako kosong. Dia tidak bisa berpikir lagi karena dia tahu apa yang tengah Aerith lakukan saat ini. Bagaimana bisa, dia yang adalah sahabat Aerith sendiri justru tidak diberi tahu apapun. Lalu dimana sekarang Aerith

__ADS_1


__ADS_2