Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Rahasiakan pertemuan kita


__ADS_3

" Kyomi... chan.... " Aerith langsung bangkit dari duduknya ketika melihat sosok mantan iparnya ada di depannya. Sungguh dunia sangat sempit, diantara banyaknya rumah sakit yang ada di Jepang, kenapa bisa bertemu di rumah sakit yang ada di Shizuoka.


BRUG...


Kyomi langsung memeluk tubuh Aerith, merasa tenang karena bisa melihat jika Aerith baik-baik saja. Sungguh semua keluarga besar Narita sangat mencemaskan Aerith setelah mendengar ucapan dari Nanako saat di pesta pertunangan Ryuzaki dan Rena. Kyomi tidak menyangka, dia bisa bertemu di sini dengan Aerith. Disaat dia tengah mengantarkan suaminya untuk memeriksakan kondisi matanya.


Kaien, dulunya pernah mengalami kebutaan karena kecelakaan mobil. Dan di rumah sakit inilah Kaien mendapatkan donor mata dan juga dioperasi di tempat ini. Jadi memang setiap enam bulan sekali, Kaien akan kembali ke rumah sakit ini untuk memeriksakan matanya. Memang tidak ada keluhan, tapi mata itu memang bukan asli miliknya, jadi sebaiknya dia terus berjaga-jaga dengan memeriksakan nya sesuai dengan arahan dari dokter.


" Kenapa tiba-tiba pergi begitu saja tanpa pamit? Apa kau tidak menganggap kami keluarga? " tanya Kyomi mengurai pelukannya.


" Tidak sepatutnya aku berada di sana atau keluarga suami mu akan mendapatkan masalah karena ku.. " ucap Aerith mengusap air matanya.


" Masalah apa yang bisa kau buat untuk kami? Jika kau membuat masalah dengan Ryu, biarkan saja toh anggap saja itu karmanya karena dia itu anak yang usil sekali.. "


" Heh.. Kenapa bicara seperti itu? Aku pergi karena tidak ingin terluka di sana dan menyebabkan luka untuk orang lain.. Aku bahagia disini, aku punya keluarga disini.. " Aerith pamer.


" Benarkah? Boleh kenalkan dengan ku? " Kyomi begitu antusias sekali.


" Tentu.. Kapan-ka.... " ucapan Aerith terpotong ketika dia melihat sosok lain yang dia kenal sekarang ada di depannya.

__ADS_1


" Kalian???? " Aerith menatap Kyomi dan Kaien bergantian.


" Hehehehe... Aku mengantarkan nya untuk memeriksakan kondisi matanya. Dulu, suami ku pernah menjalani operasi pencangkokan kornea mata di rumah sakit ini.. " Aerith manggut-manggut.


" Aerith.. Ayo, kita harus segera menemui prof Nakano lagi!! " Kenzo datang untuk segera mengajak Aerith bertemu dengan Nakano san untuk mengatakan apa keputusannya.


" Hm... Kyomi chan... Maaf ya... Kaien san juga, aku minta maaf pada kalian telah menimbulkan masalah yang tidak sederhana di keluarga kalian.. Tapi sungguh, selama ini aku tulus pada kalian semua meski cara ku diawal adalah sebuah kesalahan. " sesal Aerith.


" Kau tulus kan? " Aerith pun mengangguk, " Maka itu sudah lebih dari cukup untuk kami semuanya.. " Kyomi kembali memeluk Aerith.


" Satu lagi.. Aku tahu kalian bukan tipe orang yang akan ikut campur dalam masalah orang lain.. Karena itu, tolong rahasiakan pertemuan kita ini dari siapapun terlebih Ryuzaki san.. Aku tidak ingin kembali memberi luka padanya.. Dan aku pamit... Bye... Bye... " Aerith pun pergi.


Kyomi melihat ada sesuatu yang berbeda pada Aerith meski dia tidak tahu itu apa. Rasanya wajah Aerith tidak secerah dulu, dan cenderung pucat. Apalagi mereka bertemu di rumah sakit, jelas pasti kalau bukan Aerith, ya pasti pria yang bersama Aerith tadi yang tengah sakit. Tapi rasanya dilihat dari wajahnya, yang lebih bisa dikatakan sakit adalah Aerith.


" Kai kun... " Kyomi mengusap lengan bagian kanan Kaien.


" Hm.. "


" Kenapa kau melihat Aerith seperti itu? "

__ADS_1


" Tidak ada.. Hanya saja rasanya aneh jika memang Aerith sakit, tapi kenapa dia menemui prof Nakano yang setahu ku adalah dokter ahli saraf..? Rasanya terlalu aneh, atau memang telah terjadi sesuatu.. " ucap Kaien.


...**********...


Jika Aerith mulai bisa menerima takdirnya yang memang tidak bisa bersama dengan orang-orang yang dia cintai, lain dengan Max yang justru berkebalikan dengan Aerith. Max mulai tidak peduli dengan pencalonannya sebagai wali kota. Yang dia kerjakan di setiap harinya hanya minum, minum dan minum. Apartemen pribadi miliknya yang dulu pernah dia tinggali bersama Aerith sudah penuh dengan bau minuman beralkohol.


Asisten pribadi Max yang selama ini menjadi orang yang berada di tengah hubungan Max dan Aerith, sangat menyayangkan jika tuannya sampai seperti ini. Bukankah Max sendiri yang tidak bisa menjanjikan apapun pada Aerith. Tapi masalahnya, bukankah sangat aneh jika tiba-tiba Aerith pergi padahal kalaupun dia kembali pada Max, dengan senang hati Max akan menerimanya.


" Tuan.. Dibandingkan mabuk seperti ini, lebih baik anda mencari tahu alasan kepergian nona Aerith. Tidak mungkin dia pergi begitu saja jika tidak ada sebab.. " ucap asisten Max yang wanita.


" Maksud mu? " tanya Max sambil kembali menegak minuman beralkohol yang entah di botol yang keberapa hari ini.


" Begini tuan, anda jelas tidak akan menolak kembalinya nona Aerith ke sisi Anda meski dia berstatus janda sekalipun.. Saat saya di rumah sakit menjemputnya pun, saya sudah katakan niat Anda kepadanya. Anda akan menerimanya. Lalu tiba-tiba saja keesokannya dia pergi, bukankah itu hal yang sangat aneh tuan? Kepergian nona Aerith itu sangat janggal.. " ucap asisten Max.


Max langsung bangkit dari posisi duduknya di lantai. Mendekati asisten pribadinya yang selama ini menjadi orang yang menjembatani hubungannya dengan Aerith. Max merasa ucapan asistennya kini mulai masuk akal. Pasti ada yang melakukan sesuatu pada Aerith sampai wanita ini melakukan tindakan ekstrem dengan pergi tanpa memiliki apapun.


" Kau sudah dapatkan identitas orang yang telah membuat Aerith masuk rumah sakit? " tanya Max.


" Sedikit lagi tuan.. Mereka orang-orang yang pandai bersembunyi, tapi saya akan pastikan mereka akan segera keluar begitu mereka memakan umpan yang sudah saya lemparkan.. " ucap asisten Max yakin.

__ADS_1


" Sebar semua orang-orang kita, cari Aerith sampai dapat. Bahkan jika aku mati pun kalian harus tetap mencarinya. Harta ku seluruhnya adalah miliknya, pastikan hal itu!!! " titah Max.


Meski tidak bisa memberikan kepastian dalam hubungan mereka sehingga membuat Aerith yang paling menderita. Max pun akhirnya membuat sebuah keputusan yang memang sangat penting sekali. Dia mewariskan semua harta yang dia miliki pada Aerith. Tanpa menyisakan sedikit saja pada istri sahnya dan putranya. Max bukan tidak. tahu, jika dia selama ini dijebak oleh istri dan keluarga istrinya. Max tahu kebusukan sang istri, dan ini adalah pembalasan dari Max.


__ADS_2