Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Aerith mengacuhkan Ryuzaki


__ADS_3

Diabaikan oleh seseorang yang menghabiskan banyak waktu bersama disetiap hari ternyata sungguh tidak menyenangkan. Ingin uring-uringan juga tidak bisa. Ingin marah atau balik mengabaikan orang itu, juga tidak bisa. Rasanya ingin saja menghilang dari muka bumi, dan menyendiri agar tidak terlibat perasaan yang tidak mengenakan ini.


Satu jam berlalu sejak Aerith sadar dari pingsannya, dan selama itu juga Aerith mengabaikan Ryuzaki. Rasanya di hati Aerith, masih sangat sakit dan itu karena apa yang dia lihat di resto bento beberapa jam yang lalu. Bisa-bisanya suaminya ini yang semalam mengatakan ingin memulai dari awal, justru hari ini terlihat berpelukan dengan seorang wanita di tempat umum, dan wanita itu justru mengungkapkan perasaannya.


" Sialan... " gumam Aerith entah sudah keberapa kalinya dalam satu jam ini, kata itu meluncur keluar dari mulutnya.


" Aerith chan... Sampai kapan kau akan mengabaikan ku? " tanya Ryuzaki yang hanya bisa menatap punggung sang istri. Perlu dicatat, bahwa Aerith tipe yang jika marah akan terus bersikap acuh bahkan terkesan tidak peduli, jadi kedepannya Ryuzaki harus berhati-hati jangan sampai membuat Aerith marah lagi.


" Terserah... " jawab Aerith ketus.


Huft..


Ryuzaki kembali menghadap laptopnya, memeriksa beberapa pekerjaan rumah dari mahasiswanya yang terpaksa Ryuzaki minta kirimkan via email, karena besok sepertinya dia tidak akan bisa ke kampus untuk mengajar. Lebih baik melampiaskan semuanya pada pekerjaan daripada berujung pertengkaran jika terus memaksa istrinya untuk tidak mengabaikannya.


Aerith sendiri sebenarnya sudah lelah berbaring membelakangi Ryuzaki. Bagian sebelah kanan tubuhnya terasa begitu kaku dan hampir mati rasa karena satu jam tidak berpindah posisi baring. Tapi lebih baik dia merasakan satu sisi tubuh nya sakit daripada hatinya yang sakit melihat wajah suaminya tanpa dosa ketika menatap nya.

__ADS_1


" Sialan.... " gumam Aerith lagi.


Ryuzaki meremas rambut di kepalanya, gumaman Aerith sungguh seperti makian yang dilontarkan padanya dan itu sangat menyebalkan sekali. Rasanya Ryuzaki ingin pergi saja dari sana, tapi Aerith akan semakin marah padanya jika dia pergi dari ruangan ini. Maju kena mundur kena, adalah pepatah yang cocok di situasi Ryuzaki saat ini.


Ryuzaki langsung menoleh ke arah pintu ketika pintu ruangan rawat Aerith dibuka dari luar. Dan ternyata yang datang adalah keluarganya. Hal ini membuat Ryuzaki bernafas lega sebentar karena selanjutnya, jemari lentik mommy Bulan terlihat menari di telinganya.


" Aaaaarrrrrggghhhhh.... mommy lepaskan.. Ini sakit mom,, " teriak Ryuzaki yang telinganya dipelintir oleh mommy nya.


" Sakit... Bagus jika kau masih bisa merasakan sakit... Memang istri mu tidak sakit? Kau itu keterlaluan sekali, Ryuu....... " mommy Bulan menambah kekuatan untuk menjewer telinga putra bungsunya yang memang nakal itu.


" Mom... Stop.... Stop... Telinga ku bisa putus mom... Aduh... Daddy... " Ryuzaki menatap melas sang daddy yang hanya diacuhkan pula oleh daddy nya.


" Enak saja kau mau mati.... Mommy bakalan narik roh kamu lagi meski malaikat pencabut nyawa mengambil nya sekalipun.. " ucap mommy Bulak membuat Ryuzaki hanya bisa melongo tidak percaya.


Dari arah luar terdengar suara tawa yang sangat kencang, yang mana Ryuzaki tahu siapa yang sudah berani menertawakannya itu. Siapa lagi kalau bukan kedua saudara laknatnya itu. Benar-benar sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ryuzaki benar-benar tidak bisa berkata apa-apa saat ini.

__ADS_1


" Hentikan sayang... Dan kau,Ryuu... Sekarang juga kau keluar dari sini.. Biar kami yang menjaga Aerith. " ujar daddy Hoshi yang langsung mendapatkan tatapan protes dari Aerith dan Ryuzaki.


" Ingat kondisi istri mu.. Membuatnya kesal sama saja kau membuatnya kesakitan lebih dari ini.. Kalian butuh waktu untuk sendiri saat ini, dan kau lekas selesaikan urusan mu sana?!!! " daddy Hoshi berucap dengan sangat tegas. Jika sudah seperti ini maka tidak ada yang bisa dikatakan lagi oleh Ryuzaki.


" Tolong jaga istri ku dad.. " Ryuzaki pun pergi keluar dari ruangan itu.


Yang dikatakan daddy Hoshi benar, kondisi Aerith saat ini bisa semakin buruk jika Ryuzaki terus membuat istrinya itu marah-marah. Rasanya Ryuzaki tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada sang istri setelah hari ini. Dokter mengatakan semakin bertambahnya besar janin dalam kandungan Aerith, akan semakin menyakitkan juga untuknya.


Tapi di sini Ryuzaki juga tidak bisa munafik, dia tidak ingin kehilangan bayi dalam kandungan Aerith karena itu adalah darah daging nya. Jadi tidak mungkin dia melakukan apa yang dokter sarankan untuk melakukan kuret pada janin Aerith yang barus sebesar kacang hijau. Terlebih, Ryuzaki tidak ingin mengambil hal dari Aerith untuk tetap mempertahankan bayinya meski taruhan nyawa. Namun jujur, Ryuzaki tidak siap dengan hasil yang buruk, dan hasil buruk itu adalah salah satu atau mungkin keduanya tidak akan selamat.


Dengan langkah gontai, Ryuzaki keluar dari kamar rawat inap Aerith. Entah akan kemana dia yang jelas dia memang harus pergi dari kamar itu agar Aerith baik-baik saja mood nya. Namun naas, dia justru melihat dua saudaranya yang sudah menertawakannya dengan tampang mengejek seperti itu. Sungguh keterlaluan bahagia diatas penderitaan orang lain, kedua saudara kembarnya ini.


Ryuzaki pun pergi mengacuhkan kedua saudaranya. Dia akan kembali ke kondo dan merenung, memikirkan nasibnya. Pikirannya hanya dipenuhi tentang Aerith dan dirinya, tanpa sedikit pun ada niatannya untuk memikirkan wanita yang sudah menyebabkannya berada di situasi yang seperti ini. Terlintas sejenak saja pun tidak, karena Ryuzaki memprioritaskan istrinya dan kandungannya saat ini.


" Aku pikir kau akan bahagia bertemu dengan perempuan itu? Bukanlah sudah lima tahun kalian tidak bertemu.. " ujar Daigo yang menyamai langkah Ryuzaki.

__ADS_1


" Entah aku juga tidak paham dengan perasaan ku.Tapi sungguh, aku sama sekali tidak merasakan debaran saat dulu aku bersamanya. " jawaban Ryuzaki ini membuat Kaien dan Daigo terheran.


Siapa yang tidak kenal kisah cinta model dengan tuan muda bangsawan di Kyoto. Semua mendengar kisah itu, hingga lima tahun yang lalu kisah itu terpaksa diakhiri tanpa ada kejelasan dari pihak pria maupun wanita nya. Sungguh aneh jika sekarang bahkan Ryuzaki tidak merasakan apapun setelah pertemuan mereka kembali.


__ADS_2