Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Penyesalan yang terlambat datang


__ADS_3

Matsuda san menatap sedih tubuh lemah Aerith yang kini tertidur dengan infus yang terpasang di punggung tangannya. Baru saja dia bertemu dengan cucu kandungnya yang selama ini tidak dia ketahui keberadaannya. Namun kini, dia harus menerima kenyataan bahwa cucunya sedang sakit parah. Andai saja bisa, Matsuda san ingin sakit yang dialami Aerith biar dia yang merasakannya.


Siang tadi ketika dia tengah bersantai setelah mengecek kebun tehnya, tiba-tiba saja dia mendapatkan kabar dari Soujo san bahwa Aerith harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena memiliki penyakit tumor di otaknya. Rencana yang dikatakan dokter yang menanganinya, Aerith akan dioperasi dua hari lagi.


" Kenzo kun, kenapa bisa seperti ini? Padahal aku baru saja merasa senang karena telah menemukannya. Tapi seolah semesta tidak merestui kegembiraan ku, kini mengirimkan musibah pada kami.. " keluh Matsuda san.


" Pasti ada hikmah dari ini semua, Matsuda san.. Yang terpenting sekarang, kita berikan dukungan pada Aerith agar tidak sampai down karena masalah penyakitnya ini.. " Kenzo menanggapi.


" Kau benar.. Setelah operasi ini, apa yang harus kita lakukan untuk ke depannya? " tanya Matsuda san.


" Setelah melakukan operasi dan menjalani rawat jalan, sebulan sekali Aerith chan harus memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mengecek adakah sel tumor yang tumbuh lagi atau tidak.. Dan selama rawat jalan, Aerith chan harus tetap mengkonsumsi obat yang dokter resep kan.. " jawab Kenzo.

__ADS_1


Matsuda san mengangguk, dia akan terus mendampingi Aerith sebagai penebusan atas setiap kejadian di masa lalu cucunya itu. Sungguh dia merasa sangat bersalah pada Aerith, karena keegoisannya saat itu dia membuat anak dan cucunya menderita di luar sana tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka.


Kenzo pun akhirnya meninggalkan kamar rawat Aerith untuk bekerja, jam kerjanya sudah tiba jadi dia pun segera menuju ke ruang tempatnya bekerja. Hanya tersisa Matsuda san di kamar Aerith, yang mana nanti dia akan bertukar dengan Hanako san untuk menjaga Aerith. Hanako san, ibu Kenzo dengan senang hati membantu Matsuda san, karena kehidupan keluarganya yang nyaman selama ini juga berkat bantuan dari keluarga Matsuda san.


Meninggalkan Aerith yang tengah terbaring di atas ranjang pesakitan karena tumor otak yang dideritanya. Mari kita menengok kehidupan Ryuzaki setelah perpisahannya dengan Aerith. Memang setelah mendengarkan ucapan Nanako saat pertunangannya kala itu, namun sesungguhnya itu semua belum bisa membuat hatinya terketuk. Ryuzaki masih begitu membenci Aerith yang telah menipunya, namun dia pun tidak bisa mencegah hatinya untuk merindukan kehadiran Aerith dalam hidupnya.


Ya, Ryuzaki kini sangat rindu pada Aerith. Terbiasa bersama selama beberapa bulan terakhir, dan kini dia hanya sendiri sungguh itu membuat hatinya merasa kesepian. Rena memang kembali dalam genggamannya dan tidak lama lagi mereka akan menikah. Tapi sungguh Ryuzaki sama sekali tidak menikmati perannya sebagai pasangan Rena.


" Aku capek.. Setelah mengajar di kampus masih saja kau menarik ku hanya untuk duduk melihat mu di potret.. Jujur saja aku malas berada di sini. Jadi kapan kau selesai, aku ingin pulang.. " ucap Ryuzaki memang terlihat dia sedang lelah.


" Maafkan aku.. Pihak manager ku ingin agar kita terus menarik minat fans ku dengan menampilkan hubungan kita ke publik.. Aku akan mengatakan pada manager ku agar tidak perlu lagi kau ikut aku ketika bekerja.. " Rena terlihat tidak enak hati.

__ADS_1


" Tak apa.. Tapi lain kali tolong pilih jadwal mu yang penting saja untuk aku datangi.. Jangan setiap kau ada jadwal aku harus datang, aku juga punya pekerjaan sendiri dan aku juga perlu mempersiapkan pekerjaan ku.. " Rena mengangguk.


Jujur saja sebenarnya Rena merasa sedih saat kali ini dia kembali menjalin kasih dengan Ryuzaki. Dia merasakan ini tepat setelah malam pertunangan mereka. Ryuzaki jadi berubah dingin terhadapnya, dan dapat Rena lihat tidak ada lagi tatapan penuh cinta saat Ryuzaki menatapnya. Rena benci mengakui jika kini di hati Ryuzaki sudah tidak ada dirinya. Namun karena keegoisannya, dia akan tetap mempertahankan Ryuzaki di sampingnya meski dia harus sakit hati berkali-kali.


Setelah beristirahat sebentar dan mengobrol sejenak dengan Ryuzaki. Rena kembali menjalani pemotretan. Masih ada sepuluh pakaian yang harus dia kenakan dan di foto oleh fotografer terkenal di Jepang itu. Sejujurnya Rena lelah, tapi memang hal ini adalah harga yang harus Rena bayar demi kesuksesannya tetap berada di puncak karena dia tidak ingin model-model baru merebut puncak ketenarannya.


Ryuzaki menatap datar ponselnya, di wallpaper ponselnya itu masih ada foto dirinya dan Aerith yang mana Ryuzaki tengah memeluk Aerith dari belakang. Foto yang diambil oleh Ryuzaki dua minggu sebelum menghilangnya Aerith dan berakhir dengan perceraian mereka. Sungguh sangat Ryuzaki sesalkan, karena kala itu dengan bodohnya dia mengakhiri segalanya. Padahal saat itu Aerith berada di situasi yang sangat membutuhkan dirinya.


" Benarkah memang seperti takdir kita? Antara kau dan aku hanya ada jurang yang begitu dalam dan lebar.. Hingga akhirnya kita tidak memiliki kesempatan untuk kembali bersama.. " batin Ryuzaki.


" Dimana kau berada sekarang Aerith? Bodohnya aku kini justru sangat merindukan mu.. " Ryuzaki mengusap foto wajah Aerith yang ada di ponselnya.

__ADS_1


Mungkin dia bisa menipu orang lain dengan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja saat ini. Namun nyatanya, dia tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri bahwa dia sangat terluka karena kenyataan yang terjadi sebenarnya diantara dirinya dan Aerith. Rasanya, dia telah menjelma menjadi orang paling bodoh di dunia ini, saat ini..


__ADS_2