
Pesta yang kali ini diadakan oleh kepala Kepolisian sebagai bentuk persiapan untuk menyambut pemilihan walikota Kyoto, dihadiri oleh banyak sekali orang penting dan salah satunya keluarga Narita. Acara kali ini juga dihadiri oleh artis dan aktor terkenal yang memang sengaja diundang untuk memeriahkan acara pesta ini.
Maximus datang bersama dengan sang istri sebagai salah satu calon kandidat walikota dalam pemilihan yang akan berlangsung dua minggu lagi. Memang sudah menjadi kebiasaan jika acara seperti ini dia akan membawa wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. Yah meski bisa dibilang Max hanya memaafkan sangat istri untuk bisa masuk ke acara ini.
Keduanya terlihat sangat serasi dan mendapatkan julukan pasangan paling romantis diacara malam ini. Hanya saja mereka semua tidak tahu bahwa apa yang diperlihatkan oleh Max dan Hinata hanyalah sandiwara saja. Setiap akan ada acara pesta yang mengharuskan untuk Max membawa istrinya, maka Max akan memaksa istrinya untuk ikut sandiwara nya. Jika sang istri menolak maka Max akan mengancam dengan menggunakan keluarga sang istri yang sekarang ini bergantung pada Max.
" Senyum.. Ingat apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan keluarga mu.. " bisik Max di telinga Hinata saat wanita ini justru memasang wajah enggan datang ke pesta ini.
Untuk menutupi apa yang tengah Max bisikan, dia berpura-pura merapikan anak rambut Hinata, membuat semua mata yang memandang tersenyum melihat kemesraan pasangan ini. Sebenarnya Hinata sudah muak untuk berpura-pura seperti ini. Dua puluh lima tahun seperti ini, Hinata mulai berada di titik jenuh nya. Sayang dia tidak bisa menentang pria arogan ini karena keluarga dan putra semata wayangnya menjadi taruhannya.
Tak jauh dari pasangan Max dan Hinata, Rena dan Ena berdiri sambil memandang kedua pasangan itu dengan tatapan mengejek. Pandai sekali pria itu bersandiwara dan herannya semua orang percaya. Andai mereka semua yang hadir di banquet ini tahu bagaimana seorang Max memelihara wanita pemuas nafsu.
" Dasar pria tua bangka tidak tahu malu... Lihat bagaimana dia menempel pada wanita itu, tapi dibelakangnya justru menempel dengan wanita lain.. " gumam Rena pelan.
" Hush.. Kita membutuhkannya saat ini, jadi jangan memancarkan aura permusuhan seperti itu.. Kau tidak ingin rencana kita gagal kan.. " Ena menegur model asuhannya itu.
__ADS_1
Rena mencebik karena kesal ditegur oleh Ena. Dia tidak salah karena memang benar ucapannya tentang pria bernama Max itu. Jika Rena yang menjadi istri Max, sudah dia bejek-bejek agar tidak mempermainkan perempuan seperti ini. Melihatnya membuat Rena kesal saja.
" Oh ya.. Ini kan hotel keluarga Narita, apa keluarga Narita juga datang? " Rena bertanya.
" Ehm.. Aku dengar mereka akan datang, tapi siapa yang akan mewakili keluarga ini belum ada pemberitahuan. Sepertinya dirahasiakan.. " jawab Ena seperti informasi yang dia dapatkan.
" Semoga saja Ryuu kun, tapi aku tidak sudi jika wanita itu ikut.. " ujar Rena mulai uring-uringan.
" Malah bagus kalau wanita itu muncul disini, bukankah akan menarik jika pria itu bertemu dengan wanita itu ketika ada istri sahnya... " Ena menyeringai.
Tak lama yang dinantikan tiba juga, perwakilan keluarga Narita nampak memasuki area banquet diadakan. Sedikit kecewa karena yang datang adalah pasangan tuan muda dan nyonya muda kedua Narita. Sebenarnya wajah jika keduanya yang datang karena bagian citra dan wajah keluarga Narita adalah pasangan ini.
Rena sungguh kecewa karena tidak bisa melihat Ryuzaki, tapi juga bersyukur setidaknya tidak ada keluarga Narita yang akan memperhatikan dirinya. Rena dan Ena pun mulai mencari kesempatan untuk bisa mendekati Max dan mengajaknya berbincang tanpa disadari oleh tamu di acara ini.
********
__ADS_1
Sebenarnya bukan hanya tuan muda dan nyonya muda kedua yang datang dalam acara banquet ini. Tuan muda dan nyonya muda ketiga juga hadir tapi mereka melewati pintu cadangan agar tidak menarik perhatian. Tujuan keduanya datang karena Aerith ngidam ingin ke pesta, sungguh aneh tapi nyatanya memang begitu adanya.
Kini pasangan ini tengah duduk di ruang tunggu yang memiliki kaca tembus pandang, dimana yang ada di dalam ruangan bisa melihat dari luar lain dengan yang diluar tidak akan bisa melihat yang di dalam. Aerith terlihat menikmati hidangan makanan yang disediakan di pesta ini sampai matanya melihat keberadaan sugar daddy nya. Aerith menelan ludahnya kasar kalau ingat apa yang terjadi di pertemuan terakhir mereka. Aerith takut jika akan terulang lagi, karena itu artinya dia akan mengkhianati Ryuzaki lagi.
" Ehm... Kita tidak usah keluar ke sana ya.. Cukup disini saja melihat para tamu undangan, boleh? " tanya Aerith pelan takut jika Ryuzaki marah.
" Siapa juga yang mau mengajak mu ke sana.. Aku tidak suka acara seperti ini, dan lagi ini bukan acara keluarga ku, jadi tidak wajib kita ke sana.. Kenapa? Apa kau tidak suka pesta juga? " Ryuzaki balik bertanya.
" Bukan begitu.. Hanya saja disana ramai sekali, dan aku tidak nyaman. Rasanya sesak berkumpul banyak orang dalam satu ruangan.. Yah,,,meski ruangannya besar.. " Ryuzaki mengangguk.
Kalau saja Aerith tidak merengek ingin ke pesta dan juga menggunakan alasan keinginan anak mereka, jelas sekarang ini Ryuzaki memilih untuk berduaan di kamarnya bersama Aerith. Apa juga yang didapat dari mengikuti acara seperti ini selain capek. Ryuzaki yang sudah merasa bosan pamit ke kamar mandi sebentar, dan meminta Aerith untuk tidak keluar dari ruangan itu. Setidaknya sampai Ryuzaki kembali dari kamar mandi.
Aerith yang ditinggalkan Ryuzaki mulai melihat kembali ke arah di mana Max tadi berada bersama istrinya. Anehnya istri Max tiba-tiba berlari menjauh dari Max dan pria itu hanya menatap datar istrinya. Kemudian tanpa Aerith duga, seseorang yang dia kenal akhir-akhir ini mengusik hidupnya nampak mendekati Max. Kedua orang itu lalu pergi dari sana entah mengarah kemana yang jelas menjauhi banquet itu.
" Kemana mereka? Apa mereka saling kenal? Haruskah aku mengikuti mereka, tapi bagaimana dengan Ryuzaki dan bagaimana jika daddy mengetahui keberadaan ku dan kejadian dulu terulang.. Apa yang harus aku lakukan?? " Aerith kebingungan sendiri saat ini.
__ADS_1
Dia pun beranjak keluar ruangan untuk mengikuti kedua orang tadi. Rasa penasaran nya membuat dirinya melanggar pesan dari suaminya.