Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Kata itu akhirnya terucap


__ADS_3

" Euggg. " terdengar suara lenguhan keluar dari bibir seorang wanita yang terbaring di ranjang dalam kondisi tidak berdaya.


Tidak jauh dari posisi wanita itu, ada seorang laki-laki yang tengah duduk di sebuah kursi menghadap ke arah wanita yang terbaring di ranjang itu. Sesekali laki-laki ini menyesal cerutu yang ada di tangannya. Dia begitu menantikan wanita itu terbangun, dan sekarang penantiannya sejak tadi sudah terbayar.


" Kau sudah sadar Aerith chan..? " ujar pria itu yang langsung membuat Aerith melihat ke arahnya.


" Siapa... kau? " tanya Aerith dengan suara lemah.


" Kau tidak mengenali ku? Tidak merasa aku mirip dengan seseorang yang kau kenal.. " pria itu mendekat ke arah Aerith, membiarkan Aerith untuk melihat wajahnya dari dekat dan lebih jelas.


Kedua bola mata Aerith membola saat menyadari siapa laki-laki di depannya ini. Aerith kenal betul wajah itu, wajah pria yang selama dua tahun belakangan ini mengisi hari-harinya. Dan laki-laki ini adalah putra dari pria itu..


" Keito Tooru?? " beo Aerith menatap percaya siapa yang dia lihat.


" Yap... Ternyata kau tahu nama ku, berarti ayah ku sudah pernah bercerita tentang aku kan.. Dia juga pasti mengatakan pada mu seberapa besar kebencian ku pada mu.. " ucap Tooru yang sekarang sudah memposisikan dirinya duduk di samping tubuh Aerith yang terbaring.


Aerith menelan ludahnya dengan kasar, dia tahu laki-laki ini sama sekali tidak ada niatan baik padanya. Terbukti dengan dimana keberadaan dirinya sekarang, tanpa adanya keluarga suaminya jelas Aerith yakin niat laki-laki ini memang tidak baik sejak awal.


Tooru mengusap pelan dahi Aerith, kemudian turun ke pipi, lalu turun ke bibir Aerith yang terlihat pucat. Tidak berhenti sampai di sana, jemari Tooru semakin turun ke bawah dan terus ke bawah. Sengaja memancing sesuatu yang ada di dalam diri Aerith. Dan ketika dia mendengarkan lenguhan Aerith, Tooru yakin jika wanita ini sudah terpancing dalam permainannya.

__ADS_1


Aerith sendiri hilang kendali saat jemari Tooru terus menerus menyentuh titik-titik sensitif yang ada di tubuhnya. Pikiran Aerith kosong, yang dia rasakan saat ini hanya nafsulah yang menguasainya. Mata Aerith mulai merem melek keenakan, tapi lagi peduli dengan rasa sakit yang dideritanya. Pikiran Aerith telah dikuasai nafsu dan itu dimanfaatkan oleh Tooru sebaik-baiknya.


" Jangan... Tidak boleh.. " seketika ada kalanya Aerith tersadar atas apa yang dilakukannya dan itu adalah hal yang salah.


" Jangan menolak.. Lihat, milik ku sudah basah.. " Tooru menjilat setiap inci tubuh Aerith menambah nafsu Aerith hingga tak lagi bisa ditahannya.


Aerith menjerit kencang saat Tooru mulai mengasarinya. Tidak ada lagi kelembutan seperti apa yang tadi Aerith dapatkan. Tooru memukul, menampar dan menghentak Aerith dengan kasar. Berulang kali Aerith menjerit pun tidak Tooru dengarkan. Dia tetap ingin membalas rasa sakit yang dia dan mamanya alami karena wanita yang berada di bawah kungkungannya ini.


" Sakit... Perut ku sakit... Lepaskan aku.. " teriak Aerith ketika dia merasakan perutnya diremas-remas dan itu rasanya sakit sekali. Tapi seolah Tooru tuli, dia tidak mempedulikan teriakan kesakitan Aerith dan hanya terus meraih kepuasan untuk nya sendiri.


" Lihat... Benih ini adalah benih ayah ku kan? Tidak akan aku biarkan dia lahir ke dunia dan merusak semua rencana ku... Aaarrghhh.... Ternyata begini rasanya, pantas ayah ku enggan untuk melepaskan mu.. " ucap Tooru yang kehilangan kendalinya.


" Maafkan aku adik tiri ku.. Tapi tidak baik jika kau lahir ke dunia ini.. Mari kita saling mengucapkan kata selamat tinggal.. Hahahahahaha... " tawa Tooru menggelegar di ruangan itu.


" Kalian yang di luar.... Masuk!! " titah Tooru.


" Tuan.. " empat pria membungkuk hormat.


" Bersihkan dia jangan sampai ada bekas percintaan, aku tidak ingin apa yang aku lakukan diketahui oleh orang lain.. Biarkan semua orang mengira dia keguguran karena penculikan... Buang saja dia di tepi jalan dekat dengan CCTV terakhir.. " ucap Tooru menjelaskan pada anak buahnya. Setelah itu dia pergi menemui wanita nya yang tengah mengambek padanya.

__ADS_1


Empat pria itu benar-benar melakukan apa yang diperintahkan oleh tuan mereka. Meski tiba-tiba saja hasrat mereka bangkit karena melihat tubuh seksi Aerith, tapi tidak ada yang berani melakukannya karena tidak ada perintah dari tuan mereka. Setelah selesai membersihkan mereka pun langsung membuang tubuh Aerith yang pingsan itu ke jalanan dekat dengan CCTV terakhir dari kota.


*************


Tubuh Ryuzaki membeku ketika mendengar apa yang dikatakan Rena tentang istrinya. Janin yang dikandung Aerith bukan anaknya dan selama ini Aerith menjebaknya. Sungguh Ryuzaki merasa sangat bodoh karena dengan mudah nya tertipu oleh Aerith. Ryuzaki marah, dia mengepalkan kedua tangannya. Kini tujuannya hanya satu, bertanya pada Aerith benar tidaknya bahwa Aerith menjebaknya selama ini.


Seseorang yang menemukan tubuh Aerith di jalanan lekas menghubungi nomor yang ditinggalkan di dekat tubuh Aerith. Memang aneh, tapi orang-orang yang menemukan Aerith tidak mau ambil pusing dan lekas menghubungi nomor itu. Ternyata itu adalah nomor Ryuzaki, jadi ketika Ryuzaki tahu posisi keberadaan Aerith, dia langsung menuju ke sana tanpa peduli lagi apa yang akan terjadi selanjutnya.


Ketika Ryuzaki datang, Aerith sudah sadarkan diri. Aerith menangis dan meminta Ryuzaki mendekat untuk memberinya pelukan. Tapi betapa terkejutnya Aerith ketika melihat kedua mata Ryuzaki yang penuh dengan kebencian ketika menatapnya.


" Ada apa? Kenapa kau begitu? Anak kita sudah pergi untuk selamanya.. Anak kita pergi Ryu san.. " ucap Aerith menangis.


" Anak kita kau bilang? Kau bullshit, itu anak mu dengan pria tua itu... Bodohnya aku percaya bahwa itu anak ku... Sialan kau Aerith, kau menipu ku.. " sentak Ryuzaki tidak lagi bisa menahan emosinya.


Tubuh Aerith membeku di tempat, jadi Ryuzaki sudah tahu tapi siapa yang memberi tahu. Akhirnya Aerith menghela nafas ketika melihat di balik punggung Ryuzaki ada Rena yang menatapnya dengan senyum yang mengejek dirinya.


" Tega kau melakukan itu pada ku... Kau keterlaluan Aerith... Kau keterlaluan... Mulai detik ini juga, aku menceraikan mu... Aku menceraikan mu,, kau dengar itu.. " Aerith menutup matanya ketika kata cerai keluar dari mulut suaminya.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Aerith sampai Ryuzaki pun pergi dari ruangannya. Saat dia sudah sendiri, saat itulah dia menangis meratapi nasibnya. Diperkosa hingga kehilangan janinnya, sekarang dia di ceriakan oleh suaminya karena ketahuan menjebaknya.. Aerith tersenyum miris, hidupnya sungguh tidak pernah beruntung.

__ADS_1


Aerith menghapus air matanya setelah puas menangis. Aerith sudah membuat keputusan dan dia akan melakukan itu semua. Dia masih memiliki sedikit dari harga dirinya yang masih tersisa. Aerith tidak ingin jika harga dirinya tinggal secuil itu ikut diinjak oleh orang lain.


__ADS_2