Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Pria ajaib


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini terus menerus kurir datang mengantarkan berbagai macam barang yang tidak diketahui siapa pengirimnya, karena semuanya mengatasnamakan Aerith yang memesannya. Padahal Aerith sama sekali tidak membeli barang-barang itu. Hendak mengembalikan ke tokonya pun, ditolak karena menurut toko tempat barang-barang itu berasal memiliki peraturan barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.


Alhasil, hampir setengah kamar Aerith di kediaman Matsuda san, sudah penuh dengan barang-barang yang berasal dari orang yang antah berantah. Kesal, jelas pasti Aerith sangat kesal. Ingin membuang itu semua tapi dia menyayangkan karena semua itu adalah barang branded yang harganya selangit. Hanya bisa menghela nafas saha Aerith nya.


" Lama-lama tempat ini berubah jadi toko.. Sial, sebenarnya siapa yang berulah mengirim ini semua.. Rasanya sangat mustahil jika bukan orang yang berasal dari kalangan atas yang mampu memberikan ini semua untuk ku.. Tapi siapa ya? " monolog Aerith ketika lagi dan lagi, matanya menatap sekian banyak barang.


" Aish.. Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini? Di buang sayang... disimpan? Penuh nanti kamar ku... Huft.. " Aerith pun menghela nafas lalu pergi keluar dari kamar karena matanya akan sakit jika melihat itu semua.


Di luar dia melihat Matsuda san tengah berbincang dengan seseorang. Aerith pun menghampiri karena sepertinya tengah terjadi percekcokan antara Matsuda san dengan orang tersebut. Namun ketika Aerith sampai di depan, matanya kembali melotot melihat kurir yang mengantarkan barang. Tubuh Aerith langsung lemas, tidak lagi sanggup menerima kenyataan ada orang gila yang menjadi penggemar rahasianya.


" Oh.. Aerith chan.. Kemarilah.. Ini ada kiriman barang lagi untuk mu.. " Matsuda san melambaikan tangannya memanggil cucunya.


" Kek.. Dari siapa? Kalau tidak ada pengirimnya tidak usah diterima, kek... Karena aku tidak memesan barang apapun.. " ucap Aerith yang sudah kesal karena setiap hari kejadiannya selalu sama.


" Maafkan saya nona.. Saya hanya melaksanakan tugas saya sebagai pengantar barang.. Jika anda tidak menerima ini maka saya yang akan mendapatkan review jelek dari bos saya.. " celetuk kurir itu.


" Bukan begitu mas.. Tapi saya tidak memesan barang ini.. Karena itu saya tidak bisa menerimanya. " Aerith kekeh dengan pendapatnya.

__ADS_1


" Anda Terima saja dulu.. Setelahnya lakukan konfirmasi dengan tokonya.. Itu lebih baik nona, karena jika anda tidak menerimanya maka saya juga tidak bisa mengembalikan barang ini ke tokonya.. " Aerith akhirnya mengalah dan menerima barang itu.


Ketika di dalam rumah, Aerith langsung menghubungi toko yang nomornya tertera di kotak yang membungkus barang tersebut. Jawabannya pun sama dengan apa yang sering dia dengar beberapa hari ini.


Maaf nona.. Karena memang anda yang melakukan transaksi itu, karenanya kami mengirim barang itu ke tempat anda.. Untuk masalah retur, mohon maaf sebelumnya. Karena barang yang sudah dibeli, tidak dapat dikembalikan..


Aerith meremas kuat ponselnya, dan ingin rasanya melemparkan semua yang ada di depannya. Beruntung dia masih sadar jika ini semua milik Matsuda san, sehingga Aerith tidak tega untuk menghancurkan barang-barang ini. Ingin meremas rambut pun juga percuma karena dia tidak memiliki rambut.


" Siapa pun diri mu.. Tolong hentikan semua ini.. Aku tidak sanggup menerima ini semua... " Aerith pun menangis.


Dibelakang pria itu, asistennya nama meringis karena merasa bahwa tuannya yang pernah dijuluki pria jenius, berubah menjadi bodoh karena cinta dan ditinggal pergi wanita nya. Dia harus mencatat dalam pikirannya bahwa jangan sampai dia bernasib sama atau bertingkah seperti tuannya ini.


Merasa bahwa tindakan tuannya ini sudah masuk dalam kategori menganggu, dia pun harus segera meluruskan sebelum segala sesuatunya bisa terjadi diluar kendali mereka.


" Tuan muda.. Saya rasa sudah cukup anda melakukan ini semua.. " ucapnya memberanikan diri.


" Ck.. Bukankah kau bilang jika kita menyukai seorang gadis, maka kita akan memberikan banyak barang padanya.. Kenapa sekarang harus berhenti, dia saja belum menghubungi ku? " protes pria yang dipanggil tuan muda itu.

__ADS_1


" Bagaimana dia menghubungi anda jika dia saja tidak tahu semua barang itu dari anda, tuan.. Saya harap anda bisa mengontrol diri anda sebelum tindakan anda ini bisa dianggap menganggu privasi orang.. " asisten itu memperingatkan.


" Menganggu privasi orang? Aku ini memberinya kado, bukan menganggu nya.. Kau itu tidak tahu apa-apa, berkencan saja tidak pernah, jangan sok memberi saran.. " yang dipanggil tuan muda itu langsung melangkah kan kakinya meninggalkan asistennya.


Asisten pribadi tuan muda tidak tahu diri ini, hanya melongo melihat tingkah tuannya yang termasuk dalam kategori ajaib ini. Bukankah lucu sekali ketika mengatasinya tidak pernah berkencan dan jangan memberi saran, sedangkan apa yang dia lakukan saat ini adalah saran dari pria yang dia olok. Pria ini jadi bertanya-tanya dalam hati, ngidam apa nyonya besarnya ketika hamil pria ajaib yang sialnya adalah tuan mudanya ini.


" Saya harap, apa yang anda hadiahkan pada Aerith, tidak akan dilemparkan ke muka anda.. " doa tulus asisten tuan muda itu.


Pria yang dipanggil tuan muda itu terlihat masuk ke kamarnya dan mendekat ke arah jendela. Di dekat jendela sudah ada teropong besar yang mengarah langsung ke rumah Matsuda san. Kebetulan atau entah di sengaja, teropong itu di arahkan ke kamar Aerith yang ada di lantai dua. Sudah mirip penguntit saja pria satu ini.


" Kemana dia? Apa dia sudah membuka hadiah dari ku? Setahu ku, dia sangat menyukai boneka jenis itu.. Hihihi.. Semoga saja kau suka dengan pemberian ku, Aerith chan.. " gumam pria itu tersenyum sendiri, mirip orang gila. Atau memang sudah gila?


Merasa tidak melihat Aerith di dalam kamarnya, pria itu menjauh dari jendela dan mengambil duduk di meja yang selama beberapa hari ini dia jadikan meja kerjanya. Di atas meja itu ada sebuah pigura yang di dalamnya berisikan foto dirinya dan Aerith ketika mereka menerima pemberkatan di gereja.


Di dalam foto itu, wajahnya terlihat datar karena dirinya memang belum bisa menerima kenyataan bahwa dia akan menikahi wanita yang saat itu tidak dia cintai. Tapi wajahnya Aerith, menampilkan senyum penuh kebahagiaan saat berfoto dengannya. Sebahagia itu, Aerith menikah dengannya, dan dia menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatannya bersama dengan Aerith karena hasutan dari cinta pertamanya.


" Jika waktu bisa diulang, aku akan kembali ke masa itu.. Masa dimana kau masih sendiri dan tidak terikat dengan siapa pun.. Karena dengan kembali ke masa itu, aku bisa menyelamatkan hidup mu dan memiliki mu seutuhnya tanpa adanya pria itu yang menjadi pertama bagi mu.. " gumam pria ini mengusap foto yang terdapat wajah Aerith di sana.

__ADS_1


__ADS_2