Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Lepaskan mereka


__ADS_3

Suasana di ruangan rawat Aerith terasa begitu canggung setelah apa yang tadi Aertih dan Ryuzaki lakukan. Wajah Aerith masih tertunduk malu dengan pipi merona tapi dia tidak berani melihat ke arah wajah suaminya. Aerith sebenarnya takut, jika melihat raut wajah penyesalan karena telah menciumnya beberapa menit yang lalu. Aerith tidak mau sakit hati, jadi biarlah nampak Aerith menganggap kejadian tadi tidak pernah terjadi, meski dalam hatinya Aerith begitu bahagia.


Ryuzaki sendiri berusaha menetralkan detak jantungnya yang sedang tidak baik-baik saja saat ini. Ryuzaki sendiri jujur tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan. Yang jelas dia merasa bahwa doa tidak suka jika ada yang menyentuh Aerith selain dirinya. Dia bahkan baru sadar telah mencium Aerith setelah istrinya itu membalas ciumannya. Tapi rasanya ada yang aneh disini, dan Ryuzaki tidak tahu itu apa.


Dia bukan seorang pria sangat suci sehingga tidak pernah berciuman dengan wanita. Para mantannya semua pernah merasakan bibirnya ini, tapi bagi Ryuzaki, bibir Aerith sangat berbeda dari semua mantan kekasih Ryuzaki. Bahkan bibir Aerith kini membuatnya ingin kembali ******* seperti tadi, tentu saja Ryuzaki masih menahannya.


" Em... Apa kau mau makan? " tanya Ryuzaki memecahkan keheningan diantara mereka berdua. Sudah lebih dari sepuluh menit mereka diam dengan pikiran masing-masing sejak selesai berciuman tadi.


" Aku ingin makan beef bento dengan saus BBQ, belinya di dekat kampus, apa itu boleh? " tanya Aerith menatap Ryuzaki memperlihatkan puppy eyes yang justru membuat Ryuzaki tidak lagi bisa menahan diri untuk tidak kembali mencium bibir lembut Aerith.


CUP...


Mata Aerith melebar saat bibirnya kembali dikecup oleh Ryuzaki. Aerith menatap suaminya tidak percaya, kenapa suaminya ini kembali menciumnya. Apakah tadi itu bukan sebuah ketidaksengajaan.


" Jangan menatap ku seperti itu, seolah kau tidak pernah saja dicium oleh pria.. Bukankah malam itu aku juga mencium ku, ralat kau mencium ku duluan.. "

__ADS_1


BLUUSSHH


Wajah Aerith langsung merah padam karena malu, karena yang diucapkan oleh Ryuzaki itu benar adanya. Malam itu memang Aerith yang pertama kali mencium bibi Ryuzaki. Aerith membuang muka karena tidak ingin diledek lebih dari ini oleh suaminya karena masalah ciuman.


" Cepatlah... Aku lapar.. " gumam Aerith lirih.


" Hm.. Tunggu sebentar ya.. Jangan kemana-mana, jika butuh sesuatu minta tolong saja sama suster.. Kau tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu.. Jaga anak kita dengan baik... CUP.. " Ryuzaki mencium kening Aerith sebelum pergi.


" Ya Tuhan.. Jantung ku... Bisa-bisa aku mati duluan nanti.. Oh jantung ku... " gumam Aerith memegangi dadanya yang berdetak sangat cepat sekali.


Aerith tidak butuh banyak hal, asalkan anak dalam kandungannya ini punya status itu sudah lebih dari cukup. Dengan menikahi Ryuzaki, nantinya meski keduanya bercerai, anak dalam kandungan Aerith tidak akan menjadi anak haram. Meski hal ini tidak adil untuk Ryuzaki, tapi bagi Aerith asalkan anak dalam kandungannya bisa mendapatkan hidup yang lebih baik, dia bersyukur meski nantinya dia akan dicap buruk sekalipun.


Bagi Aerith yang sebatang kara, anak dalam kandungannya ini adalah satu-satunya keluarga yang nantinya akan dia miliki. Karena itu, Aerith selalu berusaha menjaga buah hatinya ini agar bisa selamat dan bisa lahir nanti. Aerith sudah tidak sabar ingin sekali melihat anak dalam kandungannya lahir ke dunia. Hingga nantinya mereka berdua akan hidup bersama dan bahagia.


Tanpa Aerith sadari, tindakannya yang tersenyum dengan mengelus perutnya itu disaksikan oleh Ryuzaki yang belum jadi pergi dan kembali karena dompetnya ketinggalan di kamar Aerith. Entah bagaimana mengatakannya, tapi rasanya hati Ryuzaki menghangat karena melihat pemandangan itu. Senyum tipis menghiasi wajahnya, dalam dia dia pergi dari sana membiarkan Aerith larut dalam kebahagiaannya. Untuk masalah uang, biarlah dia nanti meminjam kartu milik daddy Hoshi saja.

__ADS_1


Di sebuah cafe tidak jauh dari rumah sakit berada, daddy Hoshi dan Daigo terlibat pembicaraan serius dan sensitif. Hal ini menyangkut keluarga mereka dan juga menyangkut perasaan Ryuzaki dan rumah tangga nya. Daddy Hoshi sebenarnya cukup kecewa karena anak pertamanya yang biasanya tenang dan tidak gegabah, sekarang justru terlihat sangat tidak kompeten.


Daigo menjelaskan semua yang dia ketahui tentang Aerith dan tentang hubungan Ryuzaki dengan Aerith yang ternyata hanya sebuah kebohongan jika dibilang mereka berpacaran sejak lama. Daddy Hoshi bukannya tidak tahu, tapi dia percaya bahwa putra bungsu nya pasti punya pertimbangan sendiri dalam bertindak, terbukti sekarang mereka mendengar kabar Aerith hamil.


" Bisa saja itu bukan anak Ryu, daddy... Wanita itu bukan wanita baik-baik, jadi aku harap daddy tidak akan tertipu karena itu.. " ucap Daigo terdengar sedikit kasar.


" Kau tahu siapa yang ada di hadapan ku ini kan? Terlepas dari aku yang adalah daddy mu, aku masih tuan besar Narita. Aku masih pemimpin keluarga Narita meski bisnis sudah kau yang mengurus. Jadi jangan bicara seolah aku adalah anak kemarin sore yang tidak tahu harus berbuat apa jika ditempatkan dalam situasi yang tidak baik... " daddy Hoshi menatap Daigo dengan tajam.


Glek..


Aura yang di perlihatkan oleh daddy Hoshi sangat berbeda dengan aura yang biasa dia tampil kan ketika berada di rumah. Aura ini begitu menakutkan dan juga terasa amat mencekik. Inikah kekuatan yang dimiliki seorang pemimpin keluarga Narita, sungguh Daigo dengan kekuatannya yang sekarang bukanlah siapa-siapa.


" Dengarkan aku Dai, lepaskan mereka berdua. Jika pada akhirnya Ryu akan terluka itu akan mendewasakannya, tapi jika hasil akhirnya mengarah ke suatu yang lebih baik. Aku yakin, luka Ryu dimasa lalu juga akan sembuh, dan dia akan bahagia.. " terang daddy Hoshi.


" Dan... Selidiki mantan kekasih Ryu,, aku dengan dia sudah berada di Kyoto sejak dua minggu yang lalu.. "

__ADS_1


degh...


__ADS_2