Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Dilema


__ADS_3

Aerith duduk termenung menatap bintang di langit dari jendela kamarnya. Sejak sore tadi bertemu dengan Ryuzaki dan pria itu mengatakan maksud kehadirannya ke desa ini, Aerith jadi terus memikirkan tentang ucapan Ryuzaki. Masih cinta, bahkan mungkin cinta untuk Ryuzaki jauh lebih besar dari cinta untuk Max, sugar daddy nya. Hanya saja, luka yang ditorehkan Ryuzaki di hatinya juga jauh lebih besar. Membuat Aerith takut untuk memutuskan bagaimana hubungan mereka ke depannya.


Ingin bersama, tapi takut kembali terluka, ingin berpisah, tapi setelah kembali melihat Ryuzaki, pertahanan yang dia buat selama ini runtuh seketika. Aerith jadi dilema sekarang, karena tidak tahu harus memutuskan apa. Ryuzaki pun hanya memberinya waktu sedikit, karena akan pergi ke Inggris. Membayangkan saja Ryuzaki benar pergi ke Inggris, rasanya jauh lebih menakutkan dibanding perceraian mereka saat itu.


" Apa aku Terima kembali saja ya? Tapi, bagaimana kalau dia kembali menyakiti ku lagi.. " gumam Aerith berbicara sendiri.


" Apa aku tanya saja dengan Matsuda san atau mommy Bulan ya. Siapa tahu mereka bisa memberiku solusi.. " Aerith hendak pergi mencari keberadaan Matsuda san, namun dia batalkan karena rasanya sedikit malu jika bertanya pada pria yang menjadi kakeknya itu.


" Huft.. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin Ryuzaki san pergi ke Inggris, tapi aku belum siap mengawali kembali hubungan kami yang dulu kandas.. Apa aku bilang seperti itu saja ya? " Tiba-tiba Aerith mendapatkan ide dengan menjawab pertanyaan Ryuzaki tentang kembali memulai hubungan mereka lagi.


Aerith langsung keluar kamar untuk menuju ke rumah yang ada di depan rumah Matsuda san. Rumah yang ternyata sudah dihuni oleh Ryuzaki sejak beberapa hari yang lalu. Setahun Aerith dulunya rumah itu kosong karena pemiliknya pindah ke Hokkaido. Lalu, bagaimana bisa Ryuzaki mendapatkan izin untuk tinggal di sana.


Tok.. Tok.. Tok..


Aerith mengetuk pintu rumah Ryuzaki, menunggu selama beberapa menit hingga akhirnya pintu terbuka menampilkan Ryuzaki yang masih memakai bathroop dengan rambut yang basah dan ada bulir-bulir air yang menetes dari rambutnya. Mata Aerith langsung melotot melihat betapa seksinya pria yang ada di depannya ini.


Pikiran Aerith langsung mengingat malam-malam yang pernah dia dan Ryuzaki kala mereka masih menjadi suami istri. Bagaimana gagahnya Ryuzaki menyatukan mereka berdua, suara yang berat dan serak yang Ryuzaki keluarkan setiap menyebut nama Aerith di setiap hentakannya. Otak Aerith terus memikirkan hal-hal berbau dewasa sampai tidak menyadari saat Ryuzaki memanggilnya.


" Hei.. Aerith chan.. " Ryuzaki menggoyang tubuh Aerith sedikit lebih keras untuk menyadarkan wanita yang dengan lucunya menatap dirinya. Mata melotot dengan mulut terbuka, kemudian tatapan matanya jatuh pada bagian dada Ryuzaki yang terekspos karena bathroop nya tidak menutupi bagian itu.


" Eh.. Ya.. Maaf.. Ehm.. Itu.. Ryuzaki san.. sangat seksi... sekali.. Eh... Maaf... maaf... aku salah bicara... " Aerith terlihat malu sekali kala mulutnya dengan sangat lancar mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya.


HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

__ADS_1


Ryuzaki tertawa keras merasa lucu dengan tingkah Aerith yang kelewat jujur tentang ketertarikan nya padanya. Sungguh wanita yang pernah mengisi hari-harinya ini sama sekali tidak berubah. Untuk urusan yang berbau intim, selalu berani mengatakan jujur. Ryuzaki banyak belajar dari Aerith tentang kejujuran pada lawan jenis.


" Ish.. Kenapa Ryuzaki san malah ketawa? " Aerith menepuk lengan Ryuzaki karena kesal ditertawakan.


" Habisnya... kamu selalu saja jujur kalau soal yang begituan.. " Ryuzaki masih belum berhenti tertawa.


" Haish.. Memalukan sekali... Ryuzaki san tolong berhenti tertawa atau aku kembali ke rumah.. " ancam Aerith yang akhirnya benar membuat Ryuzaki tidak lagi tertawa.


" Mau masuk atau di luar saja? " tanya Ryuzaki.


" Di luar saja.. " jawab Aerith langsung mengambil duduk di kursi teras.


" Kalau begitu aku masuk ganti baju dulu.. " pamit Ryuzaki. Namun ucapan Aerith berhasil membuatnya tidak percaya bahwa pikiran Aerith ternyata sejauh itu.


Ryuzaki tidak menanggapi pertanyaan Aerith yang pasti sekarang telah disesali wanita itu karena bisanya dia bertanya hal seperti itu. Ryuzaki lekas masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya dan segera berbincang dengan Aerith. Dia yakin, jika mantan istrinya itu pasti sudah membuat keputusan tentang pembicaraan mereka tadi siang.


Ryuzaki keluar menemui Aerith dengan membawa teh hangat bersamanya. Sengaja Ryuzaki membuat teh hangat untuk menghangatkan tubuh mereka karena memang tempat dimana mereka berada ini memiliki cuaca malak yang cenderung sangat dingin.


" Ada perlu apa Aerith chan sampai datang kemari malam-malam begini? " tanya Ryuzaki yang sudah penasaran.


" Ehm.. Ingin mengatakan tentang keputusan yang sudah aku buat.. " jawab Aerith.


" Benarkah? Lalu apa jawaban mu? " Ryuzaki terlihat sangat excited mendengarkan jawaban Aerith.

__ADS_1


" Sebenarnya aku.... aku... aku... "


" Aku... Apa Aerith chan? "


" Aku... em.. tidak ingin Ryuzaki san pergi.. Tapi, aku masih takut kalau-kalau.. Ryuzaki san akan... kembali... "


" Menyakiti mu kan? Jangan khawatir, aku yang sekarang paling takut untuk kehilangan diri mu.. Tidak bersama mu selama hampir satu tahun ini, membuat ku sadar betapa besar arti diri mu ada di samping ku.. Karena itu aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama mu.. Nantinya.. "


" Jika kau tidak yakin dengan ucapan ku, apa perlu kita membuat perjanjian pra nikah? "


" Perjanjian pra nikah?? " Aerith terkejut.


Rasanya sedikit malu dan canggung saat Ryuzaki menyebut kata perjanjian pra nikah. Dengan kata lain ucapan ini memiliki arti bahwa Ryuzaki ingin kembali menikahi Aerith. Lalu sekarang apakah Aerith bisa senang, atau justru sedih.


" Hm.. Jika aku menyakiti mu maka semua hak ku sebagai salah satu pewaris bisnis keluarga Narita, akan aku berikan semuanya pada mu.. "


Mata Aerith langsung terbelalak mendengar ucapan Ryuzaki. Semuanya akan menjadi milik Aerith jika dia kembali disakiti oleh Ryuzaki. Bukankah ini tawaran yang bisa dikatakan lumayan. Aerith jadi tidak perlu kebingungan memikirkan tentang takut menjadi miskin.


" Apa Ryuzaki san bisa menjamin itu semua? Karena terus terang, aku sangat takut jika kembali terluka.. " tanya Aerith.


" Bisa.. Aku akan menjamin itu semua, dengan begitu kau tidak akan dirugikan dalam hal ini.. " jawab Ryuzaki dengan cepat.


" Izinkan aku memikirkannya sampai besok pagi. Jika besok aku keluar dari rumah dan menghampiri kamu, berarti aku bersedia untuk kembali bersama dengan Ryuzaki san.. Begitupun sebaliknya.. "

__ADS_1


Ryuzaki mengangguk mantap, merasa tidak masalah meski kedepannya belum tentu semuanya berjalan dengan lancar. Tapi setidaknya, seterjal apapun jalan yang akan mereka lalui, selama bersama tidak akan mengecewakan hasilnya. Ryuzaki yakin, bahwa Aerith adalah jodohnya dan mereka memang sudah ditakdirkan untuk bersama.


__ADS_2