
Daigo menantikan Ryuzaki mengatakan apa membuatnya menikahi Aerith yang notabene adalah wanita yang tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Narita. Andai saja pekerjaan Aerith tidak seperti itu, meski dia bukan berasal dari keluarga kaya raya, keluarga Narita masih bisa menerimanya menjadi anggota keluarga mereka yang baru. Tapi karena terganjal kenyataan tentang masa lalu dan pekerjaannya itulah, keluarga Narita jelas tidak bisa menerima keberadaan Aerith di tengah-tengah mereka.
Daigo hanya ingin tahu apa alasan Ryuzaki sampai mengorbankan nama baik keluarga Narita seperti ini. Apakah benar karena Ryuzaki mencintai Aerith atau karena ada alasan lainnya. Bagi Daigo, alasan yang akan disebutkan oleh Ryuzaki inilah yang akan menjadi pertimbangan Daigo untuk menerima dan tidaknya keberadaan Aerith di keluarga Narita.
" Kau tahu bahwa kau terlalu dalam ikut campur dalam masalah ku kan.. " Ryuzaki menatap tajam Daigo.
" Yah,, aku tahu.. Tapi ini berkaitan dengan nama baik keluarga Narita, karena itu aku ikut campur di dalamnya.. " Daigo menekankan kata keluarga Narita dan nama baik di depan Ryuzaki.
" Andai saja kau tidak terlalu ikut campur, ditambah tidak menyelenggarakan acara konyol seperti ini, aku bisa menjamin keluarga Narita tidak akan mendapatkan dampak buruk dari masa lalu Aerith. Tapi karena kau sampai sejauh ini, aku tidak bisa lagi menjamin apapun. " ujar Ryuzaki menatap tajam Daigo, kemudian segera berniat pergi dari ruangan itu. Dia tidak mau percakapan ini berakhir dengan baku hantam, karena itu sangat dibenci kedua orang tuanya.
" Kau mencintai wanita itu? " ucapan Daigo sukses membuat Ryuzaki berhenti berjalan.
Ryuzaki kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu, namun sekali lagi ucapan Daigo berhasil mengusiknya.
" Jika kau mencintainya, aku akan membantu mu memperoleh semua jalan keluar dari masalah kalian. Jika tidak, berpisah lah dengannya sebelum kalian akan saling menyakiti.. " dengan tegas Daigo memperingati Ryuzaki.
" Cinta,, hanyalah sebuah kebodohan manusia karena memiliki cinta. Tapi bagi ku, cinta itu tidak pernah ada, jadi jangan membahas masalah cinta lagi, karena aku bukan orang yang percaya pada apa yang disebut cinta... "
Degh...
__ADS_1
Daigo menghela nafas panjang saat menyadari tebakannya selama ini benar. Anak ini belum sepenuhnya lupa atas apa yang mantan tunangannya dulu lakukan saat mereka menikahi. Tepatnya hampir menikah karena saat itu calon istri Ryuzaki pergi meninggalkan gedung begitu saja dan pernikahan pun dibatalkan.
Daigo sadar seperti nya dia tidak akan bisa mencegah apa yang akan terjadi di masa depan. Aerith dan Ryuzaki akan menjadi dua orang saling membenci suatu saat nanti. Dan apakah itu akan semakin melukai Ryuzaki lagi. Daigo masih harus berusaha mencari segala cara untuk membuat ketakutannya tidak terjadi.
" Ryuu... " Daigo memanggil saudara kembarnya itu sekali lagi. Ryuzaki tidak berbalik, hanya membelakangi Daigo sambil menunggu apa yang akan saudaranya itu katakan.
" Suatu hari nanti kalian akan saling menyakiti karena luka yang kalian bawa dalam pernikahan ini.. Apa kau masih tetap akan mempertahankan wanita itu disisi mu? Jika tidak, hari ini aku akan membantu mu mengakhiri pernikahan ini.. " Daigo menawarkan bantuan, karena berpikir bahwa Ryuzaki terjebak dan terpaksa dengan pernikahan ini.
Ryuzaki sendiri tidak tahu apa yang ada di hatinya jika ditanya tentang Aerith. Ryuzaki hanya merasa nyaman dan baginya Aerith itu pengusir sepi di hati dan hidupnya. Sebelum ada Aerith dia akan sering kesepian dan memikirkan tentang masa lalunya tapi sekarang ini semenjak ada Aerith, isi pikiran Ryuzaki hanya dipenuhi wanita itu saja. Jadi bagaimana perasaannya Ryuzaki tidak tahu.
" Jangan ikut campur Dai,, hanya itu yang bisa aku katakan pada mu.. " Ryuzaki keluar dari ruangan itu, meninggalkan Daigo yang hanya bisa menghela nafas saja. Sungguh situasi ini sangat tidak menyenangkan.
Di ruangan tunggu yang biasa dikhususkan untuk keluarga Narita itu, terlihat Aerith sangat tidak tenang. Andai saja dia tahu bahwa pria yang dia jebak itu adalah anggota keluarga bangsawan sekelas keluarga Narita, maka Aerith akan memilih mundur dan mencari pria lain untuk dijebak.
" Huft.... Apa yang akan terjadi setelah ini.. Bukankah daddy sudah menutup semua informasi tentang ku, lalu kenapa keluarga Narita bisa tahu.. Oh tunggu,,, kenapa aku jadi bodoh? Jelas saja keluarga Narita bisa tahu.. Siapa yang tidak kenal keluarga ini... Sungguh hidup ku akan berakhir sebentar lagi.. " Aerith menunduk meremas jari-jarinya karena ketakutan.
" Sepertinya aku harus mengandalkan Nanako, apa aku bercerai saja dengan Ryuzaki dan dan menikahi kakak laki-laki Nanako.. Sepertinya itu tidak buruk.. " Aerith sudah mulai melantur bicaranya.
Ceklek...
__ADS_1
Suara pintu dibuka, tapi Aerith sama sekali tidak merespon karena asyik melamun. Seorang pria mendekat ke arah Aerith dan langsung mengambil tempat duduk di samping Aerith dengan tubuh mereka yang saling mendempel. Tangan pria itu digunakan untuk membelai rambut Aerith, lalu turun ke punggung.
Awalnya Aerith diam saja karena di sedang asyik melamun dan pikirnya itu adalah suaminya. Namun mata Aerith langsung membola ketika dia merasakan sesuatu yang berbeda disini. Bukankah suaminya itu tidak mungkin melakukan apa yang dilakukan orang di sampingnya ini. Aerith sudah ada kesepakatan dengan suaminya bahwa mereka tidak akan melakukan kontak fisik dengan satu sama lain.
Ketika Aerith memutar kepalanya dan melihat siapa yang di sampingnya. Sungguh Aerith rasanya ingin berteriak sekencang mungkin saat ini. Perasaan Aerith langsung tidak baik-baik saja saat ini.
" Sialan.... " batin Aerith memaki melihat pria tua dengan perut buncit dan kepala botak yang bernama Hatake Mitsuki ini.
" Apa yang anda lakukan disini Tuan? Ini ruangan khusus untuk keluarga Narita.. " tanya Aerith berusaha sopan. Meski dia ingin sekali mengetok kepala botak pria ini dengan heelsnya karena tangan pria ini yang sudah menjamah kemana-mana.
" I miss you baby... Aku merindukan mulut mu dan juga waktu-waktu yang aku habiskan bersama mu.. Maukah kau melakukannya lagi apa yang biasanya kau lakukan pada..... itu... " pria ini melirik sesuatu di bawah yang terlihat menggembung dibalik celananya.
" Maaf tuan.. Tapi saat ini saya sudah bersama dengan.... "
" Tuan muda ketiga Narita? Hei,, apa kau bodoh? Aku berada di sini, di ruangan khusus keluarga itu, jika bukan dengan seiizinnya, mana bisa baby... "
Degh... Degh... Degh...
Jantung Aerith serasa diperas dengan kuat mendengar ucapan dari pria di sampingnya ini. Kenapa semua jadi begini, apa yang tadi Ryuzaki katakan padanya hanyalah sebuah ucapan belakang tanpa ada pembuktian.
__ADS_1
Karena sibuk dengan apa yang ada di pikirannya dan hatinya, Aerith sampai tidak sadar dengan apa yang diperbuat oleh pria tua di sampingnya ini. Ketika bibi pria itu langsung menyambar mulus Aerith, dan meski memberontak sekalipun, tubuh Aerith tidak akan mampu.
BRAKKKK