Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Pak dosen ku cemburu


__ADS_3

Ryuzaki terlihat memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing sejak tadi pagi. Mungkin karena dia kurang tidur semalam, selain mengevaluasi hasil kerja mahasiswanya, Ryuzaki masih harus menjaga Aerith di rumah sakit. Inilah hasilnya, kepalanya jadi sangat pusing sekali.


" Ryuzaki san, anda baik-baik saja? " tanya dosen wanita muda, rekan kerja Ryuzaki.


" Saya baik Haruka san, Terima kasih.. " Ryuzaki tersenyum. Dia sedang berada di ruang dosen umum yang ada di gedung rektorat sambil menunggu jam kerjanya selesai.


" Kalau anda sedang tidak baik,, silahkan pulang lebih dulu tidak apa.. Biar nanti saya saja yang mengabsen kan anda, Ryuzaki san. " ujar dosen bernama Haruka itu. Menurut kabar burung, dosen wanita ini masih lajang dan tengah secara terang-terangan mengincar Ryuzaki.


" Terima kasih kalau begitu,, saya permisi pulang dulu.. " secepat kilat Ryuzaki segera menuju ke parkiran khusus, dimana mobilnya berada.


Berada jauh dari Aerith, ditambah dia yang tidak bisa melihat wajah cantik sang istri, rupanya sekarang mulai mempengaruhi dirinya. Dulu saja Ryuzaki cuek bebek, seolah tidak peduli dengan Aerith. Tapi lihat sekarang, baru beberapa jam. tidak melihat wajah sangat istri, hatinya sudah galau.


" Sedang apa dia di sana? Oh ya,, mungkin sekarang sedang dengan temannya itu, entah aku lupa siapa namanya. Tapi syukurlah, dia tidak kesepian.. " gumam Ryuzaki mengendari mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang seperti seorang pembalap. Dia ingin segera melihat sang istri saat ini.


Kriiiieeerttttt....


Pintu ruang rapat Aerith terbuka dan Ryuzaki masuk ke dalam. Wajah Aerith dan Nanako sekarang sudah tidak lagi bisa dibaca bagaimana ekspresi mereka. Karena tepar disaat Ryuzaki masuk, saat itulah tepat disaat kedua wanita ini tengah membicarakan tentang daddy sugar Aerith. Rasanya mulut mereka tidak bisa berkata-kata lagi karena kaku, tubuh mereka juga mendadak membeku, menunggu bagaimana reaksi dari Ryuzaki.

__ADS_1


" Daddy. ? Memangnya daddy kemari? " tanya Ryuzaki merasa tadi mendengar Nanako menyebut nama daddy.


" Daddy? " beo Aerith terlihat cengo.


" Ah.. Iya,, itu Aerith dapat salam dari daddy saya.. Katanya lekas sembuh.. " Buku-buku Nanako menjawab. Sikunya dia gunakan untuk menyenggol Aerith agar tidak kelihatan bodoh di situasi saat ini.


" Hehe... Betul itu,, itu memang betul... Iyakan Nanako chan? " Aerith tersenyum canggung. Dalam batin dia bersyukur Ryuzaki tidak mendengar secara lengkap ucapan dari Nanako tadi.


" Kalau begitu Terima kasih atas perhatiannya.. " Ryuzaki berjalan mendekat, kemudian mengusap kepala Aerith. Penampakan ini dilihat jelas oleh Nanako, membuat jiwa gosipnya mendadak keluar karena penasaran sesuatu terjadi.


" Sudah makan? " tanya Ryuzaki. Disini yang terkejut bukan lagi Aerith, tapi adalah Nanako. Tidak mungkin yang dilihatnya ini adalah Narita Ryuzaki, dosen yang terkenal paling kejam di kampus.


Kotaka datang tepat setelah dia selesai memasak dimsum untuk Aerith. Jika ditanya dimana dia memasak, dan kenapa bisa cepat sekali. Jawabannya Kotaka memasak di dapur rumah sakit dengan bahan yang sudah tersedia di sana. Benar-benar semaunya saja.


" Aerith, ini dimsum pesanan ku sudah matang.. " ujar Kotaka.


" Terima kasih... " tangan Aerith lekas terulur ke pinggan yang dibawa oleh Kotaka, dan diapun mulai menikmati dimsum buatan kakak Nanako itu.

__ADS_1


Cara Kotaka dalam memandang Aerith terlihat lain dari pria lain, ini membuat alarm dalam benak Ryuzaki berbunyi. Alarm yang menandakan adanya saingan sebagai seorang wanita. Kini, Ryuzaki terus memperhatikan Kotaka dan cara pria itu memberikan perhatian pada sang istri.


" Hm.. Ternyata ini saingan ku.. Apakah pria ini yang malam itu menghubungi Aerith? Siapa namanya ya,, kok aku jadi lupa? Kotaku? Koboru? Atau siapa ya? " batin Ryuzaki meributkan nama kakak dari Nanako.


" Ehmm.. Niishan,, ayo kita pulang.. Bukankah tadi kau bilang kau masih ada pertemuan dengan klien.. " Nanako menarik lengan kemeja yang dikenakan oleh Kotaka. Dari cara pandang Ryuzaki pada Kotaka bisa ditarik kesimpulan bahwa dosen Nanako ini sedang mengamati seorang musuh.. Ini sungguh tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena iri dengan cepat Nanako kembali menarik kakaknya untuk pulang.


" Eh... " Aerith terheran karena kedua temannya itu pergi begitu saja.


Aerith bersikap acuh, mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan acara makan siangnya yang entah keberapa. Yang jelas, dan Aerith sendiri tidak mengerti adalah, semenjak kehamilannya ketahuan, tanda-tanda orang hamil itu mulai bermunculan. Aerith yang terkadang mual, dia yang merasa pusing dan gampang lelah, kemudian yang paling kentara adalah ngidam makanannya menjadi tidak tahu aturan.


Tapi tanpa Aerith sadari, Ryuzaki begitu senang memerankan perannya sebagai calon ayah. Meski terlihat ogah-ogahan ketika diminta untuk membelikan apa yang diinginkan oleh Aerith, tapi percayalah dia yang paling semangat untuk melakukan itu. Aerith tidak terlalu memperhatikan kesenangan baru suaminya karena dirinya sedang bahagia karena tidak lagi perlu menutupi kehamilannya dari Ryuzaki dan keluarganya. Tinggal masalah di kampus saja, toh masih belum terlihat perutnya membuncit. Ini masih terlihat wajar.


" Enak sekali masakannya sampai kau tidak memperdulikan aku yang sejak tadi disini? " tegur Ryuzaki jengah dengan sikap istrinya yang seperti tidak pernah memakan dimsum saja.


" Hehehe... Maafkan aku.. Ini rasanya memang enak sekali.. Masakan Kotaka niishan memang tidak perlu diragukan lagi... " Ryuzaki langsung berwajah masam. Moodnya mendadak jelek karena di mulut sang istri keluar pujian untuk pria lain.


" Teruskan saja kau memujinya,, lupa siapa suamimu? " sindir Ryuzaki. Aerith cukup terkejut mendengar ucapan Ryuzaki barusan. Bisakah jika ini dianggap sebagai cemburu?

__ADS_1


Aerith terkekeh pelan, dan itu semakin membuat Ryuzaki kesal dibuatnya. Ryuzaki pun memalingkan wajahnya malas menatap sang istri saat ini. Tapi sungguh kemudian, Aerith malah duduk dipangkuan Ryuzaki, kemudian membisikan sesuatu yang membuat bulu kuduk Ryuzaki merinding.


" Tiba-tiba saja,, aku ingin melakukan itu..... dengan mu.. " bisik Aerith, ditambah dengan meniup pelan telinga Ryuzaki.


__ADS_2