Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Kesepakatan


__ADS_3

" Aaarrgghhh... " Aerith memekik kaget saat merasakan tangannya ditarik oleh seseorang.


" Kenapa berteriak begitu? Dan kau mau kemana? " Aerith langsung menghembuskan nafas lega saat ternyata yang menariknya adalah suaminya.


" Ehm.. Itu... Aku mau... Ehm,, itu.. itu.. Aku mau puding.. Iya.. " Aerith tergagap bingung. Tidak mungkin dia jujur tujuannya mau kemana.


" Kalau begitu biar aku ambilkan.. Kau masuk saja lagi, bahaya diluar.. " ujar Ryuzaki langsung mengikuti troli yang membawa puding yang diinginkan oleh Aerith tadi.


Sebenarnya Aerith enggan untuk mengikuti ucapan Ryuzaki. Dirinya terlalu penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Max dan juga wanita yang setahunya adalah mantan calon istri Ryuzaki. Perasaan Aerith tidak enak, dia merasa ketakutan jika sampai mantan suaminya itu mengatakan yang tidak-tidak pada Max. Pria itu bukan tipe yang akan mengalah ketika apa yang sudah diklaim miliknya diambil orang. Dan Aerith adalah termasuk didalam hak kepemilikannya.


" Gawat kalau daddy sampai tahu.. Tapi, tidak mungkin kan ada yang tahu tentang hubungan kami.. Secara daddy menutupnya dengan sangat rapat.. Apa aku temui saja dia ya, tapi...? " Aerith terlihat bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Yang di depannya kali ini tidak bisa disepelekan. Bisa-bisa sebelum waktunya, semuanya akan berakhir.


Ryuzaki datang membawa beberapa puding dengan berbagai rasa untuk Aerith. Tapi ketika memasuki ruangan tunggu, istrinya terlihat tidak tenang. Nampak ada sesuatu yang dipikirkan tapi sepertinya Aerith tidak akan jujur padanya. Jika mencari tahu pun juga akan susah karena tidak ada petunjuk sama sekali. Apa ini ada hubungannya dengan tadi Aerith keluar, itulah pikir Ryuzaki.


" Ini pudingnya.. Dengan berbagai macam rasa.. " ujar Ryuzaki meletakan nampan berisi puding tepat di depan Aerith.


Awalnya Aerith ingin puding hanya untuk menutupi sesuatu dari suaminya. Tapi saat kini menatap puding-puding itu, tiba-tiba saja air liurnya seperti hendak menetes. Rupanya anak dalam kandungannya bisa diajak kompromi agar ayahnya tidak mencurigai ibunya.


" Terima kasih Ryuzaki san.. " Aerith langsung mencomot satu puding dan memakannya hingga habis, dia mengambil satu lagi yang memiliki rasa berbeda, dan begitu seterusnya sampai puding itu habis dimakan oleh Aerith.


Ryuzaki masih menatap curiga sang istri, tapi melihat Aerith yang makan begitu lahap, dia pun tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Saat ini tidak ada yang lebih penting dibandingkan Aerith dan suasana hatinya, demi anak dalam kandungannya.


*******

__ADS_1


" Katakan apa mau mu? Sungguh jika itu tidak penting, akan aku buat kau menyesal karena sudah membuang waktu ku.. " Max menuntut Rena untuk lekas mengatakan kepentingannya.


" Hirano Aerith.... Anda mencarinya kan? " mata Max langsung melotot tajam mendengar nama wanita yang sudah satu minggu ini mengganggu pikirannya.


" Tidak perlu mengelak, saya tahu anda dan wanita itu memiliki hubungan yang lebih dari sekedar saling kenal.. Saya bisa katakan dimana dia berada, tentunya saya menginginkan kerjasama setelahnya. " ucap Rena sama sekali tidak terintimidasi oleh tatapan tajam Max.


" Siapa kau? " tanya Max.. Sebelum membuat keputusan dia harus tahu dengan siapa dia berurusan.


" Hibiki Rena,, model internasional dan juga seorang wanita yang posisinya dirampas oleh kucing liar anda.. " jawab Rena sedikit sarkas.


" Oooh.. Kau model yang baru saja mengadakan kerjasama dengan Lunox Entertaiment kan? " tanya Max memastikan. Karena Lunox Entertaiment adalah perusahan milik mendiang ibunya.


" Benar.. Dan kalau saya tidak salah, anda termasuk pemegang saham perusahaan ini. Bahkan pemegang saham tertinggi lho.. Saya disini bukan lawan tuan, tapi kawan.. " Rena mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh Max.


" Katakan dimana Aerith..!!! " ucap Max terdengar seperti sedang memerintah.


" Dia menikah dengan calon suami saya.. Dan sekarang dia tengah bahagia dengan mengambil tempat yang seharusnya milik saya.. "


BRAAAKKK...


Rena berjengit kaget ketika pintu di sampingnya ditinju oleh Max hingga penyok. Rena menelan ludahnya kasar melihat tenaga yang dimiliki pria ini. Padahal usianya sudah hampir setengah abad. Tidak terbayang bagaimana kekuatannya di atas ranjang. Pikiran Rena benar-benar sudah tidak beres. Dia pun menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran aneh itu.


" Siakan... Dia berani bermain-main dengan ku.. " Max mendesis emosi.

__ADS_1


" Katakan dimana dia sekarang!! Aku akan menyeretnya kembali ke tempat dimana dia seharusnya berada.. " nada bicara Max mulai meninggi karena emosinya sudah tidak bisa diredam lagi.


" Tidak bisa gegabah.. Suaminya bukan pria biasa yang bisa anda kalahkan.. Wanita itu menikahi tuan muda ketiga keluarga Narita.. "


DDUUUUAAARRRR


" Bagus... Sungguh bagus... Sekarang dia sudah pandai mencari perlindungan.. " ucap Max semakin emosi.


Tubuh Rena santai bergetar ketakutan karena melihat pria di depannya ini yang sedang marah. Aura Max berubah menjadi mengerikan dan Rena takut akan itu. Andai dia tahu yang dia hadapi ini adalah singa si raja hutan, dia lebih baik mengajak managernya tadi.


" Lalu apa mau mu? Kerjasama apa yang kau tawarkan pada ku? " Max menatap tajam Rena.


" Memisahkan mereka. Dengan begitu anda bisa mendapatkan wanita itu, dan saya bisa mendapatkan kembali calon suami saya.. "


" Caranya? Menggunakan cara ku atau cara mu? "


" Kita diskusikan.. Bagaimana saya bisa menghubungi anda? "


" Datang ke Lunox Entertaiment dihari Sabtu malam, kita bertemu disana.. " ucap Max kemudian meninggalkan Rena.


Kesepakatan telah dibuat, dewi Fortuna benar-benar memihak Rena. Dia tidak menyangka bahwa Aerith begitu berharga dimata Max. Memangnya pa yang dimiliki Aerith sehingga pria itu sampai tidak ingin kehilangan Aerith. Dengan kekuasaan dan uang yang dia miliki, ribuan Aerith bisa dia dapatkan. Sungguh aneh menurut Rena.


Max sendiri meninggalkan Rena dengan suasana hati yang sangat buruk. Kalau dia tidak berada di tempat umum, sudah bisa dipastikan dia akan mengamuk dan menghancurkan apapun yang menghalanginya. Max berusaha menahan emosinya, tidak menyangka Aerith akan mengkhianatinya seperti ini.

__ADS_1


" Tunggu saja baby... Kau akan kembali pada ku.. Dengan cara apapun.. " gumam Max terlihat sangat marah.


__ADS_2