
Jantung Aerith berdetak sangat cepat, rasanya di tempatnya dia berdiri saat ini, adalah sebuah tempat yang akan membawanya ke pengadilan. Pernah bercengkrama dengan seluruh keluarga Narita, tidak membuat Aerith benar-benar terbiasa dengan keluarga itu. Beberapa anggota keluarga suaminya ini memang ada beberapa yang Aerith segani dan Aerith selalu merasa orang-orang ini mengetahui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. Resiko menjadi pembohong yang harus siap dihantui oleh orang-orang yang dibohonginya.
Dapat Aerith lihat dari arah dalam lorong kediaman Narita yang mengarah masuk ke rumah utama, sudah ada kedua mertuanya dan iparnya berjalan ke arahnya dan Ryuzaki. Penyambutan seperti ini biasa dilakukan keluarga ini dengan tujuan ingin mengatakan pada keluarga yang datang bahwa mereka diterima dengan baik di keluarga ini dan kediaman ini.
Tangan Aerith langsung digandeng masuk oleh Kyomi dan juga mommy Bulan, meninggalkan para pria yang berjalan di belakang. Menurut apa yang dikatakan Ryuzaki tadi, mereka akan menginap di kediaman Narita sampai pekan depan. Berarti bisa dihitung sekitar empat sampai lima hari mereka akan menginap.
" Perasaan ku saja atau iya kau tambah gemuk ya Aerith.. " Kyomi memutar ke kanan dan ke kiri tubuh Aerith.
" Gimana nggak gemuk kalau kerjaan makannya saja dua porsi bahkan lebih... " sahut Ryuzaki yang baru masuk ke ruang keluarga diikuti oleh daddy Hoshi.
" Ish... Jangan bongkar rahasia... " ketus Aerith membuang muka. Sebenarnya dia membuang muka bukan karena marah, tapi malu karena bisa dianggap rakus seperti babi.
" Biar dong kalau banyak makan,, biar sehat dan cepet hamil.. Ya kan Kyomo.. " ujar mommy Bulan mendukung anak mantunya.
" Ntar nunggu Kyomi chan hamil dulu baru aku suruh istri ku hamil.. " celetuk Ryuzaki.
__ADS_1
" Heleh... Hamil apaan orang gara-gara kamu yang nggak mau ngurus perusahaan, tuh lihat dua saudara kamu lebih sering di perusahaan daripada di rumah. Kapan dong aku buat debay nya, kalau kayak gitu? " omel Kyomi sudah berkacak pinggang menatap nyalang Ryuzaki.
" Dih marah... Biasa aja kali, nggak usah kumat begitu.. " ejek Ryuzaki membuat Kyomi merengut kesal dan dan langsung manja pada mommy Bulan mengadu.
Dari tempatnya duduk, bisa Aerith lihat sosok lain dari suaminya yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Cerewet, hangat tapi tetap saja mulutnya tidak berfilter. Tapi Aerith suka sekali dengan versi suaminya yang sekarang. Sayangnya, versi ini hanya akan ada jika suaminya tengah berkumpul dengan keluarganya. Jika tidak, maka mode galak dan juteknya akan langsung keluar, belum lagi irit bicara tapi sekali bicara sangat menyakitkan.
Gerak gerik Aerith rupanya tengah diperhatikan oleh daddy Hoshi. Bukan tidak suka pada menantu pilihan putranya ini, tapi dia menyelidiki sebelumnya tentang kedua orang ini, dan hasilnya tidak ada hubungan diantara keduanya sebelum memutuskan menikah. Bahkan daddy Hoshi tidak menemukan apapun ketika menyelidiki Aerith. Sepertinya masa lalu Aerith disembunyikan dengan rapat oleh Ryuzaki sehingga tidak dapat diakses dengan mudah oleh orang lain.
" Sudah berdebatnya,, kita makan siang dulu ya.. Sepertinya Aerith sudah lapar.. " ujar daddy Hoshi menghentikan perdebatan antara anak dan menantunya.
" Burger itu hanya cemilan.. Bukan makanan.. " ujar Aerith yang mendadak jadi kesal karena tatapan mata Ryuzaki yang sangat mengenalkan karena setengah mengejek.
Makan siang keluarga Narita pun berjalan dengan hikmat. Semuanya menikmati hidangan yang dimasak oleh koki bintang dan rasanya begitu lezat di lidah Aerith. Beberapa kali Aerith terlihat ingin menambah porsi makannya, tapi karena malu dia hanya diam saja menatap yang lain makan karena dia sudah selesai makan.
Seolah tahu, daddy Hoshi mengambil piring Aerith dan langsung menyendokan lagi nasi dan beberapa lauk serta sayur yang sepertinya akan disukai menantunya ini. Aerith sampai tidak bisa berkata apa-apa sejak ayah mertuanya mengambil piring dari depannya. Diam-diam mommy Noura dan Kyomi tersenyum melihat perbuatan daddy Hoshi. Ternyata, suami dan ayah mertuanya ini sudah menerima kehadiran Aerith meski awalnya menentang hubungan Aerith dengan Ryuzaki.
__ADS_1
" Makan yang banyak.. Tidak masalah jika makanan ini habis, karena masakan dimasak untuk dihabiskan, bukan hanya dilihat saja.. " ujar daddy Hoshi meletakan sepiring makanan untuk Aerith.
" I-iya dad... Te-terima kasih.. " Aerith tersenyum canggung.
Meski terlihat sangat canggung disini, dia merasa sangat bahagia jauh dilubuk hatinya yang paling dalam. Hati Aerith yang beku kembali menghangat saat mendapatkan perlakuan baik dari keluarga suaminya. Bahkan mertuanya juga baik padanya. Aerith merasa seperti benar-benar kembali memiliki ayah dan ibu. Dulu kala, ayah Aerith juga selalu berbuat seperti ini padanya.
Tanpa terasa, bulir halus air mata Aerith menetes ketika dia sedang memakan makanannya. Sungguh perhatian kecil ini mampu membuatnya begitu bahagia, sampai-sampai dia yang terharu jadi menangis. Tidak ada yang tahu bahwa kini Aerith sedang menangis karena dia menunduk memakan makanannya.
Bahkan sampai yang lain selesai makan pun, Aerith masih terus menunduk karena air matanya tidak kunjung berhenti. Bukankah wajar jika kini dia menangis, karena sudah lama sekali rasanya dia tidak lagi mendapatkan rasa kasih dan sayang dari orang tua, terlebih ayahnya.
Aerith menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dalam kecelakaan. Ketika keluarga diminta merawatnya yang saat itu masih berumur lima belas tahun, tapi nyatanya keluarga pamannya itu tidak suka dengan keberadaannya. Hingga ketika SMA, Aerith memutuskan pergi dari rumah pamannya dan mulai sekolah dengan hasil dia kerja sebagai lady escort.
Dalam sekali menemani pelanggan, Aerith bisa membayar uang kos dan sekolah, sisanya dia akan gunakan untuk makan sehari-hari. Belum lagi nanti uang gajinya akan dia tabung. Memang dia memiliki penghasilan yang banyak karena pekerjaannya itu, tapi tentu saja hal itu mendapatkan cibiran dan cemoohan dari orang. Alasannya karena pekerjaan itu sama dengan melacur, padahal Aerith tidak sampai menemani pelanggan ke kamar.
Rasanya pedih sekali jika dia mengingat masa-masa itu, lalu jika sekarang dia ingin bahagia apakah tidak boleh. Jika sekarang ini dia sedang me coba untuk mendapatkan keluarga dari sang suami apakah itu disebut serakah. Aerith menangis dalam diam hingga Ryuzaki mendengar isakan kecilnya.
__ADS_1
" Kenapa kau menangis? " tanya pria yang bergelar suaminya itu.