Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Bertemu dengannya


__ADS_3

Tenang tapi menghanyutkan, itulah yang telah dilakukan oleh Rena Hibiki saat ini. Dia tidak bisa menuruti emosinya karena dia memiliki sebuah rencana yang pastinya akan lebih bagus jika terlaksana semuanya hingga sampai akhir. Semua mata akan terbuka dan wanita itu akan mendapatkan pelajaran yang berharga karena telah mengingini apa yang menjadi milik Rena.


Hari entah kebetulan atau memang managernya sengaja, tapi Rena ada sebuah pemotretan di tempat yang dekat dengan kampus Ryuzaki mengajar. Rena berencana ingin sekali muncul di depan Ryuzaki, pria yang selama lima tahun ini dia tinggalkan, hanya untuk melihat bagaimana ekspresi Ryuzaki ketika bertemu kembali dengannya.


Rena bahkan sudah berdandan dengan total pagi ini untuk menambah rasa percaya dirinya bertemu dengan cintanya. Pria yang pernah hampir menikah dengannya namun gagal demi bisa membuat dirinya menjadi seperti yang sekarang. Model international dengan ribuan job dan bayaran jutaan dolar, tentu lebih pantas bersanding dengan tuan muda ketiga Narita, jika dibandingkan seorang pelacur seperti Aerith.


" Kau siap " tanya Ena.


" Tidak pernah sesiap ini.. Ayo kita berangkat, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya.. " dengan semangat membara, Rena memasuki mobil managernya dan segera berangkat menuju ke lokasi pemotretan.


" Aku datang.. Apa kau masih mengingat ku sebagai yang terindah dalam hidup mu, Ryu kun.. " batin Rena masih dengan senyum merekah menghiasi bibirnya.


******


Di kampus, Nanako heboh karena akhirnya setelah tiga minggu off, Aerith sudah kembali lagi masuk kuliah. Tentunya dengan perjanjian terlebih dahulu dengan Ryuzaki bahwa dia akan menjadi dirinya dan kandungannya dengan baik. Jika sampai ketahuan Aerith membuat masalah, maka Aerith harus bersiap mengikuti kuliah offline.


Ryuzaki awalnya melarang dengan keras Aerith yang ingin kembali masuk ke kampus. Dia ingin, Aerith mengikuti kuliah offline saja di kondo mereka. Toh sama saja malah justru nyaman kuliah offline, karena hanya beberapa jam saja. Tidak seperti kuliah biasa yang bisa memakan waktu dari pagi sampai ke sore. Tapi dasarnya Aerith tidak bisa diam dan keras kepala, dia tetap kekeh untuk kuliah bahkan meminta bantuan daddy Hosho untuk membantunya meminta izin pada Ryuzaki. Hasilnya, kini dia tengah berjalan menuju ke kantin untuk sarapan keduanya dengan menu soto daging khas Reka san.

__ADS_1


" Aku pikir kau tidak akan masuk kuliah lagi, melihat betapa posesif nya Ryuzaki san pada mu.. " ucap Nanako.


" Hm.. Awalnya juga aku pikir begitu, tapi setelah aku memaksanya bahkan meminta bantuan daddy nya, aku pun diperbolehkan. Dengan syarat tentunya.. " ujar Aerith menceritakan tentang dia yang bertengkar dengan Ryuzaki karena perbedaan pendapat mereka.


" Syukurlah.. Tiga minggu tanpa mu, aku benar-benar kesepian.. " Nanako memeluk Aerith. Meski dipandang tidak suka sekalipun oleh para mahasiswa lain yang juga berada di kantin, tapi sungguh Nanako dan Aerith sama sekali tidak peduli.


Siang harinya ketika jam makan siang tiba, Ryuzaki berniat untuk mengajak Aerith makan di restoran bento yang ada di dekat kampus. Dia tahu jika istrinya jadi gemar makan bento sejak hamil, ingin sekali mengajak sang istri makan siang bersama. Toh setahu Ryuzaki, jam siang ini adalah kelas terakhir dirinya dan juga Aerith.


Ryuzaki mengirim pesan pada istrinya itu dan langsung dibalas Aerith dengan kata setuju. Tapi Aerith meminta Ryuzaki untuk ke sana lebih dulu karena jam pulang Aerith lebih ngaret karena harus menyelesaikan catatan dari dosen pengajar. Ryuzaki yang juga seorang dosen jelas maklum dan tentu bersedia menunggu sang istri.


" Aerith.. Kau buru-buru sekali mau kemana? Pelan saja nulisnya.. " tegur Nanako yang melihat Aerith menulis dengan sangat cepat sampai tulisannya mirip cekeran ayam.


" Cieh... Cieh... Yang hubungannya jadi makin lengket dan mesra.. " Nanako menggoda Aerith dan bukannya marah Aerith malah tersipu malu, hal itu membuat Nanako jadi mencemaskan nasib teman baiknya ini nanti.


" Jangan sampai kau terluka, ingat itu.. Batasi rasa mu padanya atau kau yang paling menderita jika yang paling buruk dalam skenario ini menjadi akhirnya.. Aku tidak ingin kau terluka.. Oke.. " Aerith mengangguk.


Tanpa Nanako mengatakan hal itu pun Aerith tahu pasti apa yang akan terjadi padanya jika dia benar-benar masuk dalam sandiwara ini. Selain luka, Aerith juga akan mendapatkan penghinaan, dan itu yang paling menyakitkan jika hanya kehilangan saja. Karena itu sebisa mungkin Aerith membatasi perasaannya agar jangan sampai terjebak oleh takdir yang menyedihkan.

__ADS_1


******


Ryuzaki sudah berdiri di depan kasir untuk memesan makanan yang akan dia dan Aerith makan nanti. Menurut apa yang istrinya tadi minta, dia ingin makan beef bento ekstra dengan minumannya adalah cappucino ice. Tentu saja Ryuzaki langsung menuruti karena jika tidak anaknya nanti bisa ileran. Nggak banget anak dari tuan muda ketiga Narita ileran.


Ketika selesai gilirannya, Ryuzaki hendak melangkah ke lantai dua dimana di sana adalah ruangan VIP yang tidak akan berbaur dengan orang lain. Tapi tiba-tiba saja, seseorang memeluknya dan kejadian itu sangat cepat sekali. Awalnya Ryuzaki berpikir itu istrinya tapi aroma ini, wangi ini bukanlah wangi parfum sang istri.


" Akhirnya aku bisa melihat mu, Ryuu kun.. Aku sangat merindukan mu.. " jantung Ryuzaki langsung berdetak cepat kalau menyadari siapa yang tengah memeluknya. Rasanya dia merasa begitu senang ketika sadar siapa yang memeluknya, tapi bukan hanya rasa senang, tapi sakit lebih mendominasi.


" Kenapa kau ada disini? Dan lepas... " suara Ryuzaki langsung menjadi dingin. Orang yang memeluknya ini sampai merenggangkan sejenak pelukannya sebelum kembali memeluk Ryuzaki.


" Tentu saja karena aku merindukan mu.. Apa kau tidak merindukan ku? Rasanya begitu senang bisa kembali dalam pelukan mu.. Aku begitu mencintai mu, Ryuu kun... " orang ini bahkan berani mencium pipi Ryuzaki.


" Lepas Rena.. Kita sudah tidak memi...... "


BRRAAKK.


" Aaarrrrggghh... "

__ADS_1


Teriakan pengunjung resto langsung membuat Ryuzaki mengalihkan atensinya pada sesuatu yang memancing keributan di dalam resto itu. Dan sungguh yang dia lihat saat ini mampu membuat hatinya diremas dan itu sakit, kedua mata Ryuzaki sampai membola karena terkejut dengan apa yang dilihatnya..


__ADS_2