Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Circle Aerith


__ADS_3

" Ehmmm.. Akhirnya kau menghubungi ku.. " gumam Max ketika melihat layar ponselnya terdapat sama ' AE CANDY ' tengah meneleponnya.


Tentu saja Max memilih untuk tidak menjawabnya, setidaknya biarkan Aerith merasakan yang dia rasakan beberapa hari ini tidak dianggap sama sekali. Dengan begini, Aerith akan jera dan tidak akan mengacuhkannya lagi.


" Pintar juga wanita itu membuat rencana.. Kau sudah pastikan bahwa wajah ku tidak akan terlihat kan? " tanya Max menatap asisten pribadinya.


" Tidak tuan.. Karena sebelumnya foto anda sudah diedit terlebih dahulu sebelum diburamkan.. Anda jangan khawatir karena semuanya ada dibawah kendali saya.. " jawab asisten Max yang sudah mengenal dengan baik bagaimana sikap Max yang selalu perfeksionis.


" Good.. Menurut mu apa yang harus aku lakukan pada baby candy ku? Kasian juga jika lama-lama dia menderita karena berita itu.. " Max mencoba mencari sudut pandang lain untuk masalahnya.


" Lebih baik buat kesepakatan baru tuan, agar dia tidak mengacuhkan anda.. Dan minta dia meninggalkan pria itu saja.. " ucap asisten Max memberi saran.


" Ehmmm.. Bagus juga ide mu.. " Max mengangguk setuju dengan pemikiran dari asistennya.


" Kalau begitu biarkan dia seharian ini berusaha untuk menghubungi ku.. " ucap Max langsung kembali menyimpan ponselnya dan mengabaikan panggilan dari Aerith.


******


Di kondo, Aerith sudah marah-marah tidak jelas karena Max tidak menjawab panggilannya. Disaat seperti ini, selalu saja sugar daddy nya itu tidak pernah ada untuknya. Tapi giliran dia butuh dipuaskan, dia akan muncul sendiri tanpa diundang. Sungguh Aerith dibuat kesal oleh tingkah daddy sugar nya ini.


" Awas ya... Kalau sampai kau mengangkat telepon ku, aku akan memarahi mu.. " gumam Aerith kesal.


Aerith menyimpan kembali ponselnya dan berpikir apa yang harus dia lakukan saat ini. Sementara keluarga Narita memang aman karena tidak ada yang mengetahui pernikahannya dengan Ryuzaki selain keluarga Narita saja. Tapi jelas ini tidak baik untuk Aerith karena pihak kampus yang namanya ikut dibawa-bawa pastinya akan menindaklanjuti hal ini. Maka Aerith harus bersiap untuk di DO oleh pihak kampus.

__ADS_1


Di dalam menghadapi masalah seberat ini pun, Aerith masih bersyukur karena Ryuzaki dan keluarga tidak terkena dampak ini. Coba bayangkan berapa malunya keluarga Narita jika menantu mereka digosipkan seperti ini dan menjadi cibiran banyak orang. Jelas keluarga Narita akan kehilangan kehormatan yang mereka miliki selama ini.


Aerith merasakan kepalanya sedikit pusing pun langsung menuju ke kamar untuk tidur sejenak. Harapannya ketika dia bangun nanti, kepalanya tidak lagi pusing dan solusi dari masalahnya akan segera dia kantongi. Beruntung sekali dia tidak dalam kondisi tengah kuliah aktif, bisa-bisa dia jadi bulan-bulanan mahasiswa satu kampus.


Tidak tahu berapa lama Aerith tertidur, namun ketika bangun di depannya sudah ada wajah suaminya yang tengah berbaring sambil memeluknya. Aerith melihat gurat kelelahan dimata dan diwajah suaminya dan Aerith merasa sangat bersalah karena hal itu. Andai saja saat penjebakan hari itu bukan Ryuzaki yang kena, tidak mungkin sekarang Ryuzaki menanggung semua dosa yang dia perbuat.


" Aku harap kau bisa bahagia setelah semuanya berakhir nantinya... " gumam Aerith yang tengah menikmati ketampanan suaminya.


" Apanya yang berakhir? Apa kau berniat mengakhiri semuanya? " tanya Ryuzaki yang sebenarnya tidak tidur. Dia baru saja pulang mengajar, kemudian mandi dan setelahnya berbaring di samping Aerith.


" Aku merasa jika kita bersama hanya akan ada masalah demi masalah yang datang menerjang kita. Semesta sepertinya tidak sama sekali setuju dengan hubungan kita, karenanya cobaan kita banyak sekali.. " ujar Aerith nampak bersedih.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu, cukup aku saja yang boleh melakukannya. Tentunya dengan rasa sakit tapi sangat nikmat.. " canda Ryuzaki membuat Aerith kesal dan memukul dadanya. Disaat serius seperti ini, bisa-bisa nya sang suami malah melucu disini.


" Ayo bangun.. Aku akan memasak untuk kita, apa kau sesuatu? " tanya Ryuzaki langsung bangun dan duduk di pinggiran kasur.


" Siap laksanakan tuan putri.. Mohon ditunggu sebentar ya.. " ucap Ryuzaki yang langsung membuat Aerith terkekeh merasa ini semua lucu.


" Apa kau memang seperti ini jika sedang bersama dengan orang terdekat mu? Kenapa beda sekali jika di kampus..? " tanya Aerith bermaksud menggoda.


" Jangan menggoda ku,, atau nanti kau akan kewalahan menuruti keinginan ku.. " busuk Ryuzaki yang juga langsung mencuri ciuman di bibir Aerith. Membuat si empunya merah merona karena malu.


Biarlah seperti ini, jikalau pada akhirnya tetap tidak bisa diperjuangkan sama-sama, asal ada kenangan indah yang tidak terlupakan, mereka akan bisa melanjutkan hidup dengan membawa kenangan itu. Itulah yang sekarang berada di pikiran Aerith. Dia hanya memberi dirinya kesempatan untuk lebih bisa membuat sebanyak mungkin kebahagiaan bersama dengan Ryuzaki. Karena menurut firasat Aerith, sebentar lagi akan ada badai besar yang menghantam rumah tangga mereka.

__ADS_1


**********


Di sebuah apartemen mewah di tengah kota Kyoto, Tooru yang baru saja mendengar informasi dari Sekretarisnya sangat terkejut dengan apa yang dia dengar itu. Sungguh luar biasa ketika dia menyadari bahwa wanita yang tengah dihadapinya ini sungguh memiliki pesona luar biasa sehingga pria kaya rela memujanya.


Katakanlah ayahnya, sekarang tuan muda ketiga Narita yang notabene adalah keluarga bangsawan, pun ikut juga memuja wanita bernama Aerith. Apakah semua mata pria buta, sehingga tidak bisa membedakan mana berlian dan mana batu kali. Sungguh dunia begitu gila dan Tooru merasa kasian pada ibunya yang hanya dijadikan boneka untuk menarik simpatisan rakyat saja.


" Kau lebih cantik darinya, kenapa semua mata hanya tertuju padanya? " ucap Tooru yang tengah bermesraan dengan sekretaris sekaligus bed friend nya.


" Saya masih kalah jauh dibandingkan wanita itu tuan.. Dia memang cantik dan memiliki badan yang bagus, untuk ukuran wanita dewasa.. " ujar Hikari memuji Aerith.


" Ck.. Tidak bisakah kau mengatakan sama seperti yang aku katakan? " Tooru jadi kesal sekarang.


" Kami para wanita mengedepankan logika dibandingkan dengan perasaan tuan. Dan logikanya memang dia lebih cantik dari saya.. "


" Kau tidak asyik Aida chan.. "


" Benarkah? Lalu saya harus bagaimana agar terlihat asyik dimata anda? " Hikari mulai terlihat merayu tuannya.


" Hahahahaha... Ini baru terlihat asyik sayang... Hmmmm, kau selalu harum.. " ucap Tooru mengendus leher Hikari.


" Apa yang akan anda lakukan tuan? " tanya Hikari.


" Bercinta dengan mu... " jawab Tooru santai.

__ADS_1


" Maksud saya bukan itu.. Ini tentang wanita itu.. "


" Ehmmm... Karena kau bilang dia cantik dan badannya lebih bagus dari mu, apa boleh jika aku juga menginginkannya? " tanya Tooru tersenyum smirk yang membuat Hikari merinding ketakutan


__ADS_2