Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Aerith sakit


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu sejak malam dimana Ryuzaki ketahuan cemburu pada Aerith. Namun hingga kini, Ryuzaki masih acuh dan sama sekali tidak mau bertegur sapa dengan sang istri dimana pun mereka bertemu. Bahkan ketika di kamar juga, Ryuzaki akan tidur membelakangi Aerith. Seolah dia sama sekali tidak peduli akan keberadaan sang istri.


Aerith tentu saja kesal diperlakukan seperti itu, hanya saja dia juga senang karena itu berarti dia sudah berhasil menggapai hati dari suaminya. Meski tidak ada jaminan cinta mereka bisa berakhir hingga maut memisahkan, setidaknya sekarang dan sampai waktu yang entah kapan, Aerith bisa memiliki hati dari Ryuzaki.


Pagi ini ketika bangun, tubuh Aerith terasa sangat lemah. Dia sudah berulang kali keluar masuk kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya. Ryuzaki tidak tahu karena sebelum Aerith bangun, dia sudah keluar kamar untuk joging di sekitar kediaman Narita.


" Aerith... " Kyomi membuka pintu kamar Ryuzaki dan melongok masuk. Bukan tidak sopan, dia mengetuk sejak tadi juga Aerith sama sekali tidak menanggapi apa-apa.


" Aerith... Aerith... Aku masuk ya.. " seru Kyomi dari pintu.


Begitu masuk kamar Ryuzaki, Kyomi mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, tapi tidak melihat keberadaan dari Aerith. Padahal sejak tadi pagi, tidak ada seorang pun yang melihat Aerith keluar lalu dimana istri Ryuzaki ini.


" Aerith... " Kyomi berjalan lebih masuk ke dalam sampai dia memasuki ruangan tidur Ryuzaki. Tapi masih tidak menemukan keberadaan Aerith. Niat hati ingin pergi dari sana, tapi suara sama dari arah kamar mandi menghentikan langkah nya.


" Hoek... Hoek... Hoek... "


" Aerith... " jerit Kyomi panik.


BRRRAAKK...


" Aerith.. kamu kenapa?? Aerith... " Kyomi menggoyang tubuh Aerith yang sudah tergolek lemah di lantai kamar mandi.


" Kyomi chan... " gumam Aerith terdengar pelan.

__ADS_1


" Kenapa dengan mu? Ya Tuhan... Ayo aku papah kau ke ranjang.. " Kyomi menopang tubuh Aerith dan membawanya ke ranjang yang untungnya jaraknya tidak terlalu jauh dari kamar mandi. Kalau jauh lagi, mungkin Kyomi akan kewalahan karena tidak kuat.


" Tunggu di sini ya, aku panggil mommy dan dokter keluarga dulu.. " Kyomi pun langsung berlari keluar kamar Ryuzaki.


Duk... Duk... Duk...


" Kyomi chan... Kenapa kau berlari begitu? Hei... Kau bisa terjatuh!!! " seru Kaien melihat istrinya seperti orang di kejar setan. Tapi Kyomi sama sekali tidak memperdulikan ocehan suaminya karena ini adalah saat genting.


Begitu turun tangga dan melihat ke dapur, di sana rupanya sudah ada Ryuzaki yang dengan santainya menyeruput kopi hangat sedangkan sang istri malah dibiarkan seperti itu di dalam kamar. Saling kesalnya, dengan kekuatan penuh Kyomi mendatangi Ryuzaki.


PLAK..


" Aaaarrggghh Kyomi chan... Kenapa kau memukul ku? " sentak Ryuzaki protes karena kepala bagian belakangnya ditempeleng Kyomi.


" Dasar Buaya darat ya.. Istri mu pingsan di kamar mandi kau malah asyik minum kopi... Gila kau.. " Kyomi membentak Ryuzaki dengan sangat keras sampai terdengar oleh para maid yang ada di belakang. Terbukti para maid berbondong-bondong keluar dari ruangan mereka pergi ke ruang makan.


Kursi yang diduduki Ryuzaki langsung terjungkal karena dia memundurkannya dengan sangat cepat dan juga dengan kekuatan yang besar. Melupakan panas di bagian kepala belakangnya karena ditempeleng oleh Kyomi, Ryuzaki lekas naik ke lantai dua tempat dimana kamarnya berada. Dia khawatir dengan kondisi Aerith, kenapa tiba-tiba sakit padahal semalam Ryuzaki lihat Aerith masih baik-baik saja.


" Aerith... Aerith.. " panggil Ryuzaki saat tubuhnya sudah sampai di samping tubuh Aerith yang terbaring lemah di ranjang mereka.


" Ryu san... " Aerith menyahuti dengan suara lemah masih dengan mata yang tertutup.


" Tunggu ya,, dokter sebentar lagi akan datang.. Tunggu sebentar ya.. " Ryuzaki menyentuh dahi Aerith untuk merasakan apakah Aerith demam atau tidak. Tapi bukan panas yang dirasakan oleh Ryuzaki, melainkan dahi Aerith sangat dingin sekali.

__ADS_1


" Ya Tuhan,, kenapa jadi begini.. " gumam Ryuzaki tidak menyangka Aerith akan mengalami hal ini.


Lama menunggu, mungkin hampir satu jam, akhirnya dokter keluarga Narita sampai juga. Dokter ini adalah keluarga yang bekerja di bidang kedokteran secara turun temurun dan setiap keturunan mereka adalah dokter keluarga Narita. Dulu yang menjadi dokter bernama dokter Maxim, dan sekarang adalah putrinya bernama dokter Momo.


" Kenapa lama sekali sih?? " protes Ryuzaki ketika dokter Momo masuk ke dalam kamar pribadinya.


" Maaf... Jalanan kemari macet sekali, sepertinya ada kecelakaan tak jauh dari sini.. " dokter Momo mengatakan alasannya terlambat.


" Cepat periksa!!! Tubuhnya dingin sekali.. " gumam Ryuzaki panik.


" Keluar dan minta tolong pada maid untuk menyediakan minuman hangat dan juga air hangat dalam baskom.. " ucap dokter Momo mengusir Ryuzaki.


" Heh.. Kau memeriksanya saja belum, kenapa sudah minta minum? " Ryuzaki sudah berkacak pinggang ingin kembali mengumpat dokter Momo. Tapi langsung terhenti ketika dokter Momo menyalakan senter kedokteran yang biasa dia bawa kemana-mana, tepat ke mata Ryuzaki sehingga dia silau.


" Itu air minum untuk istri mu.. Sialan sekali kau menuduh ku seperti itu... Lekas sana pergi,, kau mengganggu ku bertugas.. Ingin istri mu sembuh tidak.. " sentak dokter Momo emosi. Mantan kekasihnya ini tidak berubah sama sekali.


" Ck.. Awas kalau sampai istri ku lecet karena mu.. " Ryuzaki menunjuk-nunjuk wajah dokter Momo, setelahnya langsung kabur begitu menyadari mantan kekasihnya sudah siap menyeruduknya.


" Mata ku dulu memang salah.. Bisa-bisa aku menjadi kekasihnya selama satu tahun... Sepertinya mata ku perlu ke dokter mata lagi.." gumam dokter Momo bergidik.


Alis dokter Momo menukik tajam kalau merasakan ada sesuatu yang aneh pada kondisi dari pasiennya ini. Apakah ada kondisi khusus yang diderita pasiennya ini sampai-sampai terasa sangat aneh detak jantungnya saat ini. Dokter Momo meraba perut Aerith, dia merasakan sedikit tonjolan, dan memang dokter Momo sendiri tahu bahwa Aerith sedang mengandung. Tapi sepertinya ada suatu masalah dalam kandungannya.


Dokter Momo keluar menemui keluarga Narita, dia harus menyampaikan sedikit dari pengetahuannya tentang kehamilan. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Aerith harus dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


" Ryu kun.. Bawa istri mu ke rumah sakit sekarang juga, kondisinya tidak akan bisa aku sembuhkan karena aku bukan spesialis kandungan.. Hanya saja yang bisa aku katakan adalah kandungan istri mu sedang tidak baik-baik saja... "


Degh


__ADS_2