
Di sebuah hotel yang masih dalam wilayah hotel milik keluarga Narita, atau kesatuan hotel milik keluarga ini berada di bawah kepemimpinan Narita tower. Di hotel ini terdapat sebuah acara yang dihadiri oleh orang-orang yang menjadi kolega bisnis keluarga Narita baik itu keluarga inti maupun tidak. Tujuan Daigo meminta Aerith dan Ryuzaki kemari karena untuk melihat chemistry kedua orang ini.
Kenapa Daigo sampai membuat rencana seperti ini. Itu karena dia yang mendapatkan kabar bahwa Aerith bukanlah wanita dengan latar belakang yang baik. Aerith yang Daigo ketahui pernah menjadi seorang lady escort yang bertugas menemani orang-orang kaya minum di club malam. Disinilah saat yang tepat untuk menguji Ryuzaki dan Aerith, kaena hampir semua tamu undangan yang hadir adalah pelanggan dari club malam tempat Aerith bekerja.
Jika ditanya dari mana Daigo tahu ini semua padahal Ryuzaki sudah menutup rapat-rapat profil milik Aerith. Jelas karena dia adalah pemimpin dari semua anak buah yang bekerja dibawah keluarga Narita, jadi bukan perkara sulit ketika Daigo meminta seseorang untuk mencaritahu tentang seseorang. Apalagi sebelumnya Ryuzaki sudah mengutus seseorang untuk menvcari tahu tentang Aerith, nah tinggal utusan Ryuzaki itu saja yang melapor.
" Aku tidak masalah dengan masa lalunya.. Hanya saja yang perlu aku pastikan adalah kenapa sampai dia mendekati Ryuu?Akan sangat tidak baik jika dia adalah utusan musuh yang digunakan untuk memancing kita ataupun menyakiti Ryuu. Dari antara kami bertiga yang tidak boleh jatuh cinta dan berakhir terluka lagi adalah Ryuu."
Itulah yang dikatakan oleh Daigo pada utusan yang diperintahkan Ryuzaki untuk menghapus hasil penyelidikan yang dilakukannya.
Lalu apakah semua orang sudah tahu tentang Aerith yang menjadi sugar baby dari seorang petinggi pemerintahan di kota Kyoto. Jawabannya jelas belum. Maximus Keito, benar-benar menyembunyikan rapat-rapat tentang perselingkuhannya. Aerith pun dilindungi dengan sangat baik olehnya. Pertemuan yang sangat rahasia, dan memang keduanya tidak pernah terlihat keluar bersama. Hal itu membuat hubungan terlarang Aerith dana Max tidak pernah terendus oleh media.
Kembali ke acara yang sudah Daigo siapkan di ballroom hotel Narita di kota Kyoto. Aerith dan Ryuzaki baru saja tiba disana. Jujur saja Ryuzaki merasa ada yang tidak beres dengan apa yang tengah dikerjakan oleh Daigo. Bukan tidak tahu jika selama ini, sejak Ryuzaki mengatakan akan menikahi Aerith, Daigo mulai menaruh kecurigaan pada mereka. Tapi Ryuzaki tidak bisa mengatakan apapun pada keluarganya tentang yang sebenarnya terjadi, karena RYuzaki memiliki tujuan sendiri.
__ADS_1
Aerith terlihat gugup jika sudah menghadiri acara kelas atas seperti ini. Terakhir kal dia bahkan bertemu dengan sugar daddy nya ketika diajak pergi ke pesta amal. Lalu sekarang harus dengan siapa lagi dia bertemu. Aerith takut jika apa yang dia tutupi akan terbongkar padahal tujuannya belum tercapai. Aerith belum bisa mengatakan perihal kehamilannya karena ini bahkan belum satu bulan sejak kejadian malam penjebakan itu.
" Ryuzaki san... Apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Aerith mencengkeram erat jas yang dipakai Ryuzaki dibagian lengannya.
" Entah... Sepertinya Dai sedang dalam mode menguji kita.." jawab Ryuzaki yang memang tidak paham aan rencana dan keinginan dari saudara sulungnya itu.
" Se-sepertinya,, a-aku tahu, a-a-apa yang sedang Da-daigo san rencanakan..." Aerith langsung tergagap ketika melihat seseorang yang dia kenal kini tengah melihatnya dan tersenyum padanya.
" Maksud mu?" Ryuzaki memberikan atensi penuh pada Aerith yang berdiri di sampingnya itu.
" Mati kau Aerith... Ini adalah karma yang harus kau terima karena berani masuk dan mengusik keluarga Narita..." gumam Aerith pelan sekali. Beruntung karena dentuman musik di ballroom ini, Ryuzaki yang berdiri di samping Aerith tidak bisa mendengar gumaman dari istrinya ini.
" Kau kenal pria itu?" tanya Ryuzaki dengan tatapan mata yang dingin menghunus ke pria itu. Pria itupun bergidik ngeri melihat tatapan Ryuzaki dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dan bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
" Salah satu pelanggan di club yang pernah menjadi tamu ku.." ujar Aerith. Wajahnya terlihat sendu saat mengatakan hal ini membuat Ryuzaki sedikit mengiba pada istrinya ini.
" Jangan khawatir.. Selama ada aku, tidak akan ada yang berani mendekati mu.. Jadi jangan jauh-jauh dari ku.." ujar Ryuzaki memperingati Aerith.
Ucapan pria yang berstatus suaminya ini sukses membuat jantung Aerith berdebar begitu kencang. Aerith tahu jika dia terpesona dengan Ryuzaki saat ini maka dia hanya akan terluka diakhirnya. Meski begitu, dilarang berulang kali pun , jantungnya tetap berdebar setiap Ryuzaki memberinya perhatian kecil.
Aerith tersenyum kecut, berusaha menghilangkan pikiran yang hanya akan membuatnya terluka sangat dalam. Dia tidak ingin terlihat bodoh dengan perasaannya sendiri. Tidak boleh memiliki rasa pada Ryuzaki, itu demi dirinya sendiri.
Dari kejauhan, Daigo bisa melihat bagaimana interaksi yang terjadi antara Ryuzaki dan Aerith. Bisa dia lihat Aerith tidak nyaman hadir dalam acara ini dan sempat melihat orang yang pernah menjadi pelanggannya. Sepertinya permainan baru dimulai, dan pastinya akan ada kejadian seru yang terjadi nanti.
" Awasi mereka berdua.. Jangan sampai mereka pergi dari acara ini sebelum selesai. Dan,, pertemukan mereka dengan orang itu.. " titah Daigo.
" Baik tuan.. Saya akan datang melapor lagi nanti.. " orang yang bekerja dibawah naungan Daigo itu pergi.
__ADS_1
" Kita lihat, apakah kau akan melindungi istri mu, atau kau akan meninggalkannya, jika melihat bagaimana orang-orang ini mendekati istri mu.. " Daigo tersenyum mirip dengan wajah iblis yang tersenyum. Kedua matanya menatap Aerith dan Ryuzaki. Tidak ingin sedikit saja kehilangan momen tontonan yang menarik.