Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Namanya itu cemburu


__ADS_3

Merasa semuanya sudah berjalan dengan baik, Aerith melangkahkan kakinya menuju ke kondo milik suaminya dengan hati yang senang. Sebenarnya Aerith harus kembali ke kediaman Narita, tapi nanti saja dia kembali ke sana bersama dengan suaminya. Menurut yang dia dengar dari suaminya, jadwal kelasnya sampai nanti sore. Kebetulan masih ada sekitar dua jam lagi sampai waktu Ryuzaki pulang, maka Aerith memutuskan untuk mengisinya dengan tidur siang saja.


Aerith memasukan kode sandi kondo suaminya, dan langsung membukanya begitu saja. Wajah Aerith di penuhi dengan kebahagiaan dan dia terus tersenyum, lain dengan yang sekarang tengah duduk di sofa menatap datar Aerith yang baru saja pulang.


" AAAAARRRGGGHHHH... " jantung Aerith hampir copot ketika melihat seseorang Tengah duduk di sofa ruang tamu. Aerith langsung menelan ludahnya ketika melihat itu adalah suaminya.


" Ryuzaki san... Kau sudah pulang? " ucap Aerith sangat aneh sekali. Jelas Ryuzaki sudah pulang jika dia saja ada di kondo, bukan di kampus.


" Kenapa? Tidak suka aku pulang? Apa karena ingin menghabiskan waktu mu di luar sana dengan pria lain? " Ryuzaki mencerca sang istri dengan banyak pertanyaan tanpa satu pun yang Aerith pahami.


" Oh... Jangan-jangan pria itu adalah pria di foto yang bersama dengan mu masuk ke hotel.. Apa tadi kau juga mengajaknya ke hotel.. ? " sarkas Ryuzaki. Matanya berkilat marah, dadanya rasanya sesak oleh rasa yang tidak bisa dia lepaskan begitu saja karena emosi melanda dirinya tapi dia masih menahannya.


" Kau melihat nya? " tanya Aerith yang akhirnya paham maksud suaminya.


" Kenapa? Berharap aku tidak melihatnya jadi kau bebas janjian di luar sana dengan pria itu... Sungguh luar biasa diri mu, kalau tidak salah dia adalah kandidat calon walikota kan, sungguh hebat kau bisa menggaet nya.. "


" Tolong jangan salah sangka dan bicara seolah kau tahu apa yang terjadi.. Kami bertemu untuk membahas masalah foto, tapi jika kau berpikir aku dengannya bertemu lalu kami ke hotel, kau sungguh salah besar... Hubungan kami sudah berakhir bahkan sebelum kita bertemu.. " emosi Aerith mulai terpancing


" Kalau pun kau berbohong mana aku tahu.. "

__ADS_1


" Tapi memang begitu adanya.. Kami bertemu untuk membahas foto itu, tidak ada yang lebih dari itu.. "


" Tapi dia mengantar mu pulang.. "


" Dia tahu aku sedang hamil muda, karena itu dia menawarkan tumpangan agar aku tidak kelelahan.. Tolong jangan bicara seolah anda melihat semuanya sejak awal hingga akhir.. "


" Cih.. Sedekat itu kalian sampai dia mengantar mu pulang dan begitu perhatian dengan mu.. "


Ryuzaki langsung masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya, membuat Aerith sampai jantungan karena terkejut. Aerith cukup terkejut melihat reaksi Ryuzaki saat melihatnya bersama sugar daddy nya. Aerith pikir Ryuzaki akan bersikap acuh seperti biasanya. Tapi siapa yang sangka Ryuzaki malah bersikap seperti ini.


" Apa dia cemburu ya? Tapi kenapa juga dia cemburu, kan dia tidak ada perasaan apapun pada ku..? Ooohhh.. Pasti karena dia merasa bahwa miliknya akan diambil orang makanya dia bersikap sampai seperti itu.. " gumam Aerith bersikap masa bodoh.


" Sialan... Dia pikir dia siapa sampai membuat aku marah seperti ini.. Lagian kenapa juga aku musti marah, terserah lah dia dengan siapa... " ujar Ryuzaki bicara sendiri di dalam kamarnya.


" Dasar munafik, kalau Rena dekat dengan ku saja, dia sudah mirip cacing kepanasan sampai pingsan.. Lha apa kabar diri ku yang melihat dia seintim itu dengan pria tua... Aaarrrggghhhh... Sialan.... " Ryuzaki mencengkeram erat rambutnya.


Tidak ada kata yang bisa menggambarkan apa yang Ryuzaki rasakan selain kata cemburu. Ryuzaki menyadari apa yang dia rasakan ini adalah bentuk dari rasa cemburu. Dia bukan pria polos yang tidak bisa mengartikan perasaannya sendiri dan lagi ini bukan kali pertama Ryuzaki memiliki hubungan dengan lawan jenis. Jadi dia paham betul apa yang dia rasakan, hanya saja memang dia tidak ingin jujur pada Aerith karena tidak ingin ditertawakan.


Merasa terabaikan karena Aerith sama sekali tidak menghampirinya, Ryuzaki memilih untuk keluar kamar dan melihat keberadaan sang istri dan apa yang dia lakukan sampai mengabaikan dirinya yang sedang merajuk ini.

__ADS_1


Di ruang keluarga dan di dapur tidak ada, berarti pasti Aerith berada di dalam kamarnya. Benar saja, Ryuzaki menemukan istrinya tengah tertidur pulas di atas ranjang. Wajah terlelap nya sama sekali tidak menampakan raut wajah bersalah. Hal semakin membuat Ryuzaki gemas sendiri dan mencubit pipi Aerith sampai si empunya terbangun dan memekik kesakitan.


" Aaaarrrgggghhhhh... Ryuzaki san... Sakit... " protes Aerith dengan mata melotot menatap Ryuzaki.


" Sakit.... Hah... Sakit,, lalu apa kabar dengan diri ku..? " tanya Ryuzaki menatap Aerith kesal.


" Memangnya Ryuzaki san sakit? Sakit apa? "


" Hirano Aerith.. Kau menyakiti perasaan ku dengan keluar bersama dengan pria lain, tanpa izin ku pula.. Sekarang masih bertanya aku sakit apa.. Aku sakit hati Aerith.. " sentak Ryuzaki sudah kepalang kesal. Istrinya ini lemot sekali kalau sudah menyangkut hal semacam ini.


" Ooohhhh.. Ryuzaki san cemburu ya.... Ngaku aja deh.. " Aerith semakin mendekat ke arah Ryuzaki bermaksud untuk menggoda.


" Menyingkir kau,, siapa juga yang cemburu, aku hanya... hanya... " Ryuzaki bingung harus beralasan bagaimana karena tebakan Aerith benar bahwa dia tengah cemburu.


" Hanya apa?? Hanya... Cemburu kan??? Ngaku aja deh.. "


" Terserah.. Bodo amat... Kau menyebalkan.. "


Ryuzaki langsung meninggalkan Aerith di kamar itu sendiri. Aerith yang ditinggalkan Ryuzaki justru tertawa terbahak karena merasakan bahwa sikap dan tingkah suaminya ini sangatlah lucu. Namun sebenarnya Aerith pun senang, karena mengetahui bahwa Ryuzaki memiliki perasaan cemburu padanya. Artinya, Ryuzaki sudah menaruh hati pada dirinya.

__ADS_1


" Maafkan aku... Ryuzaki san.. "


__ADS_2