Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Merahasiakan apa?


__ADS_3

Operasi pengangkatan tumor yang ada di otak Aerith, telah selesai beberapa jam yang lalu. Kini Aerith sudah berada di dalam ruang ICU untuk dipantau kondisinya pasca operasi pengangkatan tumor. Sungguh beruntung, posisi tumor tidak berada di bagian yang memiliki efek samping besar pada saraf motorik dan sensorik. Bisa dokter pastikan, tidak akan ada gejala lanjutan pasca operasi yang dijalani Aerith.


Matsuda san menunggu i Aerith di rumah sakit bersama dengan Hanako san. Sudah beberapa kali Hanako san meminta Matsuda san untuk pulang, tapi pria tua yang sejatinya adalah kakek Aerith itu enggan meninggalkan cucunya di rumah sakit. Matsuda san merasa bersalah atas apa yang menimpa Aerith, karena terlantarnya cucu kandungnya ini juga karena andil darinya.


" Aku sungguh merasa bersalah padanya.. Hidupnya begitu penuh dengan penderitaan di luar sana, sedangkan aku menikmati hidup ku disini dengan penuh kenyamanan.. Jika boleh dan bisa, biar aku saja yang sakit, jangan dia.. " ucap Matsuda san, yang kini menatap cucunya terbaring tidak sadarkan diri dari luar ruang ICU.


" Ini sudah suratan takdir, Matsuda san.. Diulang pun juga tidak akan pernah bisa, yang perlu anda lakukan saat ini adalah menebus rasa sakit Aerith chan dengan kasih sayang yang melimpah, mulai dari sekarang... Tapi ngomong-ngomong, apakah anda tidak ada niatan untuk mengatakan siapa diri anda sebenernya pada Aerith chan? " Hanako san cukup penasaran dengan alasan yang sudah menjadi dasar dari keputusan Matsuda san yang memang tidak ingin Aerith tahu siapa dirinya.


" Aku tidak ingin dimasa hidup ku yang tidak akan lama ini, hanya akan dihiasi dengan kebencian yang akan tercipta jika dia mengetahui siapa diri ku yang sebenarnya.. Sungguh aku tidak ingin, dia membenci ku, karena bagaimana pun juga, aku memiliki andil dalam kehidupannya yang sulit itu.. " ujar Matsuda san tetap menatap ke arah Aerith berada.


Memang bisa dikatakan alasan yang egois, karena ketika dirinya memiliki andil besar dalam kehidupan cucunya yang penuh penderitaan itu, namun dirinya tidak ingin cucunya mengetahui dan membenci dirinya karena hal itu. Matsuda san tidak menginginkan masa-masa tuanya yang tidak akan lama lagi di dunia itu, justru menjadi masa paling menyedihkan karena dibenci satu-satunya keluarga yang dia miliki. Matsuda san ingin tetap seperti ini saja, dimana Aerith berpikir bahwa mereka adalah kakek dan cucu yang bertemu ketika sudah dewasa.


Tidak bisa dibayangkan dan tidak ingin dibayangkan, ketika Aerith berakhir membenci Matsuda san dan menyalahkannya karena penderitaan yang dia dan keluarganya alami karena keegoisan yang Matsuda lakukan. Menginginkan wanita yang sudah menjadi saudara angkatnya untuk dirinya, kemudian karena hal itu saudara angkatnya diusir dan hidup terlunta-lunta di luar sana. Sungguh Matsuda san tidak ingin Aerith memiliki kebencian padanya.


" Semoga saja, setelah ini, kehidupan Aerith chan bisa bahagia. Agar semua kesedihan yang pernah dia alami, akan tergantikan dengan kebahagiaan mulai dari sekarang.. " ucap Hanako san tulus.

__ADS_1


" Yah... Tugas kitalah yang membuat dia bahagia, mulai dari sekarang.. " Matsuda san menambahkan.


***********


" Kalian benar-benar bertemu dengan Aerith chan saat di Shizuoka? " tanya mommy Bulan. Saat ini, keluarga Narita minus Ryuzaki tengah berkumpul di ruang keluarga di kediaman Narita.


" Iya mom.. Sebenarnya, Aerith chan mengatakan untuk merahasiakan pertemuan kami, tapi rasanya sungguh tidak nyaman mom.. Aku seperti dikejar-kejar oleh rasa bersalah karena merahasiakan keberadaannya.. Ketakutan ku, jika saja Aerith chan dalam kondisi tidak sehat, karena kami bertemu di rumah sakit.. " Kyomi mengulangi ucapannya.


Setelah bertemu dengan Aerith saat tengah mengantarkan Kaien untuk memeriksakan mata di salah satu rumah sakit yang ada di Shizuoka, Kyomj terus dihantui rasa bersalah karena diam saja di saat dia tahu dengan jelas keluarga suaminya tengah mencari keberadaan Aerith.


" Bisa saja dia di sana karena mengantarkan orang yang dia kenal.. Kau bilang dia bersama dengan seorang pria kan.. " Daigo berpendapat. Dia satu-satunya orang yang masih sensi dengan Aerith.


" Pria itu adalah dokter di rumah sakit itu.. " Kaien menimpali.


" Dari mana kau tahu? Bisa saja dia adalah kekasih baru Aerith. " Daigo kekeh dengan pendapatnya.

__ADS_1


" Aku bertanya pada pihak rumah sakit.. Pria itu bernama Hajime Kenzo, seorang dokter umum yang bekerja di rumah sakit itu.. Dan aku serta Kyomj mendengar dengan jelas ketika pria itu mengatakan prof Nakano.. Kau tahu kan siapa prof Nanako.. " Daigo terdiam.


Pernah berada di rumah sakit itu saat Kaien menjalani operasi mata secara diam-diam. Membuat Daigo mengenal beberapa dokter yang bekerja di rumah sakit itu. Dan sangat kebetulan sekali, prof Nakano dulunya adalah dokter yang menangani pasien yang mendonorkan mata untuk Kaien. Baik Daigo dan Kaien tahu dengan jelas spesialis apa yang diambil oleh prof Nakano.


" Hentikan perdebatan kalian, dan jika dibandingkan harus berdebat lebih kalian mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.. Kita tidak bisa mengambil keputusan dengan informasi palsu, atau kejadian kemarin akan terulang.. " putusan Hoshi san.


" Ada apa ini? Informasi palsu apa dan kejadian apa yang terulang? " Ryuzaki tiba-tiba saja ikut masuk ke pembicaraan yang tengah dibahas oleh anggota keluarganya yang lain.


" Tidak ada.. Hanya beberapa masalah di Narita Tower saja.. " Daigo menyahut dengan cepat.


" Kalian tidak sedang merahasiakan sesuatu dari ku kan? " mata Ryuzaki memicing tajam. Gerak gerik keluarganya ini sedikit mencurigakan.


" Ck.. Merahasiakan apa? Memangnya apa yang perlu dirahasiakan.. Penting kah? " Daigo menanggapi dengan sengit. Tentu saja agar Ryuzaki tidak curiga. Dalam hati, Daigo sudah mengumpat berbagai macam nama binatang karena kepekaan Ryuzaki.


" Kalian mencurigakan,, sungguh... Kai, apa kau tidak ingin mengatakan apapun? " Kaien langsung menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


" Tidak ada.. Untuk apa juga kami merahasiakan sesuatu dari mu.. Kalau pun kami merahasiakan sesuatu, itu pun adalah hal yang tidak ingin kau ketahui.. " jawab Kaien ambigu.


__ADS_2