Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Sama-sama malu


__ADS_3

Tubuh Aerith membeku saat menyadari kini tubuhnya berada di atas ranjang dan di sampingnya tertidur dengan pulas, pria berstatus suaminya. Aerith tadi ingat betul, bahwa dirinya tidur di sofa bed yang ada di kamar ini. Lalu sekarang dia sudah berpindah ke atas ranjang, dan itu membuatnya cukup terkejut. Apakah dia tertidur sambil berjalan, tapi dia tidak memiliki kebiasaan seperti itu. Lalu Aerith melihat ke sampingnya, dalam pikirannya menebak jika suaminya lah yang memindahkannya, tapi rasanya itu juga tidak mungkin.


Beberapa menit yang lalu.


Ryuzaki masuk ke kamar ketika sudah selesai berbincang dengan daddy dan kedua saudaranya. Kegiatan yang memang selalu mereka lakukan sebelum menutup kegiatan mereka di setiap harinya. Ryuzaki benar-benar terkejut melihat Aerith tidur di sofa bed yang ada di kamarnya. Pikirannya menebak apakah karena dia ketiduran atau dia tidak ingin satu ranjang dengannya, hingga tertidur di atas sofa bed.


Merasa tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, maksudnya keluarganya memergoki mereka tidak tidur satu ranjang, Ryuzaki pun mengangkat Aerith dan memindahkannya ke ranjang. Kemudian Ryuzaki lekas berbaring di samping Aerith dan memejamkan matanya bermaksud ingin segera menuju alam mimpi. Tapi tiba-tiba saja kasur terasa bergerak dan dia sedikit mengintip dari ujung matanya, ternyata Aerith terbangun dan terlihat linglung karena sudah berada di tempat tidur.


Ryuzaki sebenarnya ingin tertawa melihat bagaimana wajah heran dan terkejut Aerith saat ini. Tapi dia tidak ingin membuat suasana di antara mereka menjadi canggung, karena itu dia memilih tetap berpura-pura tidur, sambil menyaksikan bagaimana wajah istrinya ini.


" Aish... Kenapa juga bisa naik ke ranjang? Aku harus segera pindah atau besok pasti Ryuzaki san akan marah pada ku... " gumam Aerith lirih, dengan tubuhnya yang turun dari ranjang langsung menuju ke kamar mandi karena dia itu terbangun karena ingin ke kamar mandi.


" Ppfftt... Menggodanya, ternyata bisa melihat ekspresi wajah yang menghibur juga... Hahahaha.. " Ryuzaki ngakak pelan. Kemudian kembali memejamkan mata berpura-pura tidur sambil menunggu Aerith selesai dengan urusannya di kamar mandi dan kembali terlelap.


Ketika Aerith keluar dari kamar mandi, ditatapnya tubuh sang suami yang membelakangi arah kamar mandi. Aerith pun lekas menuju ke sofa bed dan kembali berusaha untuk memejamkan matanya sebelum suaminya menyadari jika dirinya terbangun dan ketahuan sempat terlelap di ranjang bersama dengan suaminya.


Tidak butuh waktu lama Aerith kembali tertidur pulas. Efek lelah karena kegiatan di kampus, belum lagi tadi menangis cukup lama, dan karena dia memang tipe orang yang akan langsung tidur setelah mencium bantal. Dirasa Aerith benar-benar sudah terlelap, Ryuzaki turun dari ranjang langsung menghampiri tubuh sang istri yang sudah tergeletak tidur di sofa bed.

__ADS_1


" Ck.. Kenapa kembali tidur disini? Kesenangan aku gendong ya.. " canda Ryuzaki pada dirinya sendiri.


" Eugh.... Berat juga anak ini.. Sepertinya memang berat di dosa ketimbang berat badannya.. " Ryuzaki terkekeh pelan. Rasanya menyenangkan bisa mengerjai sang istri.


" Hehehe... Kita lihat bagaimana ekspresi mu besok pagi. Semoga saja lebih heboh dibandingkan tadi.. " Ryuzaki lekas berbaring dan menuju alam mimpi dengan hati yang sumringah karena akan mendapatkan tontonan yang menarik besok pagi.


Keesokan harinya di kamar Ryuzaki, terdengar lenguhan dari Aerith yang merasa terganggu dengan silaunya sinar matahari yang mengenai wajahnya. Aerith merasa begitu nyenyak, tidur sambil memeluk guling. Semalam adalah tidur ternyenyak yang pernah dia rasakan.


" Eugh..... " Aerith mulai membuka mata dan melihat apa yang ada di depannya saat ini.


" Ke-kenapa, bi-bisa....? " tanyanya gagap.


" Apanya yang kenapa bisa? Tidur mu nyenyak sekali ya karena berguling kan diri ku? " tanya Ryuzaki yang dijadikan guling oleh Aerith semalaman. Niat hati ingin mengerjai Aerith, tapi nyatanya dia yang justru dikerjai balik oleh Aerith. Semalaman dia dijadikan guling, ditimpa dengan tangan dan kaki dari sang istri.


Ryuzaki menatap tajam Aerith yang ada di depannya. Sungguh terlalu sekali siksaan yang terjadi padanya semalam. Sudah kaki dan tangannya tidak bisa bergerak, belum lagi sesuatu yang kenyal tidak bertulang milik Aerith menempel di lengannya. Membangunkan sesuatu yang merupakan anggota bagian tubuh Ryuzaki yang paling sensitif dengan sentuhan.


Di malam sebelumnya, Ryuzaki melihat sesuatu yang waoow dari sang istri dan malam ini dia merasakan benda itu begitu dekat dengannya. Pikirannya traveling kemana-mana, dan itu membuat dirinya tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan rasanya Ryuzaki tidak bisa tidur semalaman karna benda yang meresahkan itu.

__ADS_1


" Ehm... Ehm.. Maafkan aku Ryuzaki san.. Tapi rasanya semalam aku dengan yakin tertidur di sofa bed.. Kenapa bisa sampai tertidur di sini ya? " tanya Aerith bingung.


" Kau bertanya pada ku lalu aku harus bertanya pada siapa? Jangan mencoba melarikan diri dari kesalahan mu, Aerith.. " Aerith tertunduk malu dan tidak berdaya.


Aerith dia berdiri di sisi ranjang mencoba untuk berpikir dan mengingat kejadian semalam. Seingatnya, dia benar-benar dengan jelas tidur di sofa bed setelah keluar dari kamar mandi. Lalu bagaimana bisa dia berakhir di ranjang dengan posisi memeluk Ryuzaki posesif. Rasanya Aerith ingin menenggelamkan dirinya ke segitiga Bermuda saking malunya dia saat ini.


" Kenapa kau masih disana? Cepat sana mandi dan bersihkan tubuh mu itu.. " ujar Ryuzaki memerintah sang istri.


" Iya... " dengan langkah gontai dan wajah yang menunduk malu, Aerith langsung menuju ke kamar mandi.


Sebenarnya, bukan hanya Aerith saja yang malu dalam kasus kali ini. Ryuzaki pun tidak kalah malu. Tujuan Ryuzaki meminta Aerith lekas masuk ke kamar mandi karena tidak ingin istrinya itu mengetahui sesuatu yang bangun namun tidak terlihat atau belum terlihat oleh Aerith. Ryuzaki tahu bahwa istrinya itu bukan tipe wanita polos, jadi bisa gawat dan akan salah paham dengan sesuatu yang tengah terjadi di dalam tubuh Ryuzaki.


" Sialan... Kenapa jadi begini..? " Ryuzaki mengacak rambutnya frustasi.


" AAAARRRGGGHHHH... " Aerith berteriak dalam kamar mandi setelahnya pintu kamar mandi terbuka lebar dan Aerith keluar dari sana. Mata Ryuzaki sampai lepas dari tempatnya melihat bagaimana istrinya keluar dari kamar mandi dan membuatnya terkejut bukan main.


" HIRANO AERITH... " teriak Ryuzaki.

__ADS_1


__ADS_2