Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Kehamilan yang tidak terduga


__ADS_3

Suasana di dalam ruang istirahat khusus untuk keluarga Narita benar-benar terasa begitu mencekam sekarang. Aerith berulang kali berusaha menghentikan perilaku pria mesum dihadapannya ini tapi itu semua sangat percuma. Aerith kalah tenaga, dan pria ini mampu melumpuhkan Aerith dengan menyentuh titik-titik sensitif Aerith. Sehingga sangat memalukan sekali, karena beberapa kali terdengar Aerith melenguh karena sentuhan dari Mitsuki san.


" Tuan hentikan... " Aerith menepis kasar tangan Mitsuki san yang sudah berada di depan dadanya. Sungguh Aerith tidak akan mampu menahan diri jika terus seperti ini. Aerith sangatlah sensitif dengan sentuhan seperti ini, karena sugar daddy nya selalu memperlakukannya seperti itu.


" Sudahlah Terima saja.. Jangan munafik kau jadi wanita, aku yakin saat ini kau sudah basah,,, Aerith.. " Mitsuki san meniup belakang telinga Aerith membuatnya langsung meremang.


" Eugh... " lenguh Aerith.


" Lihat, kau menyukainya.. Jadi, apakah sekarang kau masih berniat menolak ku? " Mitsuki san menyingkirkan tangan Aerith dan hendak menyentuh kembali titik sensitif Aerith.


Beruntung kewarasan Aerith masih bekerja, dia dengan cepat mendorong tubuh Mitsuki san dan langsung bangkit berdiri dan hendak berlari ke arah pintu. Tapi secepat yang dia bisa, Mitsuki san mencengkeram pergelangan tangan Aerith, menariknya, lalu menghempaskan nya ke sofa, dan langsung menindih nya.


" Lepaskan saya... Tolong lepaskan saya tuan... " Aerith sudah menangis karena dirasa ini adalah akhir dari semua perjuangannya. Belum lagi perut Aerith terasa sangat sakit, karena tegang dan ketakutan hal itu mempengaruhi kandungan Aerith.


" Jangan munafik,, mari kita bersenang-senang.. Lagipula, tuan muda Narita sendiri yang mengizinkan kau untuk ku miliki malam ini.. " Mitsuki san mulai membelai wajah Aerith, kemudian menjilat air mata yang sudah mengalir deras membasahi wajah Aerith.


Dengan tenaga terakhirnya, Aerith mendorong Mitsuki san sekali lagi. Kemudian dia segera meloloskan diri. Tapi Mitsuki san langsung menjambak kasar rambut Aerith hingga Aerith tertarik ke belakang, kemudian menamparnya.


PLAK.... PLAK... PLAK... PLAK...


Empat kali Mitsuki san menampar dengan sangat keras kedua pipi Aerith. Membuat pipi chubby Aerith terlihat sangat merah dan bengkak.


" Diam kau JALAN**... Wanita murahan seperti mu beraninya menolak ku.. " Mitsuki san mengarahkan kedua tangannya ke leher Aerith dan menekannya kuat.


" Apa perlu aku berlaku kasar agar kau, menuruti kemauan ku? " muncul seringai menakutkan dari wajah Mitsuki san.

__ADS_1


" Le..... lep.. lepaskan... saya... sa... sa... kiiittt... " keluh Aerith tidak terdengar jelas karena lehernya di cekik oleh Mitsuki san.


" Tolong aku... Tolong anak ku... Tuhan aku mohon selamat kan anak ku.... " batin Aerith kesakitan sekali. Rasanya ada sesuatu yang mengalir dari pangkal paha nya tapi Aerith tahu jelas itu bukan cairan kenikmatan, melainkan darah.


Disaat Aerith sudah pasrah, bahkan dress yang dia kenakan sudah disobek oleh Mitsuki san, dengan satu tangan masih mencekiknya. Di sela kesadaran terakhirnya, Aerith berjanji, jika dia diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup, Aerith lebih baik mati saat itu.


BRAAAKKK..


" Breng*** Apa yang kau lakukan pada menantu ku? " teriak Daddy Hoshi langsung menerjang tubuh Mitsuki san dan menghajarnya.


" Sialan... Sialan kau,, beraninya kau menyentuh menantu ku... " sentak daddy Hoshi.


Bugh... Bugh... Bugh...


Aerith...


Ryuzaki berlari menuju ke ruangan itu, berdesakan dengan para tamu yang berkerubung di depan ruangan itu. Saat ini, sungguh Ryuzaki benar-benar merasa ketakutan, tapi tidak tahu karena apa perasaan takut yang mendominasinya ini.


" DADDY..... AERITH.... " teriakan Ryuzaki menggelegar di ruangan itu sampai terdengar keluar. Masalahnya pintu tadi sudah dihancurkan daddy Hoshi karena saat itu pintu terkunci dari dalam.


Ryuzaki lekas memisahkan daddy nya dari tubuh yang entah siapa Ryuzaki sama sekali tidak bisa mengenalkan karena luka lebam di wajah pria itu sangat parah. Ryuzaki bergidik ngeri melihat bagaimana kekuatan daddy nya meski sekarang ini daddy nya sudah hampir berusia kepala hampir enam.


" Cuih.... " daddy Hoshi meludah tepat di samping pria yang dihajar nya itu. Kemudian dia segera berjalan melihat Aerith dipapah oleh Ryuzaki.


" Bawa Aerith ke ruang kesehatan,, eh... bukankah itu darah? " daddy Hoshi lekas menuju ke arah Aerith dan sangat terkejut melihat ada darah menggenang di bawah Aerith.

__ADS_1


Degh... Degh...


Jantung Ryuzaki berdetak sangat kencang, Kata-kata dari pria yang mengaku paman dari Aerith saat itu terus terngiang di kepalanya.


" Jika anda tidak mau bertanggung jawab, bagaimana kalau keponakan saya ini hamil? "


" Tidak mungkin kan jika dia hamil,, tapi malam itu, kami melakukannya tidak hanya sekali.. Benarkah dia hamil anak ku? "


Ryuzaki tidak mau menebak-nebak lagi, langsung menggendong tubuh Aerith ala bridal membawa istrinya ini ke rumah sakit. Daddy Hoshi dan Daigo. yang baru tahu ada kejadian seperti ini mengikuti dari belakang dengan mobil yang berbeda.


Saat ini, mereka ada di sebuah rumah sakit yang paling dekat dengan hotel milik keluarga Narita. Di depan sebuah ruangan pemeriksaan, Ryuzaki, Daigo dan daddy Hoshi menunggu dokter yang memeriksa keadaan Aerith. Dalam pikiran ketiga orang ini, sudah banyak hal yang berlintasan. Ada pikiran yang sama, ada pula yang tidak. Tapi mereka punya satu pemikiran yang sama, bahwa Aerith hamil, dan anak siapa itu.


Ceklek....


Dokter perempuan keluar dari ruang pemeriksaan langsung menemui keluarga pasien yang ada di depannya ini.


" Dok,,, bagaimana menantu saya? " daddy Hoshi langsung maju bertanya.


" Beruntung lekas dibawa kemari, jadi semuanya baik-baik saja termasuk dengan kandungannya. Tapi karena peristiwa ini, kandungan pasien jadi lemah dan perlu perawatan intensif di sini. Tidak boleh stress, tidak boleh mendapatkan tekanan apapun, dan perhatikan mood pasien... " dokter itu tersenyum ketika melihat tiga wajah tidak percaya pria yang ada di depannya.


" Karena ketakutan dan juga tekanan pada pasien, membuat pasien mengalami pendarahan, beruntung bayi kuat dan ibu sehat sehingga masih bisa di selamatkan.. Usia kandungan pasien saat ini sudah tiga minggu, jadi tolong perhatikan dengan baik kedepannya... Saya permisi.. " dokter itu kemudian pergi dari sana meninggalkan keluarga Narita yang memiliki raut wajah tidak terbaca semuanya.


Ryuzaki langsung terduduk di kursi yang ada di depan ruangan pemeriksaan Aerith tadi. Rasanya tidak bisa dia lukiskan sekarang. Antara tidak percaya itu anaknya, ada rasa senang karena dia punya anak, tapi sekarang ini dirasa yang paling dominan adalah terkejut, ternyata Aerith mengandung.


Lain Ryuzaki lain Daigo yang curiga bahwa anak yang dikandung oleh Aerith bukan anak saudaranya. Pasalnya kejadian di motel saat malam itu, memang hanya Ryuzaki, Aerith dan Nanako saja yang tahu, tidak dengan keluarga Narita. Lalu bagaimana kelanjutan nasib Aerith. Apakah dia akan ditendang dari keluarga Narita atau justru disayang karena akan segera memberikan cucu pada tuan dan nyonya besar Narita.

__ADS_1


__ADS_2