
Hari ini Aerith masih mendapatkan perawatan di rumah sakit, mungkin dua atau tiga hari lagi dia baru diperbolehkan pulang oleh dokternya. Kondisinya berangsur membaik, meski wajahnya masih pucat. Penampilan Aerith juga tidak seperti dulu karena sekarang dirinya tidak memiliki sehelai rambut pun. Selain karena operasi sehingga rambut Aerith di pangkas habis, masih juga karena nanti dia akan menjalani kemoterapi yang pastinya juga akan membuat rambutnya menjadi rontok, jadi lebih baik dipotong saja hingga tidak bersisa.
Matsuda dan dan kedua orang tua Kenzo sedang memiliki kegiatan hari ini, jadilah Aerith sekarang ini hanya bertemankan Kenzo, yang kebetulan sedang mendapatkan jatah cutinya. Kenzo sedang mengupas apel untuk Aerith, sedangkan Aerith sendiri sedang asyik menggonta ganti chanel televisi karena menurut Aerith semua membosankan.
" Kenzo san,, apa tidak apa jika dihari libur pun Anda justru menemani ku disini? Apa kekasih mu tidak akan marah? " tanya Aerith merasa sungkan.
" Kekasih siapa yang kau maksud? Aku bahkan tidak sedang dekat dengan siapa pun.. Kenapa? Apa kau ingin menjadi kekasih ku? " Kenzo menggoda Aerith dengan menaik turunkan alisnya.
" Ck.. Berhenti melakukan itu, kakek dan kedua orang tua mu sudah salah paham.. Mereka nanti pasti semangat menjodohkan kita jika begini. " Aerith menatap Kenzo tajam.
" Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak apa jika kita berdua benar-benar menikah... Aku dengan senang hati, menerima diri mu menjadi istri ku.. " Aerith memutar bola matanya jengah.
Fokus Aerith kembali ke televisi yang menampilkan berita-berita yang membahas tentang segala aspek di Jepang. Awalnya tidak ada yang menarik bagi Aerith, hingga tiba di sebuah berita yang menampilkan info kecelakaan yang terjadi di kota yang Aerith kenal. Tubuh Aerith tiba-tiba saja membeku tanpa sebab, perasaannya jadi tidak enak.
**Hari ini, tanggal 16 Maret 2023, terjadi sebuah kecelakaan maut dimana mobil yang dikendarai oleh salah satu politisi penting di Kyoto, ditabrak oleh sebuah mini bus yang kehilangan kendali.
Dikabarkan, satu korban meninggal, yaitu sopir mini bus, dan pengendara mobil sampai saat ini kondisinya masih kritis dan belum ada informasi lanjutkan mengenai kondisi itu. Mari kita lihat ke TKP, dimana sudah ada rekan saya di sana**.......
Aerith terkejut bukan main ketika terlihat di sana dengan jelas, nama korban ditulis di layar televisi. Tubuh Aerith menegang dan air matanya pun luruh begitu saja tanpa dia minta. Korban kecelakaan ini, Aerith mengenalnya, bahkan sangat mengenalnya.
__ADS_1
" Kenzo san... Tolong antar aku ke Kyoto sekarang juga... Antar aku ke Kyoto.. " pinta Aerith dengan memelas.
" Tapi kondisi mu masih tidak diperbolehkan untuk pergi kemana pun.. Apa yang terjadi? " tanya Kenzo mulai ikut panik seperti Aerith.
" AKU BILANG ANTAR AKU SEKARANG JUGA...!!! " Kenzo tersentak ketika Aerith membentak nya.
Tak lagi mendekat, Kenzo pun langsung mengambil kursi roda dan membawa Aerith keluar dari ruangan rawat inapnya. Kenzo tidak tahu apa yang terjadi, yang dia ketahui Aerith sedang tidak baik-baik saja saat ini. Aerith sedang kalut dan mungkin ini ada hubungannya dengan berita tadi.
Selama perjalanan menuju ke Kyoto, sesekali Kenzo melirik ke arah Aerith yang hanya menangis dan menangis saja sejak tadi. Aerith tidak mengatakan apapun, hanya diam dengan air mata berlinang. Kenzo sebenarnya penasaran, tapi takut jika saja nanti Aerith tersinggung jika dia ikut campur di dalamnya. Kenzo harap, nanti Aerith mau mengatakan apa yang terjadi.
Berbekal informasi dari berita tadi, kini mobil yang di kendarai Kenzo sudah terparkir rapi di rumah sakit yang katanya menjadi tempat yang ditujukan korban kecelakaan tadi. Dengan sigap Kenzo membantu Aerith untuk bisa duduk di kursi rodanya dan lekas membawa Aerith masuk ke dalam. Ketika sampai di bagian informasi, Kenzo mewakili Aerith untuk bertanya tentang keberadaan korban kecelakaan tadi, dan bagian informasi mengatakan bahwa sekarang korban berada di IGD.
" Ieri san... " panggil Aerith.
Yang dipanggil tentu saja terkejut bukan main, pasalnya selama berbulan-bulan dia mencari seseorang yang kini memanggilnya. Tapi entah bagaimana caranya orang yang tengah dia cari, bisa berada di tempat ini, di waktu yang tepat pula.
" Aerith chan... Dari mana saja kau? Kenapa kau tiba-tiba pergi begitu saja? Tuan besar mencari mu sejak saat itu... Sekarang cepat masuklah,, kita tidak punya banyak waktu.. " Ieri san langsung mengambil alih kursi roda Aerith dan membawanya masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya ada Max yang tengah mendapatkan perawatan.
Aerith langsung histeris ketika melihat tubuh pria yang selama ini dia tahu sangat gagah dan kokoh, kini terbaring tidak berdaya di ranjang orang pesakitan dengan berbagai macam alat yang menunjang kehidupannya. Sungguh, Aerith merasakan hatinya sangat sakit sekali ketika melihat kondisi Max saat ini. Aerith pun mulai menyalahkan dirinya sendiri, karena pergi meninggalkan pria ini saat itu.
__ADS_1
" Daddy.. " panggil Aerith ketika sudah sampai di samping tubuh Max.
Ajaibnya, mata Max langsung terbuka ketika mendengar suara Aerith memanggilnya. Padahal sebelumnya Max tidak sadarkan diri karena luka yang dia dapat dari kecelakaan itu bisa dibilang cukup parah.
Max langsung tersenyum menatap wajah yang dia rindukan selama beberapa bulan terakhir ini. Wajah yang hanya bisa dia lihat ketika dirinya bermimpi tentang wanita ini. Max sungguh saat bahagia sekali saat ini, disaat akhirnya dia bisa bertemu wanita yang dia cintai.
" Baby... " ujar Max terdengar lirih dan lemah.
" Huhuhuhuhu.... Kenapa jadi seperti ini dad? Kenapa daddy seperti ini? " tanya Aerith di tengah tangisannya. Max sendiri merasakan sakitnya ketika mendengar tangisan Aerith.
" Maaf.... Daddy nggak bisa menemukan mu dan menjaga mu.... Baby,, I love you... " ucap Max dengan senyum yang menghiasi wajahnya yang banyak terdapat luka.
Aerith tersentak, pengakuan ini, pernah dia harapkan dulu sekali ketika dia dan pria yang menjadi sugar daddy nya ini masih bersama. Kenapa baru sekarang, pria ini mengatakannya. Apakah Aerith salah dengar, ataukah ada sesuatu yang terjadi sehingga membuat pria ini akhirnya mengakui perasaan nya.
" Maksud daddy apa? Jangan bicara seolah daddy nggak akan nemenin Aerith lagi.. " tanya Aerith semakin histeris menangis.
" I Love you... Akhirnya aku bisa mengatakan ini pada mu, baby... I Love you, dari pertama kali kita bertemu dan sungguh sebuah mukjizat di akhir hidup ku pun, aku masih bisa bertemu dengan mu... I Love you.... " Max tersenyum..
TTTTIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTT
__ADS_1