Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Memalukan sekali


__ADS_3

KRIEETTTTT


Mata Aerith berkedip cepat ketika benar di depan pintunya adalah sang suami yang kini menatapnya sangat datar, sangat sangat datar. Aerith jadi bingung kenapa suaminya menatapnya begitu, apakah suaminya marah padanya, tapi kenapa, dia tidak berbuat salah sejak tadi. Apakah terjadi sesuatu yang tidak Aerith ketahui.


" Ryuzaki san... " panggil Aerith saat suaminya hanya diam saja.


" Ekhem... Aku pinjam charger ponsel milik mu dulu.. Charger ku tertinggal di mobil, dan besok kita akan berangkat ke kampus bersama lagi.. " ujar Ryuzaki cepat sekali.


" Tunggu sebentar ya.. " Aerith lekas berbalik mengambil charger miliknya.


Di depan pintu mata Ryuzaki menjadi melotot kala melihat tampilan istrinya jika dilihat dari belakang. Ryuzaki menatap datar Aerith bukan karena kesal tapi karena terkejut dengan pakaian yang Aerith kenakan. Baju tidur Aerith ini mirip sekali dengan lingerie, hanya saja tidak menerawang. Tapi bahan satin itu begitu lembut sehingga lekuk tubuh Aerith terlihat jelas.


Belahan dada yang terlihat, apalagi payudara Aerith sangat montok. Belum lagi barusan tampilan belakang Aerith, yang mirip gitar Spanyol itu. Dalam diam nya, Ryuzaki sudah berkali-kali menelan ludahnya kasar menahan sesuatu yang memberontak kuat di bagian bawah sana. Jakunnya juga naik turun sekarang.


" Ya Tuhan, pemandangan apa yang Engkau suguhkan pada ku ini... Rasanya aku benar-benar tidak bisa menahan sesuatu di bawah sana... Oh God,, tenang... Tenang Ryu,, ini hal biasa... Ya,, ini hal biasa... " dalam hati Ryuzaki merapalkan mantra agar tidak sampai terjatuh dalam jeratan setan dan langsung menubruk istrinya malam ini.

__ADS_1


" Hei bodoh kau... Ini sah saja jika kau menginginkan nya.. Dia itu suami mu.. Jadi kau boleh menikmatinya, lihat berapa indahnya tubuh milik istri mu.. Bodoh jika kau menyia-nyiakan sedangkan pria lain saja begitu ingin melahap nya.. " racauan setan dalam diri Ryuzaki.


" Setan dari mana lagi ini... Haish,, aku harus cepat pergi sebelum setan ini mempengaruhi ku.. " batin Ryuzaki.


Begitu Aerith menyerahkan charger miliknya, tanpa mengucapkan sepatah kata lagi pada Aerith, langsung saja Ryuzaki pergi kembali ke kamarnya. Dia sudah tidak bisa lagi berpikir jernih saat ini karena tubuh istrinya benar-benar menggoda iman dan iminnya. Rasanya jika lebih lama satu menit saja, Ryuzaki benar-benar akan menerjang Aerith.


" Ish... Tuh orang kenapa sih? Main pergi aja, bilang thanks kek, arigatto kek, ini malah langsung pergi kek dikejar maling.. Pengen pub kali ya, lihat tadi wajahnya datar banget.. " gumam Aerith terheran melihat tingkah suaminya.


Jam sudah menunjukan waktu untuk tidur, jadi segera saja Aerith naik ke ranjang dan tertidur tidak lama setelah kepalanya menyentuh bantal. Hadeuh,, dasar tukang molor ya, baru aja cium bantal udah tidur, coba gimana itu nanti kalau dicium sama Ryuzaki.. Hahahaha, pingsan deh dianya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Pagi harinya Aerith bangun kesiangan, karena entah kenapa semalam tidurnya terlampau lelap, sampai-sampai alarm dari jam empat berbunyi, tapi dia tidak kunjung bangun. Sekarang bahkan sudah jam setengah enam. Aerith bergegas bangun karena dia harus membuatkan sarapan untuk suaminya. Ritual mandi biasanya sampai satu jam, kini dia perpendek jadi lima menit, entah mandinya bagaimana hanya sampai lima menit saja dia sudah selesai dan lekas berganti baju yang akan dia gunakan ke kampus pagi ini.


Memakai kemeja berwarna hitam dengan lengan yang digulung sampai ke siku, celana bahan berwarna hitam juga senada dengan bajunya, harum wangi, aduduh,, Aerith sampai pengen meluk dari belakang tapi tidak berani takut dilempar dengan penggorengan. Suaminya kan si raja hutan, kalau ngamuk, menakutkan.


Pagi yang begitu membahagiakan, karena bisa melihat suaminya terlihat begitu seksi di dapur, tengah membuat masakan untuk nya.

__ADS_1


" Andai kami seperti pasangan suami istri pada umumnya.. Hihihi, Aerith.... Aerith... jangan mimpi di pagi hari begini.. Karena itu hanyalah sebuah khayalan tingkat tinggi saja... " Aerith menepuk pelan kepalanya.


" Maaf ya Ryuzaki san.. Aku bangun kesiangan.. " ujar Aerith mendudukkan dirinya di kursi meja makan.


" Hm... " gumam Ryuzaki malas menanggapi.


" Pagi-pagi mood udah jelek aja tuh.. " lirih Aerith mencebik bibirnya karena tanggapan datar dari suaminya.


Bukan karena Aerith bangun terlambat, Ryuzaki sampai bad mood di pagi hari. Tapi karena pemandangan indah yang dia lihat semalam, membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus terbayang-bayang bentuk dan juga keindahannya. Apalagi mereka pernah in dehoy, di motel saat malam penjebakan itu. Jelas saja pikiran Ryuzaki langsung mengarah ke sana.


Bahkan beberapa kali Ryuzaki memukuli kepalanya semalaman, karena memikirkan betapa ganasnya dia di ranjang saat malam itu. Tidak hanya sekali, bahkan jika diingat lagi rasanya sampai hampir terang dia dan Aerith melakukannya. Sungguh maniak sekali dirinya itu, dan itulah yang membuat mood nya jelek bahkan Ryuzaki malu jika melihat wajah Aerith.


" Lekas makan dan berkemas,, bawa saja beberapa hal yang diperlukan seperti buku pelajaran mu, kalau pakaian tidak perlu dikemas.. " ujar Ryuzaki meletakan sarapan milik Aerith.


" Memangnya kita akan kemana? " tanya Aerith bingung.

__ADS_1


" Kediaman utama Narita... "


GLUG....


__ADS_2