Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Rencana lain yang lebih baik


__ADS_3

Kondisi Aertih saat ini semakin lama semakin menurun, bahkan Aerith sudah tidak lagi dalam kondisi sadar sesaat setelah masuk ke ruangan dokter. Ryuzaki sendiri kini tengah dihadapkan pada situasi yang sangat sulit, apakah harus mempertahankan bayi dalam kandungan Aeirth atau justru menggugurkan nya. Ryuzaki ingat betul keinginan Aerith bahwa dirinya akan sulit memiliki anak lagi, jadi sebisa mungkin dia ingin mempertahankan anak ini.


Dokter kandungan Aerith sudah mengatakan beberapa situasi yang akan dialami Aerith ketika dia bersikeras mempertahankan janinnya. Salah satu yang paling terburuk adalah Aerith akan meninggal dan bayinya juga belum tentu bisa selama. Dengan prosentase rendah ini, Ryuzaki ingin memilih untuk menyelematkan nyawa Aerith saja. Masalah anak, toh bisa diusahakan meski akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


" Tolong lakukan proses aborsi dokter.. " ucap Ryuzaki setelah menimbang segala hal tentunya.


" Ti... tidak bo... leh... " Ryuzaki Tersentak ketika melihat Aerith terbangun. Padahal tadi Aerith pingsan, bahkan sudah lebih dari dua jam Aerith tidak sadar.


" Jangan... ini.. ini... anak ku.. Jangan... " gumamnya pelan tapi Ryuzaki masih bisa mendengarnya dengan jelas.


" Aerith... Tidak ada gunanya mempertahankan anak ini jika akhirnya kau pun tidak akan bisa merawat dan membesarkannya.. Kita lewatkan kesempatan ini, dan kita raih kesempatan lainnya nanti.. Oke.. " Ryuzaki membujuk Aerith agar mau menuruti keputusan yang sudah dia buat untuk kebaikan bersama.


" Tapi... mungkin tidak akan ada... kesempatan lain kali... Ryu san.. "


" Pasti ada.. Kita hanya perlu berjuang dan berdoa.. Tolong jangan egois Aerith, aku tidak bisa kehilangan diri mu saat ini.. Aku mohon.. "


Jujur saja Aerith sangat tersentuh dengan ucapan Ryuzaki. Tapi apa bisa dijamin bahwa nanti Ryuzaki masih tidak bisa kehilangan dirinya. Apalagi jika rahasia yang dia jaga terbongkar. Tidak ada yang bisa menjamin Ryuzaki akan tetap bersamanya hingga akhir. Karena itu Aerith tetap pada pendiriannya, bahwa dia akan menyelamatkan anak ini meski nyawa taruhannya.


Ryuzaki pun meminta waktu pada dokter untuk kembali membujuk Aerith. Dokter pun memahami apa yang dirasakan oleh Aerith dan Ryuzaki saat ini. Apalagi perasaan Aerith yang takut tidak bisa memiliki keturunan lagi.Mimpi setiap wanita di dunia ini adalah untuk bisa memiliki keturunan, jadi jelas pasti setiap wanita di dunia ini memahami keinginan Aerith.


****************


Beberapa hari berlalu, tapi baik Ryuzaki dan Aerith masih belum mendapatkan keputusan yang tepat untuk masalah bayi yang Aerith kandung. Aerith pun masih di rawat di rumah sakit dengan keluarga Narita yang bergantian untuk menjaganya. Sayangnya pagi ini, Aerith tidak ditemani siapapun karena semuanya sangat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ryuzaki juga sedang menunggu jalannya ujian untuk para anak didiknya di kampus.

__ADS_1


Kesempatan langka ini dimanfaatkan oleh seseorang yang sejak awal memang tidak menyukai Aerith. Dia dibantu dengan beberapa suster yang sudah dibayar nya, membawa Aerith keluar dari rumah sakit tanpa ada siapapun yang curiga. Aerith disuntikkan obat tidur dengan dosis cukup tinggi, kemudian di dudukan di kursi roda yang di dorong keluar melalui pintu belakang.


" Yosh... Sekarang kita segera menuju ke tempat bos.. " seorang pria langsung melakukan mobil ambulans yang di dalamnya ada Aerith.


Mobil ambulans ini pun langsung melaju membelah jalanan kota Kyoto menuju ke sebuah tempat yang sudah dijanjikan sebagai tempat pertemuan. Semua sangat lancar tidak ada kendala, hilangnya Aerith belum di ketahui pihak rumah sakit. Sunggiu sepertinya semesta tengah membantu orang ini untuk mendapatkan Aerith di tangannya.


" Hikari san.. Mereka sudah mendapatkan target dan mereka akan sampai kemari dalam beberapa menit lagi.. " lapor anak buah dari wanita bermarga Hikari ini.


" Kalau begitu siapkan semuanya.. Aku akan memanggil tuan.. " peritahnya kemudian lekas masuk ke bagian terdalam lagi dari tempat yang lebih mirip dengan gudang terbengkalai itu. Tapi sungguh luar biasa karena di bagian terdalam ada ruangan yang sangat bagus, dimana di dalamnya berisi sebuah kamar dengan ranjang king size dan ornamen-ornamen yang indah.


" Dia akan segera datang.. " lapor Hikasi san.


" Hei... Kenapa kau cemberut begitu sayang? Sungguh aku hanya akan bermain dengannya, kau tetap wanita kesayangan ku.. " pria ini berjalan mendekat ke arah Hikari san.


" Hahahahahaha... Dia cantik sekali kalau sedang marah dan cemburu.. Tenang saja baby, kau tetap yang terbaik di antara yang terbaik... Love you baby.." pria itu berteriak di akhir kalimat.


" Lihat saja.. Betapa setelah ini kau akan sangat menderita Hirano Aerith.. " gumamnya menyeringai.


***********


" Rena... Rena... Rena chan... " panggil Ena ketika sudah sampai di apartemen Rena.


" Hei... Kau ini tidak punya sopan santun ya, kenapa berteriak? Telinga ku sakit.. Kau tahu sendiri aku baru pulang jam lima pagi tadi, dan sekarang baru jam delapan kau sudah berteriak seperti orang kesetanan... " Rena mengomel panjang lebar dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


" Mereka sudah bergerak... Cepat kau kerjakan bagian mu, atau kau akan kehilangan kesempatan mendapatkan pria itu lagi.. " ujar Ena menggebu.


" Mereka bergerak? Bagian ku? " beo Rena yang sepertinya belum konek.


" Sialan kau ya.. Disaat seperti ini berpura tidak ingat, lekas hampiri Ryuzaki sebelum semuanya terlambat!!! " sentak Ena langsung mengembalikan semua ingatan Rena tentang rencana yang dia dan pria misterius buat.


" Tunggu aku sepuluh menit... Tidak... Tidak.. Lima menit.. " Rena berlari masuk kamar dan lekas bersiap diri untuk melaksanakan apa yang harus dia laksanakan. Rencana sempurna yang lebih sempurna dibandingkan rencana sebelumnya.


Ingatan Rena kembali ke beberapa hari yang lalu, dimana seorang wanita yang sangat cantik menemuinya. Saking cantiknya wanita ini, Rena sampai minder padahal dia adalah model internasional. Wanita cantik itu mengajak Rena untuk menemui seorang pria yang wajahnya tidak dapat Rena lihat dengan jelas karena kacamata hitam dan juga masker digunakan pria itu.


Flashback.


" Selamat datang Hibiki san... Salam kenal dan salam kerja sama.. " pria itu menyapa Rena sok akrab.


" Siapa anda dan kenapa saya harus mengenal anda? " tanya Rena angkuh.


" Hahahahaha... Kau masih bisa begitu sombong di depan ku ketika pria mu tengah asyik dengan gadis yang adalah seorang wanita malam itu.. Luar biasa... Hahahaha" mata Rena melebar saat pria di depannya ini tahu apa yang terjadi padanya.


" Apa mau mu? " Rena bertanya.


" Kerjasama.. Kebetulan aku ingin membuat Aerith menderita, dan kau ingin Ryuzaki kembali pada mu, bukankah itu adalah sebuah petunjuk agar kita saling membantu..? "


Rena terperangah, pria di depannya ini terlihat sangat berbahaya, beruntung mereka berada di perahu yang sama. Karena tujuan mereka sama dan dengan bantuan pria ini Rena bisa memiliki Ryuzaki, maka Rena tanpa berpikir lagi langsung menyetujui ajakan kerjasama dari pria ini.

__ADS_1


" Disaat aku mengurus Aerith nantinya.. Silahkan ceritakan semua masa lalu wanita ini pada Ryuzaki.. Maka dengan otak pintar Ryuzaki, dia pasti tahu apa yang akan dia lakukan... " Rena mengangguk.


__ADS_2