Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Apa aku berbuat kesalahan


__ADS_3

Matanya mengerjap beberapa kali, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamar ini. Ryuzaki, pagi ini terbangun dalam keadaan polos dan di sampingnya ada tunangannya. Kepalanya terasa pusing dan perutnya seperti diaduk-aduk. Apa yang telah dia lakukan semalam, sampai pagi harinya merasakan sesuatu yang dulu pun dia lakukan meski dengan pasangan yang berbeda.


" Sssssttt.. kepala ku sakit sekali.. " keluh Ryuzaki. Dia bangkit dan duduk bersandar, sambil menatap wanita yang sama dalam kondisi pulas juga, berbaring di sampingnya.


" Sepertinya aku akan mendapatkan hukuman dari daddy.. " gumam Ryuzaki pelan.


Meski Rena adalah tunangannya dan mereka akan menikah dalam hitungan bulan saja. Tapi di dalam keluarga Narita sudah ada aturan yang tidak dapat diganggu gugat. Anak keturunan Hoshi Narita, dilarang keras melakukan *** before married, dan akan ada hukuman yang berat yang harus ditanggung.


Saat dengan Aerith, Ryuzaki bisa menyembunyikan masalah ini hingga pada saat hubungan mereka berakhir. Baru saat itulah, keluarga besar Narita tahu bahwa Ryuzaki dan Aerith pernah melakukan hubungan terlarang sebelum keduanya menikah. Alhasil, Ryuzaki dihajar oleh Hoshi san, ayahnya sendiri.


" Kenapa harus kembali mengingat dia? Tapi bagaimana dia akan menjalani hidup setelah ini, ya? Bukankah penyokong nya sudah meninggal. " udah Ryuzaki tersenyum sinis.


" Ryu kun... Eeuggh... Kau sudah bangun..? " Rena menggeliat dan langsung membuka matanya.


" Hm.. Pergilah bersih-bersih dulu.. !! " ujar Ryuzaki.


" Baiklah... Semalam... kita.... dan itu.... sangat menggairahkan, Ryu.. " Rena tersenyum malu-malu. Seperti anak perawan yang baru saja mengalami malam. pertama.


" Ya.. " Ryuzaki bingung harus mengomentari seperti apa ucapan Rena yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Ryuzaki sebenarnya tidak benar-benar menikmati kegiatan semalam bersama Rena. Sejujurnya, dalam pandangan Ryuzaki semalam itu adalah Aerith. Entah saking rindu atau saking bencinya, yang muncul dalam bayangan Ryuzaki, dia tengah bercinta dengan Aerith. Sebab itulah, dia melakukannya dengan sangat kasar sekali. Tapi sepertinya Rena tidak sama sekali keberatan dengan cara Ryuzaki memperlakukan nya.


Ryuzaki turun dari ranjang dan langsung memakai bathroop miliknya. Dia pun memunguti pakaian miliknya dan Rena yang tercecer di lantai, kemudian memasukannya ke dalam keranjang pakaian kotor. Setelah itu, Ryuzaki melepas sprei yang sudah tidak berbentuk sama sekali, membuktikan seberapa dashyat percintaannya semalam dengan Rena. Tapi kemudian, mata Ryuzaki membola ketika tidak mendapati sesuatu di spreinya.


" Rena.... Dia... Sialan... " tangah Ryuzaki terkepal sangat kuat karena dirinya jujur saja sangat kecewa dan marah saat ini.


Tanpa banyak bicara, Ryuzaki mengambil kembali pakaiannya yang tadi sudah dia lempar ke keranjang pakaian kotor, dan kembali memakainya. Ryuzaki langsung pergi dari apartemen milik Rena tanpa pamit. Emosinya sudah sampai ke ubun-ubun dan dia tidak ingin melampiaskan nya pada Rena. Dia harus bermain cantik saat ini, untuk mengetahui semua kebohongan yang Rena lakukan.

__ADS_1


" Selidiki Hibiki Rena... Aku ingin tahu semuanya bahkan rahasia kelamnya sekali pun.. " Ryuzaki menghubungi seseorang untuk melakukan apa yang dia perintahkan.


" Seberapa detail kau menginginkan informasinya? "


" Sedetail mungkin.. Semua, dari awal hingga akhir..!! " pinta Ryuzaki.


" Oke.. Tunggu saja.. "


Ryuzaki meletakan dahinya di setir mobil miliknya yang terparkir di basement apartemen Rena. Kepalanya mendadak pusing karena emosi yang tidak terlampiaskan. Dia pun langsung menghubungi salah satu dari saudara kembarnya dan mengajaknya untuk berlatih hangar. Setahun Ryuzaki, hanya hangar yang bisa membuat emosinya turun. Lebih baik ria melampiaskan pada benda mati, dari pada melampiaskan kekesalan dan kemarahannya pada orang tersebut.


" Aku tunggu kau di tempat biasa.. Ayo kita main hangar.. " ucap. Ryuzaki di telepon.


" Kenapa? Suasana hati mu sedang buruk? "


" Hm... Jangan banyak tanya sekarang ini, yang penting kita ketemu sekarang juga.. " ujar Ryuzaki tidak ingin dibantah.


Ryuzaki dan Kaien terus bertarung meski sudah tiga kali mereka mengulang, dan tiga kali juga Ryuzaki yang kalah. Emosi yang menguasai dirinya sehingga dengan mudah, Kaien menumbangkan dirinya. Sejak pertandingan kedua tadi, Kaien meminta agar pertarungan ini dihentikan. Bukan kenapa, Ryuzaki sedang emosi, sudah pasti pertarungan mereka ini sama sekali tidak ada gunanya. Hanya buang-buang tenaga saja.


BRUG


Ryuzaki terjatuh ke lantai karena lelah. Bermain menggunakan emosi jauh lebih menguras tenaga dibandingkan bermain biasa. Kaien pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Ryuzaki, berharap saudara kembar yang bungsu ini, mau mengatakan apa yang membuat dirinya menjadi sangat emosi seperti sekarang ini.


" Mau cerita? " tanya Kaien sambil mengerahkan botol minum untuk Ryuzaki.


" Kau tahu, aku pernah menyentuh wanita manapun sampai aku bertemu dengan Aerith.. Aku selalu takut, jika daddy marah karena aku mengecewakannya. Dulu pun, saat masih bersama dengan Rena, aku juga tidak pernah menyentuhnya.. " ujar Ryuzaki.


" Maksudnya? " Kaien bertanya karena tidak tahu kemana arah Ryuzaki bicara.

__ADS_1


" Semalam aku mabuk karena merindukan Aerith, tapi kemudian aku melakukan sebuah perbuatan tercela.. Aku bercinta dengan Rena.... "


" Hei... Apa kau gila? Pernah dihajar daddy tidak membuat mu jera ya? " Kaien langsung menyambar, padahal ucapan Ryuzaki belum selesai.


" Ck.. Kalau dengar orang cerita itu harus sampai selesai biar tidak terjadi salah paham.. " Ryuzaki melotot ke arah Kaien.


" Ya... Maaf.. Aku terkejut saja.. " Kaien nyengir.


" Aku tidak pernah menyentuh Rena tapi ketika kami pertama kali melakukannya, aku tidak melihat adanya darah perawan di seprei yang ada di ranjang.. Menurut mu, apakah aku sudah salah langkah memilih Rena? " tanya Ryuzaki. Dia menatap saudara kembarnya ini dengan tatapan yang menyiratkan ketakutan akan penyesalan.


" Huft.... " Kaien menghela nafas.


" Jujur saja, saat pertama kali kau memutuskan akan bersama dengan Rena, aku dan yang lainnya tidak setuju.. Alasannya, karena saat itu kau sedang emosi, dan juga karena Rena tidak sebaik yang kau pikirkan.. Jika dia benar-benar mencintai mu, dia tidak akan pergi lima tahun yang lalu.. Keluarga kita kurang mampu apa membahagiakannya? " ujar Kaien masuk akal.


" Dan.... Ehm... Gimana ngomong nya ya? " Kaien terlihat tahu melanjutkan ucapannya.


" Apa? Kalian semua menyembunyikan sesuatu kan dari ku? " tanya Ryuzaki yang sudah mencium bau-bau mencurigakan.


" Sepertinya,, bisa dibilang saat ini,, Aerith sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja... "


" Maksudnya? "


" Dia sepertinya sedang sakit dan penyakitnya itu sangat parah... mungkin.. "


Ryuzaki terkejut, bagaimana bisa Aerith sakit dan itu parah. Sedangkan saat terakhir mereka bertemu memang saat itu Aerith di rumah sakit, tapi karena dia keguguran, bukan karena penyakit yang parah.


" Carilah dia.. Sebelum kau menyesal.. " pesan Kaien sebelum akhirnya Kaien pamit untuk pulang, karena mendapatkan telepon dari Kyomi, istrinya.

__ADS_1


__ADS_2