Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
caesar


__ADS_3

"diamlah Fito.. aku tidak bercanda.. Kemungkinan nyonya dan tuan kecil sudah pergi dari mobil itu....!! " jerit Baby mendorong kasar tubuh Fito hingga mundur beberapa langkah.


"tuan Al... bangun.....!!! nyonya Bora sedang membutuhkan anda... cepat sadar....!!


pikirkan anak anda Tuan.. Al.......!!! " teriak Baby menampar keras wajah Al..


Al tersadar seketika, sementara anggota the Lion sudah pucat pasi. Baby begitu berani menampar pipi Boss besar mereka..


"kau mau mati hah...?? " teriak Fito menggema..


"aku siap mati ditangan boss asalkan aku tenang.. aku mendengar suara pintu mobil di buka tadi...!! " jerit Baby hingga suaranya serak..


sementara yang lainnya saling pandang...


"apa yang kalian fikirkan..?? cepat cari nyonya Moland dan tuan Kecil....!! " perintah tegas Baby..


Baby memapah Al berjalan ke arah tepian hutan.


"kau yakin baby...?? tadi kau mendengar suara pintu di buka...??" tanya Al dengan mata sudah memerah..


jika saja musuh datang tiba-tiba sudah dipastikan Al akan kalah sebab dirinya tengah kacau balau...


"aku yakin Boss... cepatlah.. jangan jadi pengecut...!! " ketus Baby memukul kuat punggung Al..


Al spontan menegakkan punggungnya lalu kembali lemas melihat mobil mereka naiki tadi sudah hangus..


"aku yang membunuh mereka.. aku menyuruh mereka untuk nggak keluar sebelum aku memerintahkan mereka untuk keluar... akulah penyebabnya baby....!! " lirih Al begitu frustasi dan tak berdaya..


"sadar boss.. anda terlalu berfikir negatif... apa anda tau tuan kecil sangatlah hebat...!! " pekik Baby berusaha menyadarkan Al yang antara sadar dan tidak sadar..


"aku nggak kuat Baby.. biarkan aku mati menyusul mereka...!! " Al menyerah dengan hidupnya sendiri..


Baby berdecak kesal...


"lihatlah Boss.. disana ada tetesan darah....,!! " tunjuk Baby..


Al menatap arah tunjuk Baby bahkan baby sudah meninggalkan Al yang sempoyongan memastikan apa yang dia lihat benar darah atau tidak..


"Nona Baby..?" teriak Dev..


"apa dapat jejak...?? " sahut Baby..


"ada potongan baju disini...!! " teriak Mike..


"Boss... nyonya dan Tuan kecil sudah keluar dari mobil boss... cepat cari mereka...!! " teriak Baby sampai suaranya benar-benar habis..


Fito berlari ke arah Mike dan Dev, sementara Al berusaha mencerna semua kata-kata Baby.


"istri dan anak-anakku selamat..?? " gumam Al..


seketika tubuh Al berdiri tegap dan berlari kencang melebihi kuda melewati Baby. Baby yang sempoyongan karna kuatnya angin saat Al melewatinya pun tersenyum tipis..


Baby menghubungi Ambulance di rumah sakit terdekat sini walaupun suaranya habis, setidaknya untuk menelfon masih bisa yang di telfon pihak rumah sakit hanya kebingungan kenapa suara baby sekretaris tuan Moland berbeda..

__ADS_1


semua anggota the Lion berlarian kesana-kemari mencari Nyonya dan tuan kecil mereka..


.


.


"Bosss.....,???" teriak Dev memutar tubuhnya tak berani melihat Bora tergeletak dan Raja pingsan di pangkuan Bora..


Al menjerit memanggil keluarga kecilnya dengan air mata yang entah kemana jatuhnya..


"panggil ambulance...!! " teriak Fito..


"nona Baby sudah menelfonnya tuan...!! 2 menit lagi sampai...!! " teriak salah satu anggota the Lion..


Al membuka jaketnya dan menyelimuti tubuh Raja yang penuh luka di belakangnya bisa Al tebak Raja menolong adik nya yang terkena ledakan Bom..


"bagaimana cara mereka bisa kemari...,?? " tanya Mike juga melepaskan jaketnya dan memberikannya ke Al..


Al dengan sigap menyelimuti Bora..


"Ambulance datang.. cepat angkat mereka ke brankar...!! " pekik Baby dengan suaranya yang sudah hilang..


Fito menggendong Raja dan Al menggendong Bora. mereka berlari sekuat tenaga membawa mereka ke ambulance yang sudah datang..


"Cepat. ...!!" teriak Fito memberi perintah..


seketika para petugas ambulance yang tadinya cepat sekarang makinlah kocar-kacir. Al masuk ke Mobil Ambulance dan memegang kedua tangan orang tersayangnya..


tangan kanan Al memegang tangan kecil Raja dan tangan kirinya memegang tangan Bora yang penuh luka-luka..


tak penting bagaimana Raja dan Bora bisa keluar dari mobil yang ia kunci itu yang penting Al bisa melihat Bora dan Raja selamat..


.


.


setibanya di rumah sakit. Al sampai kocar-kacir kemana dia harus pergi..


"Boss.. biar kami yang menangani tuan kecil...!! " selah Fito memaksa Al ke arah ruang operasi..


Al pun mengucapkan terimakasih lalu berlari ke ruang operasi..


"tuan Moland.. bayi anda harus segera dilahirkan sementara nyonya Moland sedang tak sadarkan diri.. jika terlambat anak anda tidak akan selamat..!!" kata dokter Marla..


"lalu apa yang harus saya lakukan dok...?" tanya Al putus asa..


"kita harus lakukan operasi Caesar demi menyelamatkan bayi nya terlebih dahulu...!! " jawab Marla dengan serius..


"tapi anak saya masih belum cukup 9 bulan dok...! " sergah Al khawatir..


"anda jangan khawatir tuan.. bayi prematur terkadang bisa berumur panjang...!! " jelas Dokter Marla dengan meyakinkan..


"lakukan apapun yang terbaik untuk anak dan istri saya dok...!! " pinta Al dengan tangan bergetar memegang tangan Marla..

__ADS_1


Marla terkejut melihat tuan Moland yang terhormat begitu tak berdaya memohon padanya untuk menolong anak dan istrinya..


"saya akan lakukan yang terbaik tuan". jawab Marla meyakinkan diri..


Al pun mengangguk lalu mengikuti prosedur proses operasi caesar Bora..


Al mengabari Bagas, Lyla dan Kara setelah tersadar dari alam kacaunya dan Lyla ditugaskan untuk mengabari Clara dan Ghani. semua terjadi diluar rencana..


"apa tuan mau masuk melihat proses operasi? " tanya Suster dengan serius..


"apa boleh sus...?? " tanya Al balik..


"bisa tuan. asalkan anda memakai baju khususnya." jawab suster..


Al pun bisa masuk dan menatap sedih Bora yang tengah tak sadarkan diri, Al mendekati Bora dan menggenggam tangan Bora begitu erat..


"maafkan aku sayang... aku selalu membuatmu dalam bahaya.. aku janji akan membunuh siapapun yang berani melakukan komplotan mengerikan ini...!? " bisik Al..


"Ya Tuhan selamatkan istri dan anak-anakku...!! " lirih Al memejamkan matanya teringat bagaimana kebahagiaan kecil mereka saat dirinya belum terekspos..


memang takdir tak ada yang bisa menebaknya..


hampir 2 jam lamanya Al menunggu operasi caesar selesai. akhirnya Anak Al pun keluar dari perut Bora..


"kita harus pindahkan ke ruang perawatan intensift (NICU) tuan.. karna lahirnya prematur kita harus masukkan bayi anda di dalam inkubator bayi supaya


tetap hangat...!! " kata Marla dengan tegas..


Al mengangguk patah-patah..


"sayang... sadarlah.. anak kita sudah lahir... !!" bisik Al menciumi pelipis Bora berkali-kali..


masalah Bora selesai setelah di pindahkan ke ruangan rawat inap terbaik..


.


.


"Bora...!! " lirih Kara dengan mata sudah memerah..


"aku mohon jaga Boraku Kak... Kara.. aku harus lihat keadaan Raja...!!" pinta Al dengan khawatir..


"percayakan Bora pada kami tuan.. kami akan menjaganya dengan baik...!! " jawab Lyla..


"terimakasih...!! " ucap Al dengan tulus


Al langsung berlari ke ruangan operasi Raja..


"bagaimana keadaan Raja...?? " tanya Al khawatir..


"hanya luka bakar Boss.. dokter terbaik sedang melakukan operasi plastik di punggungnya supaya lukanya tak terlihat...!! " kata Fito dengan raut wajah khawatirnya..


Al sampai terkulai lemas di lantai bukan karna sedih melainkan terharu. Raja dan Bora berhasil keluar dari mobil itu, sekarang mereka sudah baik-baik saja hanya menunggu waktu sadarnya aja..

__ADS_1


.


.


__ADS_2