
.
.
.
"hmmmm... Hubby...?? " Bora berjalan kearah Al dan duduk dipangkuan Al..
Kara menganga lebar,
Lila melototkan matanya tak percaya yang dilihatnya kini, Bora adalah gadis yang polos dan tak pernah berani melakukan hal seperti itu..
sedangkan supir Bora sudah tak terbentuk lagi raut wajahnya. ia ingin menenggelamkan diri ke samudra tak berani melihat kemesraan Al dan Bora..
"hmm...?? " sahut Al menyibakkan rambut panjang Bora dibalik daun telinganya..
"aku boleh kan syuting iklan yang diberi tau kak Lila tadi...?? " tanya Bora dengan manja..
Al melingkarkan tangannya di pinggang kecil Bora
"tentu saja sayang... lakukan apa yang kamu suka. aku akan selalu menunggumu." ujar Al dengan senyum tampannya..
Bora menyeringai lebar,,"kalau gitu aku boleh tinggal di apartemen..? selama 7 minggu aku nggak bisa kemari? nggak apa kan.? "
"hmm... setelah itu beri aku hadiah yang setimpal...!! " seringai Al.
Bora melebarkan matanya, dengan malu-malu Bora menganggukkan kepala Al tersenyum puas. hanya mereka berdua sajalah yang tau arti hadiah yang dimaksud Al.
"pergilah.. hari ke 7 aku harap kamu menepati janji untuk Raja...! dia sangat berharap kamu datang ke sekolahnya sayang...!! "
bora tersenyum lebar,
"siap Hubby.. aku akan selalu ingat itu...!! "
"hmm.. hati-hati dijalan...!! " ucap Al mengecup bibir bora dengan lembut..
Bora tersenyum lagi,, "kalau aku lapar buatkan aku Ayam geprekmu ya.! lidahku sangat payah kalau udah mencoba yang enak ya nggak akan tertarik dengan makanan sebelumnya. "
Al terkekeh dan mengangguk pelan..
setelah berpamitan dengan Al, bora meninggalkan mobilnya di rumah mereka, ia ikut dengan mobil Lila..
"daaah..?? sampaikan salam sayangku sama Raja...!!" teriak Bora..
Al mengulum senyumnya dan mengangguk pelan, ia membalas lambaian tangan bora..
didalam mobil Bora tersenyum bahagia sedari tadi, Lila dan Kara menatap Bora yang senyam-senyum tidak jelas si supir hanya fokus dengan jalan..
"mood ku sedang baik jadi jangan tanya-tanya aku ya..!! dewi debora mau tidur...!! " senyum manis Bora memejamkan matanya..
Lila menghela nafas berat, kara kembali menatap arah depan dengan mata berkedip-kedip lucu..
.
.
.
ke esokan paginya Bora begitu semangat bekerja yaitu syuting iklan,
__ADS_1
"Bora...?? " panggil sutradara syuting iklan..
Bora menoleh dan mendekati Miko,, "iya Miko..?? kenapa..? "
Miko seumuran dengan Bora,
"apa kamu bisa menawarkan syuting iklan baju pengantin dengan aktor pendatang tampan itu..? " tanya Miko serius..
"baju pengantin...? " beo Bora
"iya... kalian akan syuting jadi sepasang calon pengantin baru.. !! aku janji akan bayar mahal asalkan lawan mu adalah dia...!! '' kata Miko lagi..
"hmmm.. kapan syutingnya...?? " tanya Bora semangat..
"hmmm... 2 hari lagi.. apakah bisa..? "
Bora tersenyum lebar,, "kau adalah temanku sutradara muda.. tentu aku akan membicarakannya dengan suamiku..!! " bisik Bora ditelinga Miko..
Miko membelalakkan matanya,, "S.. suami...? " beo Miko hanya dengan gerakan bibir..
Bora tersenyum manis dan mengangguk..
"sialan kau.. kenapa tidak mengundangku...?? " tanya Miko dengan kesal..
"aku akan mengundangmu saat dia sudah berani menunjukkan diri ke publik.. dia masih belum mau terlibat dengan media.. orangnya sangat Low-Profil kalau saat ini.. jadi jangan salahkan aku nggak memberitau media..!! "
Miko mendengus tak percaya,, "jadi kau harus bisa membuatnya menerima tawaranku."
"baiklah". senyum manis Bora
"istirahatlah.. bukankah kau ada pemotretan lagi..?? "
Miko memutar bola matanya dan menonyor kening Bora, mereka sudah terbiasa dengan hal seperti itu, Bora sangatlah ramah dan baik dengan siapapun orang yang bekerja sama dengannya..
Miko juga baru jadi sutradara Iklan sekitar 1 tahun lamanya, Bora lah yang membesarkan namanya walau begitu Bora tidak pernah meninggi hati.
"ya sudah.. aku pulang." lambai Bora menjitak kening Miko..
"Bora...!! " kesal Miko.
Bora menjulurkan lidahnya..
Miko menggeleng kepalanya, ia sudah bisa mengganggu Bora atau sebaliknya..
.
.
siang harinya Bora melakukan pemotretan JayaAiden toko perhiasan terbesar di negara ini Bora sedang di make up simpel namun sangat cantik dan natural..
"Bora.. ada 3 gaun pemberian dari JayaAiden.. cocokkan sama perhiasannya ya..? " Kara membantu pekerja JayaAiden yang membawa gaun dan menggantungnya di lemari kaca terdekat mereka..
"hmmm. .. mana perhiasan yang akan aku pakai..?? " tanya Bora
"ini Nona." jawab pekerja JayaAiden membawa kotak hitam dan membukanya dengan sopan ke Bora.
Lila berdecak kagum melihat perhiasan seharga ratusan juta itu, Kara tersenyum lebar ke arah Bora..
"satu set perhiasan ini hanya ada 5 saja di negara ini Nona dan ini kotak pertama...!! " tutur pekerja JayaAiden..
__ADS_1
"iya.. makasih ya..!! " ucap Bora..
mereka menunduk sopan lalu izin pergi dari tempat itu..
"Boraaaa....?? " pekik Lila meraba perhiasan yang akan dipakai Bora di acara pemotretan..
Bora menggeleng kepalanya,, "kalian belum tau cincin berlianku yang seharga 969 Milyar pemberian Al.. kalau kalian tau pasti pingsan di tempat...!! " batin Bora terkekeh..
"jangan di main-mainkan cepat pakaikan. !!" perintah Bora dengan senyum mengejeknya..
Lila mendengus saja dengan ejekan Bora, seolah menertawainya penggila perhiasan padahal bora juga sama kan?
"kalau begitu kakak akan carikan gaun yang pas untukmu..!! " ujar Lila..
Bora mengangguk. Kara memakaikan kalung perhiasan JayaAiden dan Bora memakai antingnya, dan sentuhan terakhir Cincin dan gelangnya..
"kamu tau siapa sainganmu Bora? " bisik Kara dengan hati-hati..
Bora mengerutkan keningnya menatap Kara dari kaca tempat duduknya..
"Artis itu. " bisik Kara
"apa...?? " bisik Bora juga kaget
Ia berbisik karna takut membuat Lila mengomel sebab mereka meribut.
"iya.. jadi bagaimana..? apa kamu tolak aja iklan ini..? " bisik Kara..
"aku emang diberitau punya rekan pemotretan tapi nggak nyangka bakal wanita penjilat itu. pasti dia hanya memakai celan* d*lam dan B* aja..!" gerutu pelan Bora..
"ini kan syuting perhiasan bukan syuting pantai..!! " bisik Kara dengan kesal..
"aku juga tau. " sungut Bora..
"Bora.. Pakai gaun yang berwarna merah aja...!! ini sangat manis dengan warna perhiasanmu..!! " Lila membawa satu gaun merah ke arah Bora..
"kalian kenapa..?? " tanya Lila dengan heran melihat kelakuan bora dan kara seperti anak kecil yang ketahuan mencuri..
kara menggeleng kuat.
"buka kan sleting bajuku Kak..!! " pinta Bora dengan serius berusaha mengalihkan perhatian Lila..
Lila membukakan sleting baju Bora..
"kalau begitu aku ganti baju.. Kara kamu ikut aku.. aku takut nyangkut nanti. "
Kara mengangguk. lila pun percaya tanpa curiga sedikitpun bagaimana pun Bora seorang artis, ia sangat ahli dalam berakting apapun..
setibanya di ruang ganti baju,, "hampir aja ketahuan". gumam Kara mengelus dadanya dengan lega..
"bagaimanapun Kak Lila akan tau siapa rekan pemotretanku.. sial.. aku pikir rekan ku seorang pria.. kenapa malah wanita yang ternyata Artis tengik itu..?" gerutu Bora..
Kara mengangguk setuju dengan kata-kata Bora. ia juga tidak suka Artis itu. Artis itu selalu saja mencari masalah dengan Bora apapun yang bora kerjakan harus dia kerjakan juga. malah julukan Dewi Bohai adalah Artis itu dan Dewi kecantikan dan kepopuleran adalah milik bora..
Bora tidak pernah mau menerima tawaran model dengan pakaian dal*m*n aja itu menghina harga dirinya sebagai perempuan terhormat..
.
.
__ADS_1
.