Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
menikah?


__ADS_3

.


.


Al sudah menghubungi Bagas untuk membawa anaknya ke rumah Bagas sebab dirinya mau bertemu keluarga Bora..


tentu Raja dengan senang hati menerimanya ia berharap keluarga Bora menerima papanya yang sudah memiliki uang..


pernikahan Al dan Bora diadakan di desa perumahan sakinah, banyak yang datang ke rumah Clara dan Ghani hanya untuk melihat pasangan cantik dan tampan itu..


"tidak boleh memotret ya disini dilarang memotret. "


"nggak boleh foto artisnya ya...?? "


"menurutmu kenapa mereka merayakan pernikahan mereka disini..? karna aman dari media kan..? "


"iya jadi selebriti ternyata sangat sulit ya..? kalau di pesta besar-besarin dibilang pamer ada masalah sedikit saja sudah dipastikan jadi trending topik dan tertawai netizen."


"fans dan netizen nggak beda jauh kalau bikin komentar bisa menyanjung kalau bagus tapi kalau masalah sedikit saja mereka bisa berubah jadi netizen..!! "


"hah.. payah deh jadi artis. "


"tapi duitnya banyak kan..? "


"tapi pengantin pria nya siapa ya..? kenapa bisa tampan sekali.? aku nggak pernah lihat pria tampan itu di TV. "


"mungkin bukan selebriti."


banyak gosip-gosip mengenai pengantin baru yang satu ini..


.


.


Bora benar-benar tak percaya Al akan memberi mas kawin yang sangat memukau..


"jadi kamu beberapa hari nggak di indonesia demi menghadiri acara pelelangan mewah itu..? " tanya Bora masih syok melihat cincin ditangannya kini..


"hmmm,,anggap aja begitu walaupun aku bilang ke Raja hanya untuk liburan tapi tujuan ku memang ini.! " jawab Al begitu santai..


cincin berlian yang sedang menjadi buah bibir dunia ada acara pelelangan di Amerika mengenai cincin berlian itu beberapa hari yang lalu. harganya sekitar 969 Milyar di rupiahkan.. cincin ini dikenal dunia Pink King Diamond Ring..


"cincin ini hanya satu dan dimiliki oleh satu orang yang sangat misterius jadi kamulah yang membelinya Al? " pekik Bora tak percaya..


Al tersenyum seolah itu bukan masalah besar..


sementara Clara hampir saja pingsan melihat cincin berlian yang sedang jadi buah bibir kalangan ibu-ibu penggila emas brilian.


yang lainnya juga ada yang terkulai lemas, mimisan membayangkan berapa jumlah nol uang segitu..


"Al ini terlalu berlebihan." ujar Bora kini terlihat tidak enak hati.

__ADS_1


"kamu mau aku memberikannya pada


wanita lain..?? " tanya Al dengan serius.


"apa...?? kenapa kamu berikan pada wanita lain..?? " tanya Bora dengan nada meninggi karna cemburu..


"menurutmu untuk apa berlian itu padaku. ? aku seorang pria sayang.. aku nggak butuh itu..!! " kekeh Al.


Bora melebarkan matanya..


"tidak usah bertanya lagi ataupun menolaknya. terima saja cintaku...!! " tutur Al mengelus kepala Bora..


Bora masih terpaku melihat cincin itu. jujur saat melihat cincin ini tersebar luas di media sosial sebagai cincin paling termahal di dunia, Bora juga seorang wanita kan? dia suka perhiasan..


"saat itu aku sedang stress dan tak terlalu membaca berita.. saat itu Kara lah yang membacakannya supaya aku nggak bosan..!! " gumam Bora memperhatikan isi Batu berlian dalam cincin di tangannya kini..


"apa aku boleh memakainya saat ajang Awards nantinya..?? " tanya Bora hati-hati..


Al mengerutkan keningnya lalu tertawa keras seketika


hingga semua mata menatap Al dengan takjub tadinya mereka menatap cincin berlian milik Bora tapi mendengar tawa Al membuat mereka teralihkan..


"kenapa kau menertawaiku..?? " tanya Bora dengan kesal...


Al sampai terbatuk-batuk tapi sangat tampan dan sexy dengan kondisi alaminya itu. Al tidak pernah merasa pria yang paling tampan di dunia apalagi berlagak sok tampan dan jaga image itu bukan style nya Alby Moland Bantara. dia tak pernah meninggi hati


tapi jangan salahkan dia angkuh dan tak tersentuh..


Al tak pernah menggunakan ketampanannya untuk mendapatkan wanita manapun sebagai pelampiasan hasratnya. Al bukan penjahat wanita..


Bora memajukan bibirnya,, "jangan harap aku menjualnya.. cincin ini milikku dan nggak akan aku jual pada siapapun."


"hmmm.. bukti cintaku padamu. " bisik Al..


"sudah.. sudah.. kalian mau membuat warga desa sini pingsan massal hah...?? " lerai Ghani dengan serius.


Al dan Bora kompak menoleh ke arah tamu undangan mereka dan bisa mereka lihat bagaimana kondisi mereka..


ada yang terkulai lemas, mimisan, pingsan, pening dan banyak sisanya yang bergosip-gosip karna tidak bisa memotret ataupun merekam situasi itu..


"mana Al tau pa." gedik bahu Al tak peduli..


Bora malah kembali menatap cincinnya dan memasukkannya kembali ke kotaknya sambil tersenyum manis..


Al mengulum senyum manisnya melihat raut wajah Bora yang sangat bahagia..


"ayo kita mulai acaranya." sahut Clara yang baru tersadar betapa kayanya menantunya kini..


Clara senang Bora bisa mendapatkan hati seorang pria seperti Al yang tak menilai Bora begitu rendah apalagi Clara makin terharu saat Al bilang Bora itu tak ternilai harganya..


seorang ibu tentu sangat bahagia mendengarnya walaupun bukan ibu kandung nya Bora tapi siapapun tidak ada yang tau kalau bora bukan anak mereka..

__ADS_1


"ayo.. ayo sadarlah...!! "ujar Clara menyadarkan para tamu undangan warga desa nya..


Acara berjalan dengan sangat lancar tapi berlangsung lama hingga sampai larut malam...


kini Al sudah selesai mandi dan menganga lebar melihat Bora yang tertidur dengan tengkurap beserta segala perhiasan dan gaunnya itu..


"sayang...?? " panggil Al lembut mengelus kepala Bora..


"uugghhh...!! " geliat Bora malah memutar wajahnya kearah lain.


Al memang menginginkan Bora tapi nggak boleh maksa juga kan melihat kondisi mereka saat ini sudah pasti mereka nggak akan bisa tidur...


"udah jam 2 sayang.. ayo sana mandi aku udah siap.. !!" Al mencoba membangunkan Bora. .


Al kehabisan akal dan tiba-tiba menemukan sebuah ide..


"sayang.. kalau kamu nggak bangun jangan salahkan aku wajah cantikmu timbul benjol-benjol yang dikenal dengan nama jerawat...!! " goda Al


Bora bangkit seketika,, "aku dewi debora nggak punya jerawat...!! " racau Bora tapi berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi..


Al tergelak seketika, ia tak menyangka kata jerawat bisa membangunkan Bora..


"aaah... dingin mana air panasnya.. ?? Aahhh.. "


Al dengan cepat berlari ke kamar mandi Al memijit pelipisnya yang pening melihat Bora yang mandi bersamaan dengan gaunnya juga bukannya dilepas..


"iya sayang.. aku bantuin ya..! " bujuk Al.


Al memejamkan matanya membantu Bora melepaskan gaunnya ia sekuat tenaga menahan diri dari hasratnya..


"kara tolong ambilkan jubah mandiku..! " pinta Bora dengan sadar dan tidak sadar..


Bora juga heran kenapa dia bisa begitu mengantuk berat saat ini bahkan saat tubuhnya sudah diguyur air pun tetap dengan mata terpejam..


seolah tubuh Bora protes minta istirahat secepatnya, biasanya Bora juga jarang tidur malam karna memikirkan Al yang hilang secara tiba-tiba


.


.


"enak ya langsung tertidur..?aku yang menderita. " gumam Al mengusap pipi Bora yang halus..


wajah Bora sudah bersih dari make up dikamar mandi Bora menghabiskan waktu 1 jam lebih..


Bora mengenali bau tubuh Al dan langsung memeluk Al dengan erat.


"tuan burger ku. !!" racau Bora.


Al yang tadinya terdiam kini tersenyum tulus ,, "ya... Aku tuan burgermu sayang. " bisik Al dengan lembut..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2