Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
perdebatan dimalam hari


__ADS_3

Al menatap kening Bora yang tertutup perban,


"ada apa Al...?? " tanya Bora heran..


Al tak bicara, ia langsung masuk ke Apartemen Bora. Bora terbelalak dengan cepat Bora menutup pintu Apartemennya..


"apa yang kau lakukan Al...?? kenapa masuk ke Apartemenku tengah malam..? " tanya Bora berlari kecil mengejar Al yang langsung berjalan ke arah sofa dan duduk disana..


bora menganga lebar dengan apa yang dilakukan Al, "apa dia pikir ini Apartemennya...?? " batin Bora menatap aneh Al yang diam saja sejak tadi...


"kalau begitu aku akan membuatkanmu


minuman...!! " Ujar Bora memecah acara tatap menatap mereka..


Al memperhatikan tubuh Bora seolah mencari ada luka atau tidak...


"bagaimana keadaanmu...?? " tanya Al..


Bora menghentikan langkah kakinya, ia menatap lurus kedepan..


"saatnya berakting.. aku harus membuatnya mengaku .? bukankah dia selalu melindungiku..? pasti sudah khawatir melihatku begini.. entah apa tujuannya aku harus tau..!! " batin Bora..


"apa urusannya dengan anda Tuan...?? " tanya Bora membalik tubuhnya dan menatap mata Al..


Al berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Bora, langkah kaki Al sangat mendebarkan bora,


"aku bertanya bagaimana keadaanmu...?" tanya Al sekali lagi..


Bora memegang keningnya yang diperban,, "sakit lah...!!"


"kenapa kau bisa terluka..?? " tanya Al serius..


"kenapa jadi aku yang tersudut..? apa dia sudah berubah profesi..? dulu burger sekarang jurnalis..? " batin Bora keheranan..


"ak.. aku hanya menolong kak Ballar." jawab Bora lantang..


"apa kau menyukainya...?? " tanya Al serius..


"menyukai bagaimana maksudmu tuan..?? " tanya Bora dengan bingungnya..


"jawab saja pertanyaanku apa kau menyukainya...?? " tanya Al melangkah mendekati Bora tapi Bora juga ikutan melangkah mundur..


Bora meneguk salivanya bersusah payah,, "sepertinya dia memang berbakat menjadi Aktor.. bagaimana bisa dia menyudutkanku..? selama ini aku tidak pernah tersudut oleh lawanku.. kenapa malah tersudut dengan pria yang bukan dari kalangan selebriti ini..!! "


"apa urusan nya denganmu tuan.. aku suka dengannya atau tidak.. aku harus tau alasanmu bukan..? " tanya Bora bersikukuh tak mau memberi tau..


berapa kali Bora mengatakan kalau dirinya tak ada hubungan apapun dengan Ballar, tapi semua orang pun mencurigainya padahal memang tidak ada apa-apa diantara mereka berdua..


"apa kau akan terus berkilah..?? " tanya Al menatap datar Bora


Bora lagi-lagi tergagap, ia merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan Al..

__ADS_1


"apa kau seorang jurnalis..? malam-malam begini bertanya hal ini..? aku sangat mengantuk dan kau mengganggu jam tidurku... bagaimana jika aku pingsan saat syuting.. ? dokter menyuruhku untuk tetap dirumah sakit tapi aku minta pulang saja karna aku nggak tahan bau rumah sakit...!! "


"tadi aku sudah tertidur beberapa jam kau datang hanya untuk bertanya apa aku menyukainya..?? ckk... benar-benar menyebalkan...!! "


"sebenarnya apa mau mu hah...?? kau selalu menolongku tapi nggak mau mengaku, saat aku dalam bahaya kau selalu ada dimanapun aku berada.. apa aku ini adik kandungmu..? kita punya hubungan darah..?? "


Al berdecak kesal namun pelan,,


"kau barusan berdecak padaku...?? aku Bora.. dewi Bora... aku tau aku sangat terkenal tapi aku tidak tau dirimu.. apa aku memang adik kandungmu..? atau pengawal yang diutus Orangtua ku untuk mengawasiku...?? " pancing Bora lagi tak nyambung.


Al yang tak tahan dengan mulut Bora yang terus mengoceh tak jelas pun langsung menghadiahi sebuah kecupan lembut dibibirnya


Bora mematung ditempat dengan mata terbelalak lebar..


"apa aku sudah bisa bicara..?? " tanya Al dengan posisi intim mereka..


Bora melirik ke kiri dan kanan entah sejak kapan dia sudah dikunci Al didinding kini. Bora menggigit bibir bawahnya menatap bibir merah Al..


"m. mau bi.. cara ap.. apa...? " tanya Bora gugup..


"aku bukan kakakmu atau pengawal yang kamu katakan tadi." jelas Al.


Bora bisa melihat betapa tampannya Al didepan matanya jarak mereka hanya beberapa cm saja,


"bagaimana bisa ada pria seperti ini..? kalau dia Aktor aku pasti tertekan beradu akting dengannya...!! pantas saja banyak orang yang mengcasting pria ini jadi aktor..!! " batin Bora memutar wajahnya kesamping..


Al menaikkan alisnya melihat Bora memutar wajahnya,


"kenapa .??" tanya Al menarik dagu lancip Bora ke arahnya..


Bora melihat kebawah,, "a. anakmu kemana...?? ke. kenapa kesini...? k.. kalau dia men. carimu bagaimana...?? " gagap Bora lagi


Al tersenyum dan sialnya Bora melihat bibir Al yang tersenyum itu..


"apa kau mau mengusirku...?? " tanya Al meradu keningnya dengan kening Bora..


Bora tak kuat menatap mata Al jadi mencoba mendorong dada Al supaya menjauh dari wajahnya kini..


"hmm.. aku mengusirmu... aku mau tidur...!! " elak Bora merosot kebawah..


Al tersenyum saat Bora kabur darinya lewat bawah karna Al mengunci tubuh Bora didinding..


Al memperhatikan gerak-gerik Bora yang merebahkan diri di sofa dan tanpa malu memeluk Jaket Al..


"tutup pintu kalau mau keluar Al.. aku ngantuk berat.. !! kau mengacaukan jam biologisku...!! " oceh Bora dengan mata terpejam..


"tidurlah aku akan membuatkanmu sesuatu supaya luka mu cepat kering."


Bora membuka matanya lagi dan menatap punggung Al yang berjalan ke arah dapur dengan santai..


"kenapa dia sangat santai.. apa dia nggak gugup satu atap dengan dewi Bora sepertiku..?? " kesal Bora..

__ADS_1


Bora memutar tubuhnya,


ia mengabaikan saja Al yang berkutat didapurnya..


.


.


ke esokan paginya Bora mencium aroma masakan,,


"Kara...?? itu kau...?? " tanya Bora dengan suara seraknya mengucek matanya..


Bora berjalan ke arah dapur demi melihat apa yang dimasak Kara..


"tumben kara masak..? biasa nya beli terus dari luar..!! " gumam Bora pelan.


"Kar... Eeeh...?? Astagah... aaakkkh....!! " pekik Bora tersadar melihat bagian dad*nya sedikit terbuka..


Al tersenyum melihat itu,, "tadi malam aku membuatkanmu sup ikan tapi kau malah nyenyak tidurnya.. jadi aku masakkan pagi ini...!! "


"aku nggak butuh. " elak Bora melindungi tubuh atasnya..


"aku nggak akan pergi kalau kau tidak makan


bora..!! " senyum smirk Al..


"kau mengancamku tuan...?? " tanya Bora dengan mata melotot tak percaya..


"anggap saja begitu...!! " jawab Al menyeringai tipis berjalan mendekati Bora..


Bora yang gugup tentu melangkah mundur, ia lupa bagian atasnya sedikit terbuka mata Bora membola sempurna saat tangan Al dengan santainya memasangkan kancing baju atasnya yang terbuka..


"aku sudah melihatnya tadi malam..! " senyum miring Al


mata Bora melotot tak percaya, mukanya memerah antara malu dan marah..


"sudah aku bilang kau pergi dari rumahku tapi kau malah mencari kesempatan dalam kesempitan heh.? apa saja yang kau lakukan padaku mesum..?? " teriak Bora dengan muka memerah.


"tidak ada.. hanya melihat itu saja...!! " jawab Al dengan enteng..


Bora yang benar-benar malu pun segera pergi dari tempat itu, Al melihat punggung Bora yang sedang emosi. senyumnya melebar sempurna,,


Al tak bisa terima saat Bora bilang dia menyukai Ballar. Al bisa gila karna cemburu jadi ia nekat berbuat seperti ini berani menginap di Apartemen Bora...


Raja sudah diberi tahu oleh Al akan menemani calon mamanya yaitu Bora. Raja tidur di tempat tinggal Bagas. Raja tentu senang saat papanya bilang Bora adalah calon mama nya..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2