
.
.
Bora memandang wajahnya didepan cermin..
"syukurlah.. wajahku sudah kembali normal..!! " gumam Bora memegang wajahnya sendiri..
"tunggu... masih banyak pertanyaanku sama Al.. kenapa dia bisa tau sandi apartemenku...? jas itu..?
bukan kah itu sangat mahal..? biasanya Al cuma pakai baju kaos dan jaket aja.. tapi tadi pagi kenapa memakai jas mahal..? sebenarnya apa yang Al lakukan beberapa hari ini..?"
"aku terlalu malu dengan wajahku tadi.. hingga lupa bertanya...!! "
Bora mengoceh sendiri hingga bunyi seseorang menekan sandi apartemennya terdengar..
"Boraaaa.....?? " teriak Kara berlari kearah kamar Bora dan lega menemukan Bora sedang didepan cermin..
"aku bawa sarapan untukmu Bora...!! dimakan ya..." pinta Kara memelas..
"aku udah sarapan Kara. " tolak Bora..
"hah...?? nggak mau makan lagi ya..? lihatlah tubuhmu yang makin kurus bora.. manusia nggak akan bisa hidup hanya dengan minum air dan makan roti saja. " jelas Kara dengan sendu..
Bora beralih ke Kara,, "aku memang udah sarapan Kara.. sekitar jam 4 pagi tadi.. perutku bunyi jadi jam segitu masak."
"apa..? kamu masak Bora...?? " pekik Kara tak percaya..
Bora mengangguk saja, mana bisa Bora beritau kara kalau Al tadi kesini,
"buatkan saja aku jus jagung." pinta Bora serius.
"hah...?? baiklah." jawab Kara semangat karna Bora mau minum jus bukan air putih dikulkas..
Kara berbalik dan terkejut melihat jas pria ada diranjang Bora..
"Bora itu jas siapa...?? " tanya Kara
Bora melirik Jas Al yang sengaja dia minta untuk di tinggalkan..
"milik seseorang." jawab Bora
"milik siapa Bora..? aku tau kamu tidak pernah koleksi Jas pria." tanya Kara serius juga penasaran..
"apa kamu tidak akan buatkan aku Jus Jagung kara...??? " tanya Bora
"eeh.. iya. " jawab Kara dengan pasrah..
Bora melihat ponselnya dan mengetik pesan.
"Al.. ?" pesan Bora..
"Hmm...?? " balas Al.
Bora tersenyum cerah,, "cepat sekali dia menjawabnya...! "
"apa kamu sibuk...?? " tanya Bora..
"tidak.. apa yang kamu mau sayang...?? " tanya Al langsung faham tanpa dijabarkan lagi..
Bora tersenyum begitu senang dengan pertanyaan Al..
"dia sangat cerdas dan sangat pintar." puji Bora dengan sumringah.
"apa kamu masih jual burger..? datanglah ke lokasi syutingku bawakan burger untuk anggota Kru drama ku...!! " balas pesan Bora.
__ADS_1
"aku mengerti." balas Al.
Bora terkekeh pelan membaca balasan pesan Al,, "hmm....?? balas apa lagi ya...?? "
"Aha....?? "
" 💖" emoticon love singkat Bora..
Al membalas,, " 💏 " emoticon sepasang kekasih yang sedang berc*uman..
Pipi Bora merona saja tiba-tiba,, "dasar nggak tau malu. " celutuk Bora dengan malu..
"Bora...?? jus jagung nya udah siap...!! " teriak Kara.
"iya... " sahut bora langsung keluar dari kamarnya dan menyimpan ponselnya disaku jaketnya.
.
.
setibanya di lokasi Syuting, kini wajah Bora berseri, sebelumnya memang sudah cantik tapi sekarang bora berubah drastis..
"apa ada yang membuatmu senang adikku...?? " tanya Ballar dengan gemas mencubit pipi Bora..
Bora menyeringai lebar,, "iya Kak...!! suasana hatiku sedang baik. "
Ballar pun ikut tersenyum..
"Para Aktor dan Artis bersiap-siap.. kita mulai syuting....!! " teriak bawahan Agra..
Ballar dan Bora pun langsung berdiri dan sama-sama berjalan ke arah lokasi syuting..
1 jam mereka Syuting, kini tibalah waktu nya adegan Action..
"terluka sutradara... tadi dia dalam masalah dan akhirnya terluka..!! " jawab Asisten artis action itu.
semua orang menghela nafas berat,, "ini bagian Epilog nya.. drama kita sudah akhir.. besok saya harus ke singapura jadi tidak ada waktu untuk melakukan syuting jika ditunda kan saya sudah bilang untuk menjaga kesehatan..!" tegas Sutradara mmenahan amarah..
Bora membaca bagian Epilog nya adalah bagian mobil artis action akan berlawanan dengan jurang kematian Bora jadi teringat Al..
anggota Kru Drama sibuk dengan perdebatannya mencari Artis Action yang bisa syuting hari ini juga..
"Bora...?? " panggil Kara.
Bora menoleh
"apa kamu pesan burger...?? " tanya Kara.
"apa Al sudah datang...?? " tanya Bora sumringah.
Kara yang tak tau nama tuan burger itu mengerutkan keningnya,, "siapa Al Bora...?? "
Bora berdecak pelan,, "dimana tuan burger ku...?? "
Kara melebarkan matanya,,"di depan .. menyusun burger nya...!! "
Bora langsung berlari ke arah depan yang di tunjuk Kara..
"Bora jangan lari..? " teriak Kara panik.
Kara juga ikut-ikutan berlari mengejar Bora.
"baru tadi aku bertemu dengannya.. kenapa sekarang malah merindukannya..? " gumam Bora dengan hati berbunga-bunga.
Bora bisa melihat Al yang memakai Topi dengan penampilan nya yang sederhana tapi sangatlah keren Al sedang menyusun Burgernya..
__ADS_1
"Al...?? " panggil Bora.
Al menoleh dan tersenyum melihat Bora para wanita artis cadangan yang kebetulan melihat senyum Al pada memekik ditempat ketampanan Al mengalahkan para Aktor yang ada dinegara ini..
Bora berlari ke arah Al dan langsung melompat memeluk Al. Kara yang baru datang dalam keadaan terengah-engah malah melototkan matanya melihat Bora sedang memeluk tuan burger tampan itu.
"kenapa lama sekali...? " tanya Bora dengan nada manja di pelukan Al.
Al terkekeh,, "maaf.. tadi aku mengantarkan Anak kita ke sekolah. " bisik Al..
Bora menyembunyikan wajahnya yang malu di bahu Al..
"ehemmm. " deheman Kara dengan kuat.
Bora berdecak kesal hal itu terdengar oleh Al hingga Al berusaha menahan senyum gemasnya.
"Bora..?? apa yang kamu lakukan..? banyak yang menontonmu. " bisik Kara dengan tegas..
walaupun banyak pertanyaan dibenaknya tapi dilihat orang-orang lebih malu. Kara harus menjaga image Bora kan supaya baik didepan publik..
"iya.. iya.. maaf...!! " jawab Bora dengan bibir mengerucut..
al mengusap kepala Bora dengan lembut.
"apa yang kalian lihat...?? sana kembali !! " usir Kara berkacak pinggang..
mereka semua mendengus dan membubarkan diri dari tempat itu..
"ayo antarkan burgernya..!! " ajak Bora hendak menggenggam tangan Al..
"Bora.. aku masih banyak pertanyaan untukmu.. tapi aku mohon jangan perlihatkan kemesraan kalian.!" pinta Kara memelas..
Bora menatap kesal Kara ini lah yang dia tak suka. jika jadi Artis, Bora emang harus jaga image nya..
"nggak apa.. biar aku antarkan ini !" kekeh Al mengelus kepala Bora lagi..
Al mengangkat plastik berisi burgernya dan Bora berjalan disamping Al dan kara mengekori Bora..
"silahkan makan dulu sutradara.. yang lainnya juga.. saya bawa makanan untuk makan siang kita..! setelah itu kita bicarakan masalah artis actionnya! " ujar Bora dengan sopan..
Bora, Kara dan Al membagikan burgernya, bagi Kru perempuan yang bisa melihat wajah tampan Al malah bersemangat.
awalnya Bora cemburu namun ia jadi senang
karna merasa bangga memiliki kekasih setampan Al...
Agra memandang Al dengan raut wajah kecewanya,, "kenapa kamu tidak jadi selebriti aja Al.? "
Al melirik sekilas Agra,, "saya tidak punya bakat kesana Sutradara...!? "
"wajah setampan itu sudah kemenanganmu.. aku yakin kamu pasti akan terkenal mungkin bisa melebihi popularitas Bora..!! " ujar Agra menyayangkan wajah tampan Al..
Al tak menjawab hanya serius membagikan burgernya. Bora memperhatikan hal itu.
"dia benar-benar nggak tertarik jadi selebriti..?? " batin Bora
Kara menyenggol Bora untuk menyadarkannya..
"apa..?? " kode bibir Bora..
"jangan sampai terlihat jelas..!! " balas Kara dengan bahasa isyaratnya.
.
.
__ADS_1