
.
.
ke esokan paginya Al tersentak kaget saat genggaman tangannya dibalas oleh Bora..
"sayang...?? " Al menatap wajah Bora dengan wajah lelahnya..
"Al...?? bagaimana dengan keadaan Raja...?? " tanya Bora langsung panik hendak bangkit tapi Al menahan bahu Bora untuk tak bergerak..
"Raja baik-baik aja.. jam 4 pagi tadi sudah bangun...!! " jawab Al dengan lembut..
Bora menghela nafas lega lalu mengusap perutnya dan terlonjak kaget..
"Al...?? perutku kenapa ..? anak kita mana Al...?? " tanya makin panik dan ketakutan..
"anak kita ada di ruang NICU sayang...!! Inkubator bayi.. anak kita baik-baik aja...!!" jawab Al dengan lembut..
Bora akhirnya bisa menghela nafas lega,,
"Al...?? " panggil Bora..
"iya sayang...?? " sahut Al dengan senyum lebarnya tapi wajah Al terlihat begitu lelah hingga hati bora terasa sakit..
"apa kamu baik-baik aja...?? " tanya Bora mengusap rahang Al dengan penuh cinta..
Al mengangguk dengan mata berkaca-kaca..
"terimakasih sayang... terimakasih kalian selamat dari kejadian itu...!! " ucap Al menciumi tangan Bora dengan air matanya sudah berjatuhan..
"aah... itu... aku mendengar suara bom waktu.. itu sebabnya aku dan Raja bekerja keras untuk keluar dari mobil itu... tapi ledakannya cukup besar hingga aku nggak sadar apa-apa lagi saat Raja memelukku...!! "
"aku mau lihat keadaan Raja. " pinta Bora memelas..
"hati-hati sayang... aku akan panggilkan suster...!! "
Bora menatap kepergian Al yang sangat terburu-buru hingga lupa di belakangnya ada tombol darurat yang bisa memberi tau dokter atau suster tanpa harus keluar..
"kamu sangat kacau hubby...!! " senyum tipis Bora
ia terpaksa menunggu Al kembali membawa suster,
.
.
kini Keluarga Bora sudah berkumpul di ruangan Raja..
"Raja...?? " panggil Bora menggenggam tangan Raja dengan erat..
Bora memakai kursi roda dan Al memegang selang infus Istrinya..
"mama... dedek bayi baik-baik aja kan...?? " tanya Raja dengan posisi tidur kesamping..
bahkan Raja tak ingat luka dipunggungnya tapi semua sudah baik-baik saja. Raja hanya butuh perawatan sampai punggung Raja dinyatakan baik-baik saja oleh dokter..
"apa kamu mau melihat adek bayi sayang...?? " tanya Bora dengan lembut mengelus kepala Raja..
__ADS_1
"apa boleh ma...?? " tanya Raja balik melihat posisinya aja nggak nyaman buat di bawa jalan-jalan..
Clara menunjukkan foto adiknya Raja,,
"itu adek ma...?? " tanya Raja menunjuk potret bayi dalam inkubator..
Ghani dan yang lainnya melihat arah lain, mereka tak bisa berkata-kata bagaimana sayangnya Raja pada adiknya itu hingga melindungi adiknya dari ledakan bom takut adiknya terluka..
"iya son... papa bangga padamu nak...!! " puji Al mengusap kepala Raja dan mencium keningnya Raja..
"kenapa papa sangat kurus...?? " tanya Raja memegang rahang Al dengan tangan kecilnya..
Kara dengan sigap mengambil infus milik bora dan Al menciumi tangan Raja lalu air matanya kembali menetes..
Bora juga mengusap air matanya yang lolos begitu saja. pantas saja Al sangat mencintai Raja seperti anak sendiri sebab Raja begitu hebat untuk anak seumurannya..
"mama... kalau kita sudah keluar dari rumah sakit... kita belajar masak yuk.. kita buat papa jadi gendut kayak Bab*..!!" Raja melihat ke arah Bora..
"iya sayang... kita akan buat papamu jadi bab* paling jelek di anggota the Lion...!! " canda Bora..
mereka tertawa tapi air mata mereka tetap berjatuhan, Al memeluk kedua orang terkasihnya..
"papa terima tantangan kalian.. atau papa yang akan membuat kalian jadi bab*nya tuan Moland...!! "
Raja tertawa cekikikan namun pelan, Bora memukul dada Al dengan kesal tangis haru menghiasi tempat itu. Kara juga menangis di tempat..
Bagas sedari tadi hanya diam disamping Fito. mereka duduk di bangku yang tersedia..
"kenapa tidak melihat tuan kecil...?? " tanya Fito..
"aku nggak tega Fito... anak sekecil itu harus menanggung penderitaan seperti itu.. aku nggak sanggup melihatnya...!! " jawab Bagas menghapus air matanya..
"lalu aku harus memanggilmu kakak...?? " tanya Bagas dengan lirikan kesalnya..
Fito terkekeh,, Bagas memang tak mau memanggilnya kakak sebab Bagas yang terlalu lama bekerja dengan Al anggap aja bagas seniornya Fito.. walaupun umurnya lebih tua Fito beberapa tahun..
.
.
beberapa minggu kemudian
Bora semakin dekat dengan buah hatinya. Raja juga sudah bisa berjalan dan punggungnya baik-baik saja, operasinya berjalan lancar..
"apa si mungil udah makan asi Laura...?? " tanya Clara membawa beberapa buah segar untuk Bora..
Raja di bantu Al duduk di kasur Bora..
"apa kamu mau jeruk cucuku...?? " tanya ghani..
Raja mengangguk-ngangguk..
"dunia sedang kacau karna berita kalian.. kakak yang repot...!! " gerutu Lyla yang baru aja bicara dengan seseorang di telfon..
Kara terkekeh.
"aku bayar kakak 5 kali lipat...!! " ucap Al dengan senyum lebarnya..
__ADS_1
"waaah.... baiklah.. Kakak bawa Kara ya...!! permisi tuan... nyonya... sayang... Bye Bora...?? " girang Lyla langsung menarik lengan Kara tanpa minta persetujuannya..
yang lainnya terkekeh geli,
"udah ma...pa.. si mungil udah makan dan sangat kuat minum asinya...!! " jawab Bora menoel-noel mulut kecil buah cinta nya dengan Al..
"Raja pengen namanya hmmm...?? Cantika....!! " ujar Raja dengan semangat tiba-tiba..
semua orang tertawa mendengar nama itu dari Raja..
"bagaimana jika namanya Rachel Cantika Moland Bantara .!! " Al punya ide tiba-tiba
"waaahhh... Raja suka...!!! Raja akan panggil Cantika setiap hari. " tepuk tangan heboh Raja
lalu menunjuk jari mungil cantika seolah mengenal Raja tangan mungil itu menggenggam jari telunjuk Raja..
mereka Tertawa gemas..
"kemana bagas dan Fito...?? " tanya Al baru sadar tak ada 2 orang kepercayaannya itu..
"mereka sudah pulang... tadi izin sama papa... kenapa kamu nggak menyuruh mereka pulang ?" sahut ghani berdecak pelan.
Al pun mengangguk mengerti,, "Al terlalu sibuk dengan keluarga kecil Al Pa.. jadi nggak ingat mereka yang juga terlantar sepertiku...!! " cengir Al..
Bora sibuk mendekap anaknya di dadanya. kata dokter itu bagus untuk si bayi yang akan cepat tumbuh bila bersama sang ibu bayi prematur sangat mengenal ibu nya jika diletakkan di dadanya sebab detak jantung sang ibu sangat dikenali sang bayi ...
Raja juga sibuk memain-mainkan tangan mungil cantika..
"sayang... waah... sayang mama kenal ya sama kakak...?? tangan kakak nggak dilepas sayang...?? " oceh Bora mengajak putri kecilnya berbicara..
Raja cekikikan menoel-noel jari mungil itu yang makin memper erat genggamannya..
Al tersenyum lembut melihat Bora dan anaknya ada di depannya. bahkan ghani yang membukakan jeruk untuk raja tadinya malah makan sendiri sebab Raja bermain dengan adiknya..
"kenapa kamu yang makan pa..?? " kesal Clara..
"terus gimana...?? rajanya aja main sama dedeknya. " sungut Ghani..
Al melihat arah kedua mertuanya dan tersenyum lebar.
"mandilah Al.. mama dan papa akan menjagaku disini...!! " perintah Bora dengan serius..
Al tampak tak mau tapi di dukung Raja pun akhirnya tak bisa apa-apa.
"masa papa nggak mandi sih..?? udah berminggu-minggu.. baunya makin menyengat tau...!! " gerutu Raja..
"kamu memang wangi Al.. tapi pikirkan kesehatan kami juga.. apa menurutmu bajumu bersih dipakai berhari-hari begitu..?? apa lagi untuk sidedek...!! "
Al menggaruk tengkuknya sendiri.
"mandilah Al.. papa akan jaga Laura disini...!! " ghani pun bersuara..
.
.
.
__ADS_1
kita lanjut kisah Fito dan Baby ya? .
.