Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
melamar


__ADS_3

"kenapa kamu tidak menunjukkan kamarmu...?? " tanya Bora dengan kesal..


"kamu bisa dalam bahaya jika aku membawamu ke kamar kita sayang...!! " bisik Al..


Bora terdiam seketika..


"aku akan membawamu kesuatu tempat...!! " ajak Al menarik tangan bora sambil tersenyum gemas melihat pipi Bora yang merona malu..


"aku nggak nyangka kamu pria berpikiran kotor..!! " ledek Bora dengan malunya..


Al tergelak,, "tentu saja sayang.. bagaimana pun aku seorang pria sejati."


Bora mendengus melihat arah lain..


Al membawa Bora ke luar rumah..


"kemana Al...?? " tanya Bora celingak-celinguk bingung..


Al tersenyum membalasnya dan tetap membawa Bora ke arah samping rumahnya menuju jalan kebelakang rumahnya yang banyak pohon besar.


Bora terperangah melihat jalan kecil didepannya, begitu indah dengan bunga dan pepohonan disekitarnya..



"Al kamu bawa aku kemana...?? " tanya Bora..


"ke rumah kaca...!! " jawab Al..


"ya Tuhan ....Al.. ini sangat indah.. seberapa kaya dirimu Al..?? " pekik Bora dengan senangnya..


Al tertawa melihat Bora berlarian dianak tangga mengikuti jalan kecil itu..



"aku mau kesana...!! " tunjuk Bora melihat rumah kaca nan indah tapi didalamnya ada pepohonan yang rindang..


"aku memang mau mengajakmu kesana sayang. " seru Al dengan senyum gemasnya..


bahkan kini Al juga harus berlari menyusul Bora yang tak sabar cepat sampai di rumah kaca mereka..


"bagaimana cara bukanya...?? " teriak Bora melompat-lompat tak sabar.


"sandi nya sandi apartemenmu sayang...!! " jawab Al..


Bora dengan cepat menekan sandi apartemennya dan langsung berlari ke dalam rumah kaca itu..


"Al ini indah sekali. " puji Bora dengan takjub..


"ini belum apa-apa sayang..!! jika kamu memilihku sebagai teman hidupmu aku akan selalu memberimu kejutan-kejutan manis untukmu sayang. "


Bora menoleh ke Al. Al berjalan ke arah belakang sofa dan mengambil sebungkus mawar merah dan memberikannya ke Bora..

__ADS_1


"Al...!! " gumam Bora dengan senyum manisnya


jantungnya berdebar kencang mengambil bunga itu dari tangan Al..


belum sampai disitu Al menarik selimut di ayunan santainya dan kotak merah berlambang hati ada disitu..


Bora terperangah lagi, Ia tak menyangka Al akan semanis ini saat melamarnya..


"mau kah kamu menikah denganku Laura debora candramaya..? menjadi teman hidupku, ibu dari anak-anakku, sahabatku, serta kekasih dan istriku..? aku memang bukan pria sempurna untukmu.. tapi bisakah kamu menunjukku sebagai pria yang bisa menjadi tempat bersandarmu disaat kamu lelah...? "


Bora meneteskan air matanya mendengar kata-kata manis Al. Bora mengangguk-ngangguk kuat air mata nya mengalir begitu saja ia tak menyangka akan bertemu pria seperti Al yang sangat romantis padanya..


"kamu mau menerimaku...?? " tanya Al dengan lembut..


"aku mau menjadi teman hidupmu Al.. ibu dari anak-anakmu, aku mau jadi sahabatmu yang akan mendengarkan keluh kesahmu aku juga mau menjadi kekasih dan istrimu...!! " jawab Bora dengan senyum harunya..


"walaupun kamu tau siapa aku kedepannya sayang..?? aku tidak bermaksud merahasiakan apapun darimu hanya saja aku belum siap menceritakannya..? "


Bora meletakkan bunga mawar merahnya di meja kecil sofa..


"aku tidak peduli siapa kamu Al.. Aku juga bukan perempuan sempurna.. tapi kamu begitu manis dan menghargaiku hanya satu yang aku tau kamu adalah pria yang baik.. itu sudah cukup bagiku...!! " jelas Bora menangkup rahang Al..


"aku juga nggak peduli kamu nyimpan rahasia.. selagi itu bisa membuatmu tenang dengan menyembunyikannya dariku aku mengerti Al aku akan menunggu sampai kamu siap...!! " sambung Bora lagi..


"jika aku tidak memberi taumu sampai kapanpun..? " tanya Al dengan sendu..


"aku tidak akan bertanya ataupun penasaran. asalkan kamu tidak menduakan aku, itu sudah cukup bagiku !! " jawab Bora lagi dengan yakin..


tapi aku belum berani melamarmu menjadi istriku"


Bora terdiam mendengar perkataan Al,, "kamu menjagaku selama ini karna mencintaiku..? "


"hmm." jawab Al memeluk erat lagi tubuh bora..


"tapi kenapa kamu bertingkah seperti itu..?? " tanya Bora penasaran..


"aku fikir kamu nggak akan suka karna aku sudah memiliki Anak sementara dirimu belum pernah menikah." jawab Al dengan lancar seolah tidak ada kebohongan dalam kata-katanya..


Bora melepas pelukannya dari Al..


"aku tidak pernah membahas itu...!! justru aku lebih suka dengan kejujuranmu mengatakan dirimu punya anak dari pada pria yang mengaku belum pernah punya kekasih tapi nyatanya sudah menikah dan punya anak...!! " jelas Bora dengan serius..


Al tersenyum..


"aku mau menikah denganmu Al.. aku memang banyak skandal tapi aku memang belum pernah merasakan yang namanya cinta.. kamulah pria pertama yang aku cintai...!! " ujar Bora dengan senyum manisnya tapi dengan mata berkaca-kaca..


"sebelumnya aku pernah mengejar pria dimasa sekolahku.. aku tidak tau apa itu cinta.. tapi satu yang aku tau aku mengaguminya...!! " curhat Bora.


Al mendengarkan kata-kata Bora dia tau sosok itu adalah dirinya tapi Al tidak marah menjadi sosok pria yang dikagumi Bora yang penting saat ini Bora sudah menjadi kekasihnya dan sebentar lagi akan menjadi istrinya..


Al belum sanggup menceritakan jati dirinya biarlah dia merahasiakannya sampai Al siap..

__ADS_1


"terimakasih karna sudah menjagaku dengan baik akhir-akhir ini. terimakasih sudah hadir dalam hidupku Al..!! " ucap Bora dengan tulusnya.


Al memeluk Bora dengan erat. Bora begitu senang dengan situasi nya kini ia merasa masih bermimpi


tak menyangka akan menemukan pria yang sangat menjaganya..


"aku harus bertemu orangtuamu...!! " ujar Al dengan serius


Bora mengangguk


.


.


ke esokan harinya Bora dan Al mengantarkan Raja sekolah setelah itu mereka berangkat ke desa menggunakan motor. Bora begitu senang menaiki motor mereka melaju dengan kecepatan sedang,


"kamu yakin nggak perlu naik mobil sayang..?? " tanya Al


"nggak perlu Al.. mama dan papaku nggak boleh tau kamu pria misterius pemilik hutan Raja... yang ada mereka bakal heboh minta main kesitu..! " jelas Bora..


"aku akan menyambut mereka sayang. jika mereka datang kerumah kita..!! kalau mereka nggak menyukaiku bagaimana? "


"kenapa nggak menyukaimu...?? " tanya bora heran


"kalau aku bawa mobil tentu mereka suka..!! " jawab Al


Bora mengerutkan keningnya,, "kamu fikir orangtua ku matrealistis...?? "


"aku hanya mau berjaga-jaga." elak Al..


Bora menghela nafas pelan,, "kamu itu sangat tampan Al.. itu sudah cukup buat mereka...!! "


"huhh.. baguslah.. berarti aku sudah menang sejak lahir...!! " lega Al..


Bora menjatuhkan rahangnya,, "malas mendengarkanmu...!! "


Al terkekeh..


"aku nggak nyangka bakal segembira ini naik motor.. selama ini aku selalu bawa mobil.. aku jadi ingin pandai bawa motor...!! " gumam-gumam Bora..


"kamu meracau apa sayang..?? " tanya Al dengab gemas..


"nggak ada." ketus Bora


Al menggedikkan bahunya tak mengerti..


Bora dan Al memakai masker dan kacamata jadi tidak akan dikenali..


.


.

__ADS_1


__ADS_2