Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
Fashionshow (2)


__ADS_3

"para hadirin yang terhormat tau siapa model ke-15 Kita...?? " tanya MC wanita semangat.


"tidakk.. !" jawab semua orang serentak.


"kalau begitu mari kita sambut model ke-15 fashionshow desaigner ternama kita dia adalah .. " teriak MC wanita semangat.


Bora berjalan tenang dengan aura khas tuan putrinya,


senyumnya merekah indah menghiasi paras cantiknya.


Hening......??


mereka semua seolah menebak-nebak apakah ini benar Bora sang Artis papan atas yang sedang naik daun berkat drama terbarunya yang baru tamat akhir-akhir ini atau tidak.


"ahahaha... sepertinya hadirin terhormat masih belum menyadari model kita ya...!! inilah bintang utama kita malam ini Lauradebora Candramaya...!!" kata MC wanita itu begitu bersemangat.


Raja menganga lebar melihat mamanya yang sangat cantik bak bidadari dari khayangan saja. Al masih membatu dengan raut wajahnya yang begitu terkesima dengan kecantikan Bora.


Kejora lah yang berdiri dari kursi mewahnya dan bertepuk tangan dengan meriah.


"aku tidak salah memilihmu Bora." puji Kejora dengan bangga.


Bora berjalan dengan aura princesnya dan memutari panggung dengan akrab seolah panggung itu adalah mainannya, hal itu malah membuat para potografer ternama malah makin antusias memotret artis cantik itu.


Para pengusaha hebat yang seumuran dengan bora menganga lebar tak terasa air liur mereka jatuh begitu saja saking terpesonanya dengan kecantikan Bora, ditambah artis itu menebar senyuman indahnya.


Bora berpose indah di depan fotografer yang bahkan sampai naik ke atas tangga supaya bisa memotret wajah bora dari dekat.


"waaah... itu bora cantik sekali. "


"aku nggak nyangka dia bakal hadir disini. "


"ya tuhan cantiknya."


dan banyak pujian dari para hadirin untuk Bora.


Sementara Liona melakukan siaran langsung menggunakan akun kecil dengan penyamarannya itu. dia tersenyum miring.


"kau akan malu bora." batin Liona tampak tak sabar heels Bora patah didepan banyak orang.


Liona memerah geram seketika melihat banyaknya komentar pujian dari orang-orang yang menonton Live nya.


"kenapa dia nggak juga berjalan.?? " batin Liona dengan geram.


ia tak suka ada artis lain yang dipuji sexy oleh orang lain hanya dirinya lah yang pantas mendapatkan gelar the hot woman.

__ADS_1


para pengusaha ternama mulai mengeluarkan ponselnya dan memotret bora yang memakai gaun sederhana namun elegan bak tuan putri, sesuai dengan karakternya yang seperti princess.


"baiklah. kita lanjutkan model ke 16 ya..! para hadirin harus bisa tenang.. nanti masih ada sesi gaun istimewa buatan desaigner Kejora yang akan dipakai oleh Artis kita...!! bersabarlah...!! silahkan kembali nona Bora nan cantik. " kata MC wanita.


Bora membalik tubuhnya dan berjalan tenang ke belakang panggung, dibelakang ternyata sudah ada Lila dan Kara menyambutnya.


"kamu cantik sekali Bora. " puji Lila dengan bangga.


Bora mengibaskan rambutnya dengan arogan lalu tertawa cekikikan bertiga.


"ayo kita ganti baju...!! " ajak Kara.


Hamida pun mendekati Bora,, "bora saya akan bawa kamu ke ruangan gaun istimewa.. disana sudah ada penata riasnya. "


Bora mengangguk.


di kursi penonton Liona mematikan siaran langsungnya.


"apa yang terjadi..? kenapa nggak jatuh dia..? apa dia memang memakai heels yang aku kirimkan..?? " gumam Liona dengan geram.


Liona ingin mempermalukan Bora dengan melakukan siaran langsung tapi diluar dugaannya, Bora malah dipuji habis-habisan dengan bakat multitalenta nya itu.


"papa...?? mama cantik sekali.. raja bangga sama papa bisa mendapatkan pacar seperti mama Bora.. !!" raja mengelus kepala Al dengan bangga sama seperti Al memujinya akan sesuatu.


Al menoleh ke Raja dan tertawa lebar tanpa mengeluarkan suara, Al menyatukan hidungnya dengan hidung mungil Raja hingga siempunya kegelian karna masker Al yang sedikit kasat.


Liona pun pergi dari tempat itu akan menyusun rencana untuk menjatuhkan bora didepan banyak orang. Liona ingin Bora keluar dari dunia hiburan atau lebih tepatnya di usir dari dunianya biar dirinya tak ada saingan lagi dan bisa mendapatkan sosok pria yang dipujanya yaitu Al.


Al asik bergelut dengan putranya itu yang sangat pintar memujinya tapi meledeknya dengan meniru gayanya.


.


.


Bora dipakaikan gaun istimewa kejora di tubuh rampingnya, penata rias lainnya dengan semangat dan begitu telaten membentuk pinggang kecil bora supaya pas dengan gaun itu yang sedikit longgar di bagian pinggang bora yang emang ukurannya sangat kecil.


"wwoow.... bora kamu kayak barbie hidup. " pekik Kara lalu dengan cepat membekap mulutnya sendiri karna keceplosan.


Lila tertawa canggung ke arah penata rias Kejora..


"tidak apa mbak.. kami juga membenarkannya.. nona Bora memang sangat cantik ditambah pinggangnya yang kecil, tingginya yang pas dengan standar dunia model jadi pantas dijuluki barbie hidup." jawab salah satu penata rias Kejora.


Bora hanya tersenyum mendengar kata-kata mereka semua tanpa ikut campur, padahal dirinya lah yang dibicarakan.


"benarkah...?? " tanya Lila dengan senyum kikuk nya.

__ADS_1


"iya.. benar.. memang itu tujuan madam kejora menjadikan Nona Bora sebagai model utama nya." jawab yang lainnya.


"hehehe." cengir kuda Kara dengan malu-malu..


lama kelamaan Kara dan Lila nggak lagi canggung dengan tim penatas rias Madam Kejora, mereka bercengkrama akrab.


"sepertinya lebih cantik kalau pakai mahkota kecil Yum"


"iya deh... coba cari mahkota kecil Emma. "


"sebentar aku bongkar dulu ya..? " sahut yang lainnya..


mereka melakukan yang terbaik untuk menata model kepercayaan atasannya dan Bora terlihat tak keberatan apapun yang dilakukan oleh tim penata riasnya madam kejora.


.


.


setelah di dandani sedemikian rupa, akhirnya Bora siap dengan penampilannya seperti boneka hidup.


Bora memotret wajahnya yang memakai mahkota dan mengirimnya pada suami tercintanya.


"perempuan ini milikmu, benar-benar cantik ya..? " begitulah pesan Bora di bawah fotonya.


"aku jadi ingin memakanmu sayang.. cepatlah kembali denganku.. aku merindukanmu istriku.! " balas pesan Al.


pipi Bora memerah seketika, matanya berkedip-kedip menggemaskan, entah apa yang salah dengan otaknya kini, dia juga merindukan sentuhan Al yang selalu bisa membuatnya merasa terbang di awan.


"Bora kamu kenapa..? " tanya Kara dengan polosnya meletakkan telapak tangannya di kening Bora.


Bora memasukkan hpnya di tas Kara dan menggeleng-geleng kuat..


"kenapa Kara..?? " tanya Lila penasaran.


"ini pipinya Bora merah kayak kepiting rebus gitu Kak... aku pikir Bora sakit. " jawab Kara dengan polos menunjuk pipi Bora begitu khawatir..


Lila memegang pipi Bora dan terbelalak, Bora memejamkan matanya dan mengumpat dalam hati.


"Bora...? " panggil Lila khawatir.


"enggak kak.. Bora baik-baik aja.. Bora cuma sedikit kepanasan. " elak Bora mengipas-ngipasi wajahnya.


Lila dan Kara saling pandang bingung lalu kompak beralih kesudut ruangan yang ada AC dengan suhu yang dingin.


mereka beralih ke Bora lagi yang masih mengipas-ngipasi wajahnya. Kara belum mengerti hanya menggaruk-garuk kepalanya, sedangkan Lila langsung faham kenapa Bora jadi begitu..

__ADS_1


.


.


__ADS_2