
Bora melototkan matanya melihat Al yang sangat hebat berkelahi dengan para monyet hutan..
para monyet itu berlarian masuk kedalam hutan dalam keadaan terluka karna Al. suara khas memilukan para monyet hutan membuat kawanannya kabur tunggang langgang memasuki kedalaman hutan lagi..
Al menghela nafas panjang. ia melemparkan ranting pohonnya yang sudah tak terbentuk lagi wujudnya..
"aakh..! " Ringis pelan Al merasakan lengannya yang terluka..
Bora berlari ke arah Al tapi karna tak melihat jalan Bora jadi tersandung akar pohon dan sekali lagi Al menjadi tameng tubuh Bora supaya tidak terluka..
"selain berisik kau juga merepotkan...!! " umpat Al..
Bora segera bangun dari atas tubuh Al,, "maaf...!! "
Al pun duduk memegang kepala belakangnya yang terbentur akar pohon. tubuhnya juga terasa sakit karna menjadi tameng tubuh bora supaya tidak terluka..
"kau tidak apa-apa tuan burger...?? " tanya Bora panik memegang lengan baju Al yang koyak dan bora memegang lengan Al itu..
Al memejamkan matanya menahan perih disentuh lengannya yang terluka oleh Bora..
"basah.. lenganmu berdarah Tuan...!! " panik Bora
Al membelalakkan matanya saat Bora dengan sigap mengoyak bawahan rok nya lalu mengikatnya ke lengan Al yang terluka..
"kita harus hentikan pendarahannya terlebih dahulu tuan.. aku antar tuan ke Rumah sakit...!! "
"Bora... ?? Bora...?? " teriakan Kara dan Lila..
"tidak perlu. " tolak Al langsung berlari ke arah lain ditengah kegelapan itu.
"tuan... tuan.. tunggu.. " teriak Bora
"kenapa dia selalu ada dimana-mana..?? dan selalu menyelamatkanku..!! dia datang tak diundang langsung nyosor-nyosor menyelamatkanku hingga aku bingung sendiri sebenarnya siapa dia..?? apa dia memang hantu...?? " gerutu Bora saking kesalnya..
baru kali ini Bora menemukan pria spesies seperti Al yang langsung kabur tanpa bicara lebih padanya..
"bora....??" teriak Kara lagi..
"Issh... " decak kesal Bora melihat arah Al yang melarikan diri tadi..
"iya. " sahut Bora berjalan cepat ke arah Kara..
Kara dan Lila beserta anggota kru pria datang mendekati Bora..
"Ya Tuhan.. Bora.. kenapa kamu selalu saja dalam bahaya heh..?? " panik Kara memeluk Bora dengan lega..
setelah itu Lila memutar-mutar tubuh Bora hingga Bora tersadar dengan jaket dan topinya kini milik Al..
"bagaimana keadaanmu Bora...?? " tanya anggota kru yang khawatir..
Bora langsung tersenyum,, "nggak apa.. tadi ada hantu yang menyematkanku...!! "
__ADS_1
"hantu...?? " beo semua nya waspada..
"tenang aja. hantu itu sepertinya menyukaiku jadi tidak mungkin melukai kalian karna ada aku disini.. ayo kita pergi...!! " bohong Bora..
mereka seolah percaya dan langsung mengawal Bora keluar hutan tempat syuting mereka.
Al sudah tiba di mobilnya,, "untung aja kunci mobil ini ku letakkan disaku celanaku...!! "
Al langsung pergi dari lokasi syuting demi mengobati lukanya sendiri.
.
.
.
.
Karna merasa ini adalah kesalahan Kru Adegan malam pun diberhentikan lebih tepatnya ditunda keesokan harinya.
Agra merasa tak enak hati dengan Bora yang sudah menjadi Artis papan atas rela menerima tawaran dramanya yang terbilang sulit jadi Agra memberi waktu buat Bora istirahat..
"Bora rok mu kenapa koyak...?? apa ada Pria kurang ajar padamu hah...?? " tanya Lila panik baru menyadari rok Bora yang ada bekas sobekan juga lebih pendek dari sebelumnya.
"ini topi dan jaket pria kan..?? milik siapa...?? " tanya Kara juga panik
"udah aku bilang ini ulah hantu tampan itu.. rok aku koyak karna membalut luka lengannya di cakar monyet sialan itu..!! " jawab Bora dengan kesal..
"hantu tampan bagaimana sih...?? " tanya Kara kebingungan..
"kalau begitu buang aja jaket dan topi milik hantu itu... siapa tau pembawa sial... !!" kara hendak merampas jaket pria di tubuh Bora tapi bora menepis tangan Kara..
"aku akan mengembalikannya sendiri.. hantu tampan itu terluka karnaku...!? " ujar Bora tak nyambung.
Kara dan Lila saling pandang..
"kita harus ke Dokter chika. " tegas Lila dengan serius..
"nggak mau.. nanti bakal muncul artikel aneh...!! " tolak Bora.
"kita panggil aja dokter Chika ke Apartemen..!! " sahut Kara juga..
Bora melototkan matanya ke Kara, kara sekarang tak takut baginya kesehatan Bora lebih penting saat ini..
Sementara Al kembali ke rumah kontrakannya dan mengobati lukanya sendiri.
"aku harus buang baju ini. kalau Raja lihat dia bisa menangis." Al membungkus baju kaos hitamnya yang robek.
Al melihat bercakan darah di sobekan rok Bora tadi, senyumnya terbit begitu tampannya.
ia teringat tangannya dulu pernah terluka dan Bora juga dengan sigap mengambil plester pororo. Al ingat Bora pernah mengatakan ingin menjadi dokter kecil yang akan membuat dirinya bangga..
__ADS_1
"kakak tampan.. aku akan menjadi dokter cantik untuk kakak tampan...!! " ucap bora kecil dengan semangat.
"ck.. bukannya kau ingin menjadi wanita karir di perusahaan AL Group...?? " ketus Al kecil saat itu..
"iya... aku akan ambil 2 pekerjaan...!! " jawab bora kecil menyeringai lebar tanpa merasa tersinggung kata-kata Al saat itu..
saat itu Al selalu mengabaikan Bora yang selalu mengikutinya kemana-mana ia tak terlalu mendengarkan celotehan Bora saat itu.
Al menertawai dirinya sendiri seketika,, "aku benar-benar yakin hukum karma itu emang berlaku didunia ini...!! "
"sepertinya aku lah yang mulai menyukainya... gadis kecilku yang menyusahkan.. kamu masih sama seperti dulu sayang." senyum Al mengingat kejadian tadi.
Al pun mengganti bajunya lalu keluar dari kontrakannya ia belanja makanan enak untuk makannya bersama Bagas dan Raja. ia tak mungkin meninggalkan raja di rumah Bagas yang ada putranya itu bakal menangis seolah merasa dibuang oleh dirinya..
.
.
sementara Bora yang sudah diperiksa oleh dokter pribadinya memilih tidur sambil memandang jaket Al di sampingnya..
Kara dan Lila baru bisa pulang dengan tenang mendengar dari dokter chika, Bora tidak apa-apa hanya syok sebentar saja istirahat yang cukup sudah baikan...
Bora masih menatap jaket Al, Jaket Al disampingnya
dan topinya di atas bantalnya Bora meraba jaket itu secara perlahan..
"siapa kamu sebenarnya tuan burger...?? " gumam Bora pelan .
"saat kamu memelukku aku merasa nyaman... aku merasa kamu memang pelindungku dan bodohnya aku malah suka dalam keadaan seperti itu.. !!" gumamnya lagi.
Bora merapatkan tubuhnya ke jaket Al dan menghirup aroma tubuh khas Al yang masih hinggap di jaket itu bahkan Bora melarang Kara mencuci nya...
siapa yang tidak akan luluh di selamatkan oleh pria yang sama berkali-kali..
Selama ini Bora tak pernah merasa dilindungi ia merasa dirinya bisa menjaga diri tapi akhir-akhir ini kejadian aneh menimpanya dan Al lah pria yang datang menyelamatkannya..
"tuan burger...!! " racau Bora sebelum memejamkan matanya..
.
.
Al tiba di Rumah Bagas dengan membawa makanan enak untuk mereka bertiga hanya KFC sederhana tapi Bagas sangat menyukai makanan itu..
"bagaimana son..?? apa tubuhmu kuat...??" tanya Al menggema di area olahraga basket milik Bagas.
Raja menoleh dengan semangat,, "papa lihat... Raja udah punya baju basket.. boleh Raja terima Papa...?? "
Al melihat ke arah Bagas,, "bagas adalah keluargamu kan..?? hanya sekedar baju basket saja tak akan membuat papa cemburu...!! "
Raja tertawa riang dan berlari ke arah Al. Bagas juga mendekati Al yang terlihat menutupi sesuatu tapi Bagas tidak mungkin bertanya didepan Raja kan..
__ADS_1
.
.