Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
penasaran


__ADS_3

Bambam mencari seseorang yang telah berani mengganggu kesenangannya,


"kemana orang itu...?? berani sekali dia ikut campur dengan urusanku..!! " geram Bambam dengan mata nyalangnya seperti ingin menerkam mangsa saja..


Kara dengan cepat membawa bora pergi dari situ,


"Tuan Burger... aku tau, pasti kau yang menyelamatkanku.. tunjukkan dirimu...!! " batin Bora celingak-celinguk begitu gelisah..


"tenang saja Bora.. kamu baik-baik aja.. ayo kita cepat pergi dari tempat ketinggian itu..!! " Kata Kara dengan memelas..


Kara mengira Bora sedang takut dan khawatir mencari pelaku yang menyabotase tali pengaman dalam adegan aktingnya..


Lila datang bersama 3 pengawal untuk bora dengan nafas terengah-engah. mereka berlari dari parkiran tadi Lila begitu khawatir saat tau Bora hendak dicelakai..


"apa sudah ketemu...?? " tanya Lila dengan serius..


"belum Kak.. kru drama sedang mencari pelaku...!! " jawab Kara..


Bora tetap diam saja, ia sedang memikirkan orang yang menyelamatkan dirinya..


.


.


Bambam tak menyerah mencari Pelaku yang mencari masalah dengannya dan tak sengaja menabrak bahu pria yang memakai kacamata, masker dan topi hitam juga..


"hei... lihat-lihat kalau jalan.. !!" maki bambam..


"....!!" Al tidak menjawab tapi malah mengemasi kunci-kunci alat bengkelnya dengan tergesa-gesa seolah sedang dikejar-kejar waktu..


"kenapa kau tidak meminta maaf sialan...?? " tanya Bambam dengan emosi hendak menginjak tangan Al..


Al dengan sigap mendorong kaki Bambam hingga terjatuh dalam keadaan tidak elit ia menggeram marah ke arah Al..


"jangan cari masalah. saya sedang terburu-buru, pekerjaan ini sangat penting bagi saya ..!!" ujar dingin Al


"bukankah kau juga sibuk..?? ini kesalahan kita berdua


tidak perlu saling meminta maaf.. ! permisi.....!! " Al langsung berlalu dari tempat itu.


Bambam yang emosi melampiaskan segalanya ke dinding didekatnya. rencana nya gagal total, yang mencari masalah dengannya tidak ketemu dan sialnya bertemu pria seperti Al malah mengejeknya seolah seorang pengangguran..


Al yang bersembunyi di balik tembok menyeringai tipis ia sudah meletakkan sesuatu di bawah sepatu Bambam dan alat penyadap di ponsel Bambam yang tertinggal di kontrakan nya.


"aku akan hancurkan kau tanpa bersisa jika gadis kecilku terluka walau segores ..!! " desis Al tersenyum miring menoleh kesamping.


Al sudah membuat Bambam berada di tangannya, jadi jika sekali lagi ia berani mendekati Bora lagi, maka Al tak akan segan membunuhnya...


"aku bahkan membunuh para mafia yang membunuh kakak ipar dan kakakku serta orang yang sama membunuh kakak gadis kecilku. membunuh kecoa seperti kau bukan hal yang sulit bagiku....!! " seringai Al lagi menatap sebuah titik merah di layar hpnya..


Al langsung berjalan ke arah lain dan meletakkan kembali alat-alat yang dia bawa tadi demi melancarkan aksi nya..


"Tuan...?? " sapa Bora dengan pelan..

__ADS_1


Al kaget mendengar suara Bora, ia sedang membelakangi Bora...


"........!" Al tak menjawab..


Al hendak pergi tapi Bora memegang tangan Al dengan cepat..


"sebenarnya siapa anda tuan burger...?? " tanya Bora dengan nada pelan.


Al tak menjawab, ia tak tau harus berkata apa..


"kenapa dia bisa kemari? bukankah tadi dia dikawal.? " batin Al


Bora mendekati Al dan berdiri dihadapan Al..


"aku tau ini kamu tuan Burger...!! " ujar Bora lagi menatap mata Al yang memakai kacamata, masker dan topi hitamnya..


"kau salah orang...!! " ketus Al dengan suara yang berbeda..


Al menepis tangan Bora dan hendak pergi dari tempat itu...


Bora menggeleng kepalanya ia langsung memeluk Al dari belakang..


DeG..!!


jantung Al berdebar kencang saat Bora memeluknya..


"bagaimana pun kamu merubah suaramu aku bisa mengenalimu tuan kamu tidak akan bisa membohongiku...!! aku sangat mengenal aroma tubuhmu...!! " tutur Bora memejamkan matanya menghirup aroma tubuh Al..


Aroma yang bisa membuatnya tenang dan nyaman hingga tak butuh obat tidur baginya supaya bisa terlelap..


"Bora....??"


"Bora...? kamu dimana...?? "


panggil orang-orang yang panik mencari Bora..


Bora melepaskan pelukannya dan melihat kearah belakang...


"itu Bora...!! "


"Bora. "


mereka berlarian ke arah Bora. pengawal bora dengan cepat mencari posisi.


"Bora...?? kenapa kamu bisa ada disini...? apa yang terjadi..? apa ada orang jahat yang membawamu kemari..? bagaimana keadaanmu..? dari mana aja kamu..? " cecar Kara begitu khawatir..


Kara bukan hanya sekedar Asisten bagi Bora tapi juga sahabat baik Bora..


Lila juga tak kalah panik, ia juga membolak-balik tubuh Bora dengan khawatir..


"kepalaku jadi pusing. " kesal Bora..


"maaf." ucap Lila dan Kara kompak..

__ADS_1


"kenapa kamu disini bora..?? apa yang terjadi...?? " tanya Lila


Bora melihat kebelakang dan matanya melebar tak percaya..


"kemana dia..?? " gumam Bora pelan..


"ada apa Bora..?? " tanya Kara celingak-celinguk ke sisi kiri dan kanan Bora melihat ada apa dibelakang bora..


mereka saling pandang bingung..


Bora berdecak pelan,, "kenapa dia selalu menolongku..? tapi juga lari dan tak mau mengakuinya..! "


.


.


akhirnya Akting kembali dilakukan kali ini lebih hati-hati dan Bora berhasil melalui semuanya dengan baik, ia sangat profesional walau pun tadi sempat tertekan karna kejadian tadi tapi saat kamera On, Bora bisa mengendalikan ketakutannya..


"Kara... "


"iya Bora. " sahut Kara


"kalau ada Pria yang selalu menolongmu dalam keadaan sulit tapi dia tidak mau mengaku.. menurutmu bagaimana...?? " tanya Bora menatap arah lain..


Kara terdiam beberapa saat,, "pasti dia orang baik."


"tapi kenapa ? bagaimana kalau dia selalu ada di setiap kamu mengalami kesulitan..? apa menurutmu dia punya niat jahat..? " tanya Bora lagi..


"menurutku nggak jahat sih...!! aku nggak tau juga kenapa ada orang seperti itu.. biasanya....! " jawab Kara terputus..


"biasanya apa...? " tanya Bora dengan nada pelan..


"orang itu punya perasaan pada orang yang diselamatkan nya.. !!" cicit Kara lagi..


Bora mengingat perlakuan Al yang terbilang tidak cocok dengan alasan Kara. Bora tersenyum kecut..


"tapi dia nggak punya perasaan apa-apa..!! " jelas Bora lagi..


"kenapa bisa berpikir begitu..?? " tanya Kara penasaran..


"dia seperti pahlawan bayangan yang tak ingin terlihat oleh ku." jawab Bora keceplosan..


Kara melebarkan matanya, ia ingin bicara lagi tapi mengingat semua yang menimpa Bora pun menganga lebar, hanya satu yang ada dikepalanya saat ini Tuan Burger..


"jadi pria yang memotong tali itu adalah tuan burger...?? " tebak Kara tidak percaya..


Bora sempat terkejut saat Kara mengetahui itu, namun ekspresinya kembali menjadi sendu..


"hmm.. aku bertemu dengannya ditempat kalian menemukanku.. tapi dia nggak mau mengaku.. aku mengenalnya dari aroma tubuhnya..!! sebenarnya apa tujuannya..? kenapa dia membuatku jadi bingung..?? " lirih Bora dengan pelan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2