Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
balasan


__ADS_3

"aaaakkkhhhmmm......!! " teriak Bora langsung memejamkan matanya lagi..


sesekali terasa olehnya mobilnya oleng dan rodanya menggasing Al begitu serius mengendarai mobil bora kini,


"ini Film action paling menyeramkan bagiku.. aaakkkh... kenapa dia nggak takut..?? " batin Bora memekik dalam hati..


Bora memegang pegangan mobilnya dengan kuat, tangannya yang lain membekap mulutnya supaya tak mengeluarkan suara..


butuh waktu 20 menit bagi Al bisa melewati jalan longsor itu padahal panjangnya hanya 15 meter saja..


"apa aku udah mati...?? " tanya Bora dengan nada pelan..


Al tersenyum mendengar itu,


"sayangnya belum...!! lihatlah kita hanya memakan waktu 20 menit kalau di nunggu jalan macet tadi mungkin bisa makan waktu lebih dari 3 jam...!! "


Bora membelalakkan matanya kearah Al, ia tak tau mau menangis atau tertawa saat ini mendengar kata-kata Al yang sangat enteng tanpa beban itu.


"kalau aku tadi mati bagaimana...?? " tanya Bora menahan kesal


"Hhhmmfft.....!! " tawa tertahan Al..


Bora melototkan matanya ke Al yang terlihat sangat menyebalkan itu..


"aku benar-benar takut tadi Al.. lihatlah tanganku masih gemetaran...!! " nada tinggi Bora dengan kesal menunjukkan tangannya yang masih gemetaran..


Al tersenyum manis melihat itu dan kembali melajukan kendaraan nya, Bora yang sedang kesal tak bisa menikmati pemandangan indah itu, nyalinya terlalu kecil dengan adegan menyeramkan tadi. kalau Al jadi Aktor drama Action sudah pasti melejit pesat sebab Al sangat berbakat dibidang itu..


Saat mobil Lamborghini bora keluar dari jalan yang di tutup itu, banyak pasang mata melihatnya..


"bukankah itu mobil Dewi bora...? "


"iya.. itu mobil dewi bora tapi kenapa keluar dari jalan longsor itu...?"


banyak gosip-gosip para kendaraan yang sedang terjebak macet dari arah berlawanan bahkan ada yang memutar haluan mulai masuk kejalan longsor itu. mereka berpikir jalan itu sudah dibenahi ternyata belum..


tak ada pilihan lagi mereka memutar kendaraan lagi tak berani melewati jalan longsor itu. mereka memuji dewi Bora sang ratu Action yang bisa melewati jalan longsor itu..


.


.


"kau tidak akan turun...?? " tanya Al setelah melepas seatbealtnya menoleh ke Bora..


Bora melirik tajam Al sang pelaku yang membuat tangannya gemetar dan juga kakinya..

__ADS_1


"tangan dan kakiku masih gemetar Al.. kalau kamu mau pulang ya pulang aja.. terimakasih sudah mengantarkanku lewat jalan pintu kematian...!! " gerutu Bora.


Al tergelak, Bora tak mengubris gelak tawa Al, dia sibuk menenangkan diri kalau dirinya kini sudah baik-baik saja..


"perlu aku antar...?? " tawar Al..


"kalau kamu nggak keberatan. " ketus Bora..


Al mengulum senyumnya, sebelum keluar mobil Bora, Al sudah menggunakan penyamarannya supaya tidak diketahui orang lain sebab Bora seorang Artis..


Al menggendong Bora, sedangkan bora melingkarkan tangannya dileher kokoh Al, Al melirik tangan Bora yang masih gemetaran, artinya Bora memang ketakutan tadi hanya pura-pura kuat...


"jangan mengejekku tuan Action.. aku dewi Bora bukan dewi Action...!? " kesal Bora dengan mata melotot dekat kearah Al.


Al terkekeh melihat pelototan Bora walaupun memakai masker dan kaca mata tapi karna dekat tentu Al bisa melihat nya..


.


.


.


"Tuan....!! " panggil Bora menahan ujung jaket Al..


Al menoleh kearah Bora yang sedang duduk disofa.


"apa jaketmu bisa ditukar dengan yang lama...?? " tanya Bora hati-hati..


Al menaikkan alisnya tanda tak mengerti..


"begini aku pernah bilang kan ? kalau aku punya gejala imsomnia aroma mu di jaket itu sudah mulai memudar.. aku... aku... hmmm... ak...!! " jawab Bora gugup dengan muka memerahnya yang sungguh malu..


"aku mengerti dimana jaket ku sebelumnya..?? " tanya Al


"dikamarku.. biar aku ambilkan...!! " Bora pun hendak berdiri tapi karna kakinya masih gemetar jadi oleng dan Al dengan sigap menangkap tubuh Bora..


"dimana kamarmu...?? " tanya Al dengan jarak wajah mereka yang hanya beberapa cm saja...


Bora mengerjab-ngerjabkan matanya merasakan aroma mint segar nafasnya Al, Bora tak bersuara hanya menunjukkan kamarnya.


"tunggu disini...!! " Al mendudukkan Bora kembali di sofa lalu berjalan kearah tunjuk Bora..


"bagaimana jika dia tau aku meletakkan jaket dan topinya di atas ranjangku...? dia nggak akan mikir aneh-aneh kan..? " gumam Bora pelan lalu menggigit bibir bawahnya.


Al keluar dari kamar Bora hanya menggunakan kaus baju berwarna hitamnya, jaketnya sudah dilepas dan diletakkan dikamar Bora dan jaket yang yang lama Al letakkan dilengannya saja..

__ADS_1


"biarkan aku cuci dulu Al...!! " Bora hendak mengambil Jaket Al


"tidak usah.. istirahatlah...!! " tolak Al dengan nada lembut lalu berjalan keluar apartemen Bora..


mata Bora berkedap-kedip lagi, ia memegang dadanya yang bergemuruh mendengar kata-kata lembut Al..


"kalau dia menjadi Aktor pasti bakal populer dariku... dia benar-benar luar biasa... bagaimana bisa dia bawa mobil lewat jalan longsor itu tanpa rasa takut..? aku aja masih gemetaran...!! " gumam Bora dengan pipi merona nya..


perilaku Al yang datar namun perhatian sangat Bora sukai. Bora tau Al selalu menolongnya walaupun penasaran tapi bora tak berani bertanya langsung pada Al kenapa selalu menolongnya yang ada Al makin menjauhinya Bora tidak mau hal itu terjadi...


butuh waktu hampir setengah jam bagi bora bisa tenang dari tangan dan kakinya yang gemetar..


setelah membersihkan diri Bora masuk kekamarnya dan tersenyum melihat jaket Al yang baru, Bora duduk ditepi ranjangnya dan menghirup aroma tubuh Al.


"dia sangat wangi...!! " senyum manis Bora..


sementara Al naik ojek ke lain arah, ia tiba di tepi jalan dan menatap jalanan sepi itu kini...


"makasih bang. " ucap Al


pengendara motor itu terlonjak kaget dan langsung pucat pasi jalan ini sangat sepi katanya tempat itu sangat angker penuh dengan tragedi pembantaian juga pembunuhan ditempat itu jadi wajar pengendara motor ojek itu ketakutan.


Al jalan memasuki jalan sempit yang penuh dengan dedaunan pohon, senyum miringnya terbit melihat gedung tua yang sangat menyedihkan..


Al masuk ke dalam gedung itu setelah membuka gemboknya..


"selamat sore. " sapa Al tersenyum menyeramkan..


Pria yang dirantai penuh dengan darah ditubuhnya itu menatap samar ke asal suara..


"Iblis... pergi kau ibliss... pergi... jangan dekati aku sialan.. pergi....!! " teriak Pria itu histeris..


Al tersenyum miring...


"bukankah kau seorang fotografer...? kenapa tidak memotret tempat ini hmm...?? aku sudah memberikanmu kamera bukan...? apa kau tidak suka desain istana ku ini...?? "


Bambam yang mendengar itu gemetar ketakutan. Al sengaja bertingkah seperti seorang psikopat didepan Bambam dengan begitu pria ini tak akan mencurigai Bora..


saat ini Al emang beri pelajaran pada bambam karna telah berani mencoba menyakiti gadis kecilnya itu..


"jangan takut... aku hanya menginginkan jari telunjuk mu saja..!! " bujuk Al dengan senyum khasnya yang terlihat mengerikan..


Bambam menggeleng-geleng takut kepalanya..


.

__ADS_1


.


__ADS_2