Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
sudah menikah.?


__ADS_3

.


tibalah mobil Artis Bora di gerbang alamat rumah Al.


"kita udah sampai.. terus kemana lagi bu...?? " tanya Supir..


"katanya ke gerbang gitu pak." jawab Lila celingak-celinguk..


"apa disini nggak ada binatang buasnya kak...?? " tanya Kara dengan takut-takut.


"kakak juga nggak tau.. nanti kita tanyakan ke tuan Al...!! " jawab Lila


Kara melihat sekeliling dan terkejut melihat sebuah mobil keluaran lama di dalam hutan ini..


"kak.. itu ada mobil. !" tunjuk Kara..


Lila melihat arah tunjuk Kara dan menjatuhkan rahangnya


"itu wartawan yang dikatakan tuan Al, mereka mengikuti Bora..!! " jawab Lila dengan serius.


"Astagah.. jadi rumahnya memang disini..!! " gumam Bora melihat hutan lebat itu..


"kita sudah di gerbang apa perlu saya turun untuk menekan bel bu. ??" tanya supir


"tidak usah turun. " sanggah Lila. .


"Kenapa kak..? terus gimana cara masuknya..??" tanya Kara keheranan..


"diam saja.. nanti akan dibuka pintu gerbangnya..!! " pinta lila.


"pagarnya yang berbentuk tembok benar-benar tinggi... seolah ada binatang raksasa saja di dalam hutan itu... seram banget sih...!! " gidik ngeri Kara..


Kkkriiiieeeettt.....!! Pintu gerbang terbuka lebar..


Supir Bora melajukan kendaraannya dengan mulut terbuka. Kara dan Lila saling pandang takjub. setelah masuk ketiga wartawan yang sedang terlelap itu terbangun seketika mendengar suara pintu gerbang terbuka..


"ada yang masuk...!! gerbangnya terbuka...!! " teriak jongpil kakak tertua diantara mereka..


namun kedua temannya masih terlelap tak bisa dibangunkan. jongpil yang geram pun berlari keluar dari mobil menuju gerbang yang masih terbuka..


Jongpil terbelalak saat gerbang hendak tertutup,, "Ya Tuhan.. jangan dulu.....!! "


Jongpil berlari sekuat tenaga namun apa daya gerbang itu sudah tertutup rapat. jongpil melihat lampu terang di sekitar gerbang itu. lampu yang hanya memakai daya baterai...


"nggak salah lagi.. pasti ada rumah di dalam hutan ini.. hanya saja harus bisa masuk atas izin pemilik rumahnya...!! '' gumam jongpil terengah-engah..


sementara supir Bora bernama Popo, Lila dan Kara melongoh melihat hutan ini banyak lampunya seolah memang berpenghuni. awalnya gelap namun beberapa meter kemudian mereka lalui ada lampu nan terang...


"ada listrik di sini...?? mantap sekali....!! " puji Kara dengan takjub..

__ADS_1


"uangnya pasti banyak sekali memasukkan lampu di hutan ini.. dari mana sambungannya sementara ini lumayan jauh dari kota dan keramaian...!! " gumam Lila penasaran..


lama berkendara sekitar 30 menit, sebenarnya bisa saja mereka sampai dalam waktu 10 menit tapi membawa mobil dengan lambat sudah dipastikan akan lama sampainya..


"waaaah.....?? ini rumah kak...?? indah sekali....!! " teriak Kara dengan heboh.


Popo juga memarkirkan kendaraannya tak jauh dari parkir asal mobil Bora..


"ayo kita turun...!! " ajak Lila seperti terhipnotis akan sesuatu..


mereka bertiga keluar dari mobil dan meneguk saliva bersusah payah secara kompak..


"apa ini istana..? " gumam Kara..


"ini rumah atau mansion...?? " gumam Lila juga..


"ini rumah termegah yang pernah saya lihat.. saya pernah bekerja bangunan jadi saat dilihat sudah tau mana bentuk rumah yang bagus dalam sekali melihat saja.. !" ujar popo


"ayo kita ke pintu...!! " ajak Kara semangat berlari ke arah pintu besar rumah di dalam hutan ini..


Lila yang tadinya berpikir aneh jadi malu sendiri saat melihat langsung rumah ini bisa ditebak mereka memang satu rumah Kara menekan bel rumah..


pintu Rumah terbuka dan Raja lah yang menampakkan diri..


"tamu mama ya...? ayo masuk bu ..pak...!! " ajak Raja dengan suara anak kecil yang sopan..


"mama...?? " beo Lila..


"whaaaat....?? " kaget Lila..


Lila tersenyum kaku ke Raja yang sedang menatapnya dengan polos sambil menuntunnya berjalan. sementara Popo menganga lebar melihat keindahan desain rumah ini..


Raja mempersilahkan Kara, Lila dan popo duduk setelah itu Al tiba dari dapur membuat minuman untuk tamu Bora..


"tuan Al.. ? ini tempat tinggal tuan Al..?? " tanya Lila hati-hati..


"iya." jawab Al singkat..


"aku sudah beritau Bora kalau kalian datang.. dia sedang bersiap-siap..!! " lanjut Al lagi..


"hah... ? i.. iya...!! " sahut Lila dan Kara kompak..


popo meminum kopi buatan Al sambil memperhatikan rumah ini..


tak lama kemudian Bora datang dengan penampilan sederhananya rambut di gulung asal, baju tidur memakai sweater panjang di tubuhnya atas permintaan Al karna ada Popo padahal Popo sudah beristri. kalau Al cemburu tak akan ada obatnya...


"Bora...?? " Sumringah Kara berdiri dari duduknya.


Lila malah fokus ke jari manis Bora dan Al, sebelumnya Lila tak memperhatikan cincin yang dipakai Bora karna Bora suka memakai perhiasan kalau ada urusan kerjaan tapi melihat cincin di jari manis Al tentu membuatnya penasaran..

__ADS_1


kalau Pria memakai cincin artinya itu cincin pernikahan atau pertunangan tapi di lihat dari desainnya itu cincin pernikahan yang mewah..


"kalian sudah menikah...?? " tanya Lila dengan serius tiba-tiba..


Al terlihat tenang menggendong Raja, Bora cengengesan.


"Apa...?? kamu beneran udah nikah Bora..?? " tanya Kara dengan mata terbuka lebar..


"Astagah Bora.. bagaimana caraku mengatasi masalah yang kamu buat ini...?? kenapa menikah secara sembunyi-sembunyi heh..?? " tanya lila dengan pasrah tak bisa apa-apa kalau artis kebanggaannya menikah lebih cepat dari perkiraannya...


Popo melihat cincin Al dan Bora jauh dari kesan sederhana..


"pria nya aja memakai cincin pernikahan berbentuk berlian kecil.. uangnya pasti banyak sekali.. ditambah ini bukan rumah sederhana....! aku tak bisa berkata-kata...! '' batin Popo tak berkedip melihat paras Al lagi yang jauh lebih tampan dari di TV..


padahal Al cuma tayang 3 menit di TV itu pun bagian Epilog doang tapi siapa yang tidak kenal Al wajah setampan itu pasti bisa membuat fans menjerit histeris.


"Bora....?? " panggil Lila lagi minta konfirmasi..


"Isssh... iya.. iya.. kami memang sudah menikah memang aku rahasiakan tapi mama sama papa ku tau kok....!!" jawab Bora dengan senyum manisnya. .


Lila memijit pelipisnya seketika, kara menganga lebar. Popo tersedak minumannya sendiri saking kagetnya Bora sudah menikah tapi malah di rahasiakan. .


"apa artinya kamu tidak mau berada di dunia hiburan lagi...?? " tanya Kara.


Al dan Bora saling pandang..


"tentu saja aku masih berada di dunia hiburan... kalau Al sibuk dan Raja sekolah, aku ngapain..? ya harus bekerja juga kan? bosan lah dirumah nggak ada kerjaan.. dari remaja aku udah terbiasa disibukkan dengan dunia akting... kenapa aku harus meninggalkan jagat hiburan kalau aku masih bisa berakting...? " kata Bora dengan santainya.


Al tak tersinggung hanya kagum dengan sosok gadis kecilnya yang tak suka bersenang-senang seperti wanita lain pada umumnya..


"iya Ma.. teman-teman Raja mengidolakan mama.. jadi mama harus tampil di tv terus...!! " sahut Raja dengan polos..


Bora tergelak dan berjalan kearah Raja lalu mencubit pipi Raja..


"kamu udah belajar sayang...?? " tanya Bora dengan gemas..


"belum ma. " jawab Raja nyengir..


"sana belajar.. katanya mau buat mama bangga...!! " kata Bora dengan senyum lebarnya.


"iya ma." jawab Raja menyeringai lebar langsung berlari ke lantai atas..


Al tersenyum melihat kepatuhan Raja pada gadis kecilnya itu.


"sekarang katakanlah...!!" pinta Bora dengan tenang..


"apa saja iklan yang datang padaku...? " sambungnya lagi..


Bora berjalan ke sofa, kara juga ikutan duduk di sofa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2