Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
rumah baru


__ADS_3

selang beberapa menit perut syifa bunyi Al langsung melepaskan pelukannya..


"kamu lapar...?? " tanya Al serius..


Bora yang malu karna perutnya bunyi disaat yang tidak tepat, hanya menundukkan wajahnya..


"aku akan masak aku baru menyadari kamu sangat kurus dari sebelumnya cuci mukamu yang jelek itu..! " Al berkata santai melepaskan jas kerjanya dan meletakkannya asal di kepala Bora..


Bora yang tadinya mau marah terdiam saat aroma jas Al menyeruak dihidungnya Bora menurunkan jas Al yang menutupi wajahnya melihat jas itu dan terbelalak..


"bukankah ini buatan Haris Perancis..?? " batin Bora dengan mata melebar tak percaya..


Bora ingin bertanya ke Al tapi ingat perkataan Al tak jadi,, "jelek...?? aku jelek...? " gumam Bora..


Bora berlari ke arah kamarnya dan langsung masuk kearah kamar mandinya..


"Aaakkkh.... hmmm....!! " pekik Bora dengan cepat membekap mulutnya sendiri..


"kenapa wajahku bengkak begini...?? " desis kesal Bora..


"ya Tuhan.. julukan Dewi Bora ku jatuh seketika didepan Al.. apa dia nggak ilfil padaku..?? bodoh.. bodoh.. bodoh.. kenapa kau tidak menyadarinya Bora...!??" geram Bora menatap wajah dan matanya yang bengkak..


Bora pun mencuci mukanya berkali-kali dan meletakkan salep di kelopak matanya lalu melihat arah pintu kamarnya.


"hari pertama dia melamarmu kenapa memakai baju begitu tadi..? kenapa nggak dandan..? kenapa saat wajahku kayak bab* tadi..?? iissshh... Ya Tuhan... Astagah... aku malu sekali....!? "


Bora mengoceh-ngoceh sendiri. perut sialannya tidak juga berhenti dari nyanyian buruknya (lapar).


.


.


"Bora...?? " panggil Al..


"eeh... iya... sebentar...!! " sahut Bora membenahi rambutnya yang digulung asal..


kalau rambut Bora tak terlalu penting karna sudah ada penata nya sendiri berbeda dengan wajahnya yang menjadi sumber kebanggaannya berubah sedikit saja maka Bora akan malu setengah mampus..


"ayo dud...? " pinta Al dengan lembut namun terhenti melihat wajah Bora..


Al menatap heran Bora yang memakai masker dan kacamata hitam..


"apa yang kamu lakukan jam segini Bora..? kenapa pakai kaca mata hitam dan masker..?? " tanya Al dengan heran..


"bukankah tadi kamu bilang aku jelek jadi ya aku tutupi. " jawab Bora dengan penampilan lucunya itu..


Al melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki,,"kamu mengganti pakaianmu...?? "


Bora tersenyum canggung dan berjalan ke arah meja makannya bersama Al..


"apa kamu nyaman makan dengan penampilan seperti itu...?? " tanya Al menahan senyumnya..


"hm... bisa.... " jawab Bora dengan pelan..


Al pun ingin tau bagaimana cara Bora makan dengan mulut di tutup masker itu Al menatap serius bora yang pakai kacamata dan masker itu..

__ADS_1


ternyata Bora memasukkan makanannya dari bawah hingga Al tak kuasa menahan tawanya. Bora tak peduli dia ditertawai atau tidak yang penting dirinya lebih malu lagi kalau wajahnya dilihat Al..


.


.


.


jam 5 pagi barulah selesai makan nya setelah berhari-hari Bora tak berselera makan, barulah makan setelah bertemu Al..


"buka aja Bora..! " pinta Al mendekati Bora..


Bora masih bersikukuh tak mau melepaskan masker dan kacamatanya..


"biarkan saja aku seperti ini. " tolak Bora menahan dada Al supaya tidak mendekatinya..


"lalu bagaimana aku melihatmu..? aku sangat merindukanmu.. berhari-hari lamanya aku nggak melihat mu..!! " tanya Al dengan sendu..


Bora bersitatap dengan Al yang menatap sendu ke arahnya mungkin saat ini pipi Bora sudah merona, tapi karna wajahnya ditutup tidak terlihat jelas..


"siapa suruh kamu datang disaat yang nggak tepat.. aku nggak mau memperlihatkan wajahku.. aku janji akan memperlihatkannya padamu kalau wajah dewi ku sudah kembali.. !!" balas Bora mengusap rahang Al dengan lembut..


Al tersenyum lebar,, "memang wajahmu yang sekarang kenapa..?? " goda Al


Bora mendengus kesal,, "pulang lah.. temui anak kita...!! " usir Bora mendorong punggung Al.


"Anak kita..? " beo Al dengan lembut..


Bora tersadar dari ucapannya,, "eeh.. maksudku anak mu Raja. " Ralat Bora..


Al tergelak..


"bagaimana dengan jas ku...?? "tanya Al menahan tawa nya


"tunggu sebentar...!! " pinta Bora


Bora berlari ke arah ruang tamu bukannya mengambil jas Al yang ada dikamarnya, Bora malah mengambilkan jaket Al yang sebelumnya. Bora menyodorkannya ke Al..


"apa ini...?? " tanya Al


"Jas itu untukku. aku nggak bisa tidur tanpa wangi mu.. !!" jawab Bora


Al terkekeh,, "bukankah aku sudah menjadi kekasihmu? lalu kenapa masih memakai jas ku jika kamu minta aku memelukmu saat tidur aku dengan senang hati menurutinya..!! "


Pipi Bora memerah lagi,, "jangan banyak bicara sana pergi...!! "


Al pun tertawa keras didorong Bora keluar apartemennya..


"awas aja kalau kamu masuk." ancam Bora dengan tatapan tajam dibalik kacamata hitamnya itu..


"baiklah sayang.. aku akan temui anak kita...!! " patuh Al mengusap kepala Bora dengan gemas..


Bora yang sungguh malu menutup pintu apartemennya dan merosot dibalik pintu dengan jantung yang berdebar kencang..


"Ya Tuhan. " pekik Bora mengusap dadanya yang berdebar..

__ADS_1


Al pun berjalan ke arah lift dengan senyum tampannya ia tak menyangka bora menyukainya dan tak bertanya siapa dirinya...


"kamu akan tau siapa diriku sayang...?? " batin Al


.


.


.


tibalah Al di rumah barunya..


"Papa...?? " teriak Raja berlari ke arah papanya..


para pengawal Al menunduk hormat ke Al..


"hai.. my son...!! " sapa Al berjongkok dan merentangkan tangannya..


Raja memeluk Al dengan erat,, "papa raja takut disini...!! "


"kenapa son? apa mereka berbuat jahat padamu? " tanya Al serius..


"bukan Papa..mereka baik tapi ini bukan rumah kita.. Raja takut nanti kita masuk penjara." jawab Raja dengan jujur..


"ayo kita pergi pa.. sebelum pemiliknya datang." bisik Raja memelas..


Al menahan tawanya seketika, sementara yang lainnya khawatir karna Raja tidak nyaman dengan perlakuan mereka ternyata malah itu alasannya membuat mereka gemas akan tingkah tuan muda kecil mereka yang biasanya hidup sederhana..


"biasakan lah son.. rumah ini milik kita..!! " jawab Al


"apa...?? kok bisa..? ini uangnya pasti banyak...!! papa dapat uang dari mana..? " cecar Raja malah tak percaya.


Al terkekeh,,"jadi kamu mau kita di kontrakan saja..?? "


Raja mengangguk-ngangguk..


"apa menurutmu mama bora pantas tinggal dikontrakan lama kita..?? " tanya Al membuat Raja terdiam..


"Son dengar.. papa akan buka usaha toko burger dan friedchicken untuk usaha baru kita.. dengan begitu papa ada waktu untuk mama mu.. !"


"kamu harus tau son kalau mama mu bukan orang biasa.. nanti kalau mama mu di ejek artis lainnya bagaimana...? banyak Artis yang benci dengan mamamu.. nanti mereka malah menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan mama mu dengan menyebarkan berita buruk tentang kita..! "


"kamu mau...?? " tanya Al dengan lembut..


Raja menggeleng-geleng,, "iya.. nanti mama diejek.. waktu di sekolah juga dikatakan begitu.. mama bora hanya suka wajah tampan papa bukan karna kekayaan papa.. !!"


"nah.. kamu mau wajah tampan papa di ejek..? " tanya Al lagi.


"tentu saja tidak.. papa sangat tampan dan baik


mama Bora pasti suka papa karna baik kan..? bukan hanya tampan papa saja...!! iya kan..?? "


"pintar son.. siapa yang mengajarimu jadi pintar begini..?? "


"kak bagas..!! hehehe... " nyengir kuda Raja..

__ADS_1


.


.


__ADS_2