
"bagaimana jika kita sebar berita Bora itu hamil diluar nikah...?? " usul Anto dengan serius..
"hahh....?? hmmm....!! bukan ide yang buruk.. dia hamil anak tuan burger itu dengan begitu tuan Moland akan jijik dengannya.. lalu mencampakkannya... ahahahahaaaa.....!! "
Anto tersenyum jahat. dia juga benci dengan Bora yang pernah menghinanya Pria tua mata keranjang saat melihat dirinya tengah membawa wanita sexy kekamar hotel..
"matilah kau bora.. sejak dulu aku memang membencimu itu sebabnya aku selalu membuat gosip yang menjelekkanmu.. !!" batin Anto dengan senyum sinisnya..
"tapi jelaskan padaku Om.. kenapa kau membencinya...? " tanya Liona penasaran..
"dulu aku bisa menyewa perempuan bayaran untuk memuaskan ranjangku.. sekarang aku sudah jatuh bangkrut.. entah apa yang jal*ng itu lakukan hingga perusahaanku jatuh.. orang yang mendukungku juga berpaling begitu saja dariku...!! aku sangat ingin melihatnya hancur seperti diriku..!! "
liona tersenyum puas. ia tak menyangka akan bertemu dengan orang yang sehati dengannya..
"aku juga tidak tau siapa yang membawaku masuk ke kamar hotel om.. tapi satu yang pasti.. kalau kita dijebak oleh orang yang sama... !!" kata Liona dengan tangan terkepal..
"maksudmu tuan Moland itu ikut campur masalahmu dengan jal*ng itu...?" tanya anto memastikan..
"iya.. aku rasa begitu.. aku harus cepat bertindak supaya tuan moland tau kebusukan Bora.. beraninya dia bermain pria...!! " senyum jahat Liona..
"lalu apa yang kau lakukan saat bora sudah hancur...?? bukankah karir mu juga hancur sepertiku...?? " tanya Anto
"nggak apa Om... aku bisa minta bantuan dari om-om bodoh diluar sana yang banyak uang...!! " jawab Liona dengan enteng.
Anto memperhatikan tubuh Liona yang memang menggiurkan bagi kaum pria..
"sudahlah om.. punya om pasti kecil nggak menantang.. lebih bagus sama Igun.. aku temui dia dulu. Bye. ..!!" liona dengan santainya melambai ke Anto dan pergi dari situ.
Anto mengepalkan tangannya dan melihat Bagian bawahnya..
"kenapa semua wanita selalu mengatakan hal yang sama...? kecil... kecil.. kecil... memang lub*ng mereka sebesar apa...?? sialan... berani sekali mereka menghina milikku.! " Anto berteriak mengingat ejekan semua wanita yang berkata hal yang sama..
.
.
di paris...
Bora menepuk jidatnya saat Al begitu posesifnya menyewa kapal hanya untuk mereka bertiga saja. manusia yang lain sewa kapal yang lain juga.
Raja malah sudah masuk di kapal mengabaikan perdebatan papa dan para anggota kapal..
(bahasa negara mereka...
__ADS_1
cuma Author langsung translete ya..??)
"maaf tuan.. tapi kami tidak bisa...!! " tolak kru kapal dengan kekeuh..
"kenapa tidak bisa...?? istriku sedang hamil muda pak..
jika terjadi sesuatu bagaimana...? apa anda akan bertanggung jawab... ?" bentak Al tak terima..
"awas kalian.. aku akan buat kalian dipecat...!" Al langsung mengotak-ngatik hpnya menghubungi boss besar pemilik kapal ini..
Al berteman baik dengan para boss besar di setiap negara nya. mereka bertemu saat di amerika hari pelelangan berlian yang pernah Al beli untuk Bora..
"aku nggak mau tau.. pecat anak buahmu ini.. berani sekali dia menolakku.. apa dia pikir aku disini minta tolong..? aku menyewa kapalmu bukan gratis kan.. dimana letak sopan santun mereka... dasar karyawanmu tidak becus.... !!" omel Al dengan bahasa fasihnya..
"baik tuan.. saya akan pecat... maafkan saya...!! " sahut suara boss pemilik kapal dari sebrang..
"hemmm.. cepatlah.. istriku bisa pendarahan kelamaan berdiri...!! " desak Al seperti dialah boss besarnya disini..
sementara para kru kapal tampak tak percaya Al sedang menghubungi boss besar mereka, betapa terkejutnya sang kapten kapal dapat panggilan dari boss besarnya..
'Halo Tuan...!! " sapa kapten kapal..
"layani Tuan Moland yang berlibur bersama istrinya dengan baik.. pecat kru kapal yang berani menentangnya.. sejak kapan pekerjaku tidak sopan pada penyewa.. bukankah tuan Moland bayar..? apa yang salah hah...?? " omel sang boss besar dengan keras..
"dikaduin sama bossnya baru gemetar.. dasar pecundang...!! " umpat Al dengan bahasa indonesianya..
sementara para kru yang lainnya tampak kebingungan kenapa kapten kapal mereka bersimpuh dan bersikap sopan pada Al..
"kalian dipecat oleh tuan besar... jadi jangan masuk kapal...!! " perintah kapten dengan tegas..
mereka terbelalak tak percaya lalu berlari ke Al dan bersimpuh dikaki Al..
"minggir...!! " usir Al dengan nada dinginnya.
"maafkan kami tuan.. maafkan kami...!! "
"tidak ada kata maaf untuk kalian.. apa aku harus menggunakan koneksi supaya kalian mengerti perkataanku..? aku sudah bilang istriku hamil dan nggak boleh berkerumunan.. aku nggak mau dia sesak nafas... dia butuh oksigen banyak-banyak supaya anakku bisa bernafas di perutnya...!! " maki Al tak nyambung..
Bora menjatuhkan rahangnya dengan raut wajah tak percayanya..
"ya Tuhan.. aku menyesal sudah memberi taunya.. kenapa jadi kacau begini liburanku...?? " batin Bora.
walaupun tak faham maksud Al yang sangat fasih dengan bahasa negara perancis tapi tetap saja intinya mereka tau Al sedang melindungi buah hatinya di perut perempuan cantik itu..
__ADS_1
"cepat minggir.. atau aku akan Blacklist kalian semua...!! " ancam Al..
mereka langsung pucat pasi dan berlari keluar dari area kapal. mereka akan menunggu Al dan keluarganya kembali..
sang Kapten sendiri yang menutup pintu kapalnya.
rekan yang lainnya juga dengan cepat membantu, sebelumnya mereka cukup terkejut Al punya koneksi pada boss mereka..
penampilan Al sangat tampan tapi tetap saja mereka tak percaya kalau tuan Moland yang dibilang sudah tua dan jelek itu hingga menyembunyikan wajahnya dari dunia, ternyata masih muda dan begitu tampan..
"ayo sayang...!! " ajak Al merangkul pinggang Bora berjalan hati-hati ke dalam kapal untuk mencari Raja yang sudah keliaran entah dimana.
Bora masih menganga lebar melihat wajah Al yang sangat serius menjaganya..
"tunggu sebentar...!! " perintah Al.
Bora terlonjak kaget namun berdiam diri ditempat..
"sialan.. kenapa ada pisang di negara ini..? apa disini nggak ada tong sampah.. berani sekali buang sampah dijalan bagaimana jika ada yang terpeleset dan bayinya kenapa-napa..?? " gerutu Al mengambil kulit pisang itu dan membuangnya di tong sampah yang ada didekatnya..
Bora tak tau lagi bagaimana harus mengatasi suaminya yang over protectif itu. sejak Al tau Bora hamil beginilah kelakuan Al..
"bilang aja kata-kata itu untukku hubby...!! kenapa malah menyindir orang lain yang udah jelas nggak ada perempuan hamil disini kecuali aku...!!" dumel Bora dalam hati..
akhirnya mereka bertemu juga dengan Raja yang sudah duduk manis menatap pemandangan kota paris dengan mulut terbuka..
"lama nunggu son...?? " tanya Al ke Raja yang tengah serius..
"nggak apa pa.. raja tau papa sedang menjaga adek bayi...!!" jawab Raja dengan enteng..
Bora melihat Al dan Raja yang benar-benar sehati..
sama-sama over..
"apa aku masih bisa berakting..? sepertinya aku nggak akan diizinkan lagi oleh Al.. kalau pun diizinkan pasti dia ngirim pengawal 20 orang untukku.. astagah .. aku nggak tau saat ini aku harus bahagia atau menangis.! " batin Bora memijit pelipisnya sendiri..
"kenapa Sayang..? pusing? apa perlu kita balik lagi? " cecar Al khawatir..
Raja menoleh ke Bora dan juga cemas akan keadaan Bora..
Bora merasa ingin berteriak saat ini..
.
__ADS_1
.