Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
terluka


__ADS_3

"aaaakkkkh.... !!" jerit pilu Bambam saat jari telunjuknya sudah berada ditangan Al..


Al tersenyum lebar melihat jari telunjuk Bambam yang sudah ditangannya..


"kenapa darahnya nggak banyak ya...?? " gumam Al kecewa..


wajah bambam tak tau sepucat apa lagi sekarang,


"bunuh saja aku tuan psikopat aku sudah tidak punya apa-apa lagi aku sudah dipecat, kehilangan rumah, mobil dan ATM ku Juga terblokir.. kekasihku juga meninggalkanku.. bunuh saja aku. .!!"


Al berdecak pelan,,


"baiklah.. aku akan mengabulkan permintaanmu... sepertinya aku harus mencari mainan baru lagi... !" gumam Al seperti orang tak normal saja.


Al mengambil sebuah ramuan dari balik lemari tua nya..


"minumlah...!! ini akan menyembuhkan rasa sakitmu dengan mati seketika..!!"


Bambam membuka mulutnya dengan lebar, dia memang sudah lelah hidup menurutnya mati adalah yang terbaik..


"anak pintar....!! " puji Al dengan senyum smirknya..


setelah meminum ramuan itu bambam jatuh tak sadarkan diri Al membuka rantai tangan Bambam..


Al bukan membunuh bambam tapi hanya membuatnya gila jadi bambam tidak akan mengingat Bora ataupun dirinya..


setelah meletakkan bambam dipinggir jalan sunyi, Al menelfon Bagas..


Al malah seenak jidatnya minta dijemput bagas dengan motor karna jalanan masih macet.


.


.


.


"tuan.. anda tidak mau pulang...?? " tanya Bagas kebingungan melihat Al malah minta diantar kerumah nya..


"tubuhku bau darah begini masa iya aku pulang.. nanti Raja bertanya aku jawab apa...?? "


Bagas menggaruk tengkuknya yang tak gatal,, "iya juga... "


setelah numpang mandi di rumah Bagas barulah bagas mengantarkan Al ke kontrakannya..


"apa tuan membunuhnya...?? " tanya bagas..


"tidak... aku hanya membuatnya gila...!! " jawab Al enteng..


Bagas mengangguk saja, kalau bagi Al Gila itu hukuman ringan artinya orang itu tidak melukai orang tersayangnya melainkan hanya memiliki rencana jahat saja kalau bora sempat terluka sudah dipastikan Bambam akan mati ditangan Al...


.


.


malam harinya Bora ke lokasi syuting bersama Kara sedangkan Lila mengerjakan hal yang lain. Lila sedang rapat dengan periklanan terbesar AL Group untuk iklan raksasa potret Bora yang akan dipasang beberapa hari lagi..


"apa ? kita adegan action...?? " pekik bora tertahan di dalam mobilnya.

__ADS_1


"kenapa bora...?? bukankah kamu tau malam ini kita emang ada adegan action...? " tanya Kara keheranan..


Bora meneguk salivanya bersusah payah,, "ya sudah... aku hafal naskah dulu. "


Kara mengangguk saja walau masih bingung dengan raut wajah Bora..


kali ini Bora harus bisa menguasai diri supaya aktingnya tidak hancur hanya karna dirinya masih sedikit takut mengingat saat Al membawa mobilnya melewati jalan longsor..


.


.


"CUT...!! " suara Agra begitu puas dengan akting Bora dan Ballar malam ini..


"kerja bagus bora." puji Ballar mengusap kepala Bora dengan gemas.


Bora tersenyum,, "Kak awaas....!! " pekik Bora..


Bora melihat alat berat peralatan syuting yang hendak jatuh menimpa Ballar. Bora berpikir kalau benda itu mengenai kepala Ballar sudah bisa dipastikan Ballar akan terluka parah bisa saja kepala Ballar robek karna benda itu sangat tajam bisa melukai kulit.


bora dengan cepat memeluk ballar hingga mereka terjatuh dalam keadaan intim dan berputar beberapa kali ditanah .


"Bora...?? " pekik semua orang.


"kak Ballar...?? " pekik mali dan yang lainnya..


Mali asisten pribadi Ballar..


Ballar yang tertegun dengan kejadian cepat itu


masih tak sadar dengan situasinya sekarang..


"akkh...!! "


"Bora....?? " teriak Kara berlari panik ke arah Bora..


"Bora...?? ya Tuhan.. kening bora memar...!! " Pekik Kara..


Bora sudah pingsan di pelukan Ballar..


"astagah...!! Kak Ballar...? kening kakak memar. " pekik Mali membekap mulutnya sendiri begitu khawatir...


"panggil Ambulance...!! " teriak Agra..


Ballar yang tersadar langsung menangkup pipi Bora bahkan kening Ballar juga memar, kening mereka beradu kuat tadinya..


"Bora... dek... bangun... Bora...!! " teriak Ballar khawatir.


"tolong bawa Bora ke mobil kak Ballar...!! " isak tangis Kara..


"ayo.....!!" ballar langsung menggendong Bora dan membawanya ke dalam mobil bora dan Mali mengekori Ballar yang menggendong Bora...


para Kru pun langsung meninggalkan area syuting menuju rumah sakit. Bora dan Ballar terluka di lokasi syuting jadi semua nya harus bertanggung jawabkan..?


sebelumnya mereka juga hampir mencelakakan Bora


karna tak teliti masalah baut yang tak terkunci.

__ADS_1


.


.


berita Bora dan Ballar terluka di lokasi syuting pun menyebar luas di media,


Doa lekas sembuh untuk Bora dari para fans pun populer di internet.


Ballar termenung di ruangan rumah sakit, baik Ballar maupun Bora sedang dirawat di rumah sakit yang sama tapi beda kamar padahal hanya cedera ringan saja..


"Ya Tuhan... Bora.. kenapa kau malah menyelamatkanku...?? " gumam Ballar merasa bersalah..


Ballar menganggap Bora seperti adiknya sendiri, ia ingin menjadi pelindung Bora, Artis cantik yang sangat populer namun nyatanya sangatlah polos dan menggemaskan..


karna kejadian di lokasi syuting itu drama baru Bora dan Ballar makin di minati, mereka berpikir drama ini banyak adegan sulitnya hingga para aktor dan artis sangat bersemangat untuk syuting walaupun adegannya sulit..


sebelumnya drama mereka tayang di TV hanya beberapa episode saja, hanya tayang 4 episode dalam satu minggu...


"aku mau pulang...!! " tukas Bora..


"tapi keningmu terluka Bora. " bujuk Lila..


"iya Bora.. kita harus memeriksa tubuh dalammu dulu terluka atau enggak.. ! setelah aman barulah kita pulang ya...?? " sambung Kara juga..


"aku nggak mau di rumah sakit... lihatlah fans ku menangis semua kalau aku di rumah sakit. " kesal Bora menunjuk berita utama mengenai dirinya..


" GWS Dewi Bora " begitu trending topik saat ini..


Kara dan Lila tak bisa apa-apa saat Bora bersikeras minta pulang hasil pemeriksaannya akan keluar besok. tadinya Bora mau menemui Ballar tapi dia tidak mau ada berita miring lagi mengenai hubungannya dengan ballar..


selama ini Ballar sangat baik padanya, menjaga Bora seperti menjaga adik kandungnya sendiri..


.


.


"kenapa kau tidak menemaninya...?? " tanya Lila dengan nada kesal..


"bagaimana caraku bisa membujuk Bora kak.. ? kakak tau sendiri bagaimana keras kepalanya Bora..? aku nggak mau di omelin olehnya.. dia nggak mau ditemani...! " jawab kesal Kara..


Lila yang tak tau mau berbuat apa lagi pun pergi dari apartemen Bora. Lila tidak bisa memaksa bora karna takut nantinya Bora akan pindah agensi atau buat agensi sendiri. Bora sangat populer dan Kaya jadi Lila hanya bisa menurut kalau Bora sudah bilang tidak...


Bora tertidur lelap di sofa nya sambil memeluk jaket Al. Bel apartemen Bora pun bunyi..


"iissh... siapa lagi sih...?? apa nggak tau ini jam berapa...? kenapa datang larut malam begini...?? " gerutu Bora dengan mata menyipit jalannya yang sempoyongan ke arah pintu apartemennya.


"ahh... masih berdenyut lagi...!! " kesal Bora melihat ke atas dimana keningnya yang masih ditutup perban..


"siapa...?? " tanya Bora menguap lebar..


".......?"


"siapa...?? " tanya Bora mengucek matanya lalu membuka perlahan pintunya dan menyembulkan kepalanya masih dengan muka bantal nya..


"ada urus...?? hah...?? kamu....?? " kaget Bora melihat tamu nya kini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2