Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
romantis dikebun bunga


__ADS_3

.


"Al..? apa nggak ada buaya disini...?" tanya bora hati-hati..


Al mengerutkan keningnya lalu tertawa terbahak-bahak. Bora memberengut dengan tawa menyebalkan suaminya..


"nggak ada sayang.. aku lah buaya mu. yang akan memakanmu diatas ranj*ng...!!" kekeh Al..


Bora memukul kesal lengan Al hingga si empunya tertawa cekikikan dan memeluk Bora dengan mesra..


"tidak ada buaya sayang.. ayo naik...!! " ajak Al..


Bora pun mengangguk pelan, Mereka jalan berpegangan tangan.


"Al sampannya udah tua.. aku takut nanti keropos...!! " protes Bora..


Al tergelak mendengar kata keropos itu,, "apa kamu fikir ini tulang sayang? bisa keropos..!? "


Bora memanyunkan bibirnya,, "kalau jatuh ke danau kamu harus tanggung jawab...!!! "


"baiklah Ratuku. " jawab Al dengan meyakinkan..


Bora tersenyum cerah dan menyambut tangan Al yang sudah di atas sampan. mereka jadi naik sampan ke sebrang danau..


"Al..? mobil kita nggak kenapa-napa..?? " tanya Bora menoleh kebelakang..


"akan ada yang membawa mobilku nanti. " jawab Al..


"hah...?? terus kita pulang naik apa...?? " tanya Bora


"itu tugasmu sayang." kekeh Al..


Bora mengerucutkan bibirnya. Al yang gemas langsung menyambar bibir mengerucut itu sampan bergoyang mata bora membelalak melihat kiri-kanan lalu mendorong dada bidang Al..


"Al..? kamu gila.. Aku takut tenggelam...!! " kesal Bora..


"aku nggak akan membiarkanmu tenggelam sayang. " kekeh Al mengusap bibir Bora..


Bora melototkan matanya hingga terlihat sangat menggemaskan dimata Al..


"aku jadi ingin memakanmu...!? " gemas Al


Bora makin melotot tak percaya,, "Al...? jangan ngaco...!!! " pekik Bora..


Al tertawa keras hingga burung-burung beterbangan


biasanya tempat ini sangat tenang dan damai tak ada keributan sekarang ada suara keras Al tentu semua burung berhamburan..

__ADS_1


Bora malah melongoh takjub melihat burung-burung beterbangan di atasnya..


"wooww....!!! " gumam Bora berbinar takjub..


Al melihat arah mata Bora dan ikut tersenyum manis, Al pun langsung bersiul aneh. bora melihat kearah Al..


"Al.. apa. yang... kam?? ehh....??" Pekik Bora terbelalak saat burung-burung yang terbang tinggi tadi beterbangan di dekatnya..


Al mengulurkan tangannya dan salah satu burung berwarna biru langit pun hinggap ditangan Al..


"niih. " Al memberikan burung itu ke Bora..


"wowww... al...? kamu bisa nangkap dan manggil burung...?? hebat nya suamiku.!! " puji Bora sambil mengelus kepala burung mungil itu dengan jari telunjuknya..


Bora tertawa geli saat banyak burung hinggap dikepalanya dan mematuki kepalanya seolah ada makanan disana..


"Al...?? Ahahaha... bisa fotokan aku...?? " teriak Bora dengan girang..


Al mengangguk dan mengeluarkan ponselnya Al memotret istrinya dari segala sisi Bora seperti berteman dengan Alam dan terlihat sangat menawan. apalagi Bora tertawa tanpa beban...


"Ya Tuhan .. Aku nggak pernah sebahagia ini Al..!! kenapa kamu bisa memanggil burung...? " tanya Bora dengan senang mengetuk-ngetuk paruh burung yang hinggap di lengannya..


"aku berteman dengan alam saat di negara A sayang. aku bersembunyi disitu beberapa bulan setelah kejadian itu. aku belum siap sekolah dan masih berusaha merawat Raja saat itu disitulah pelatihanku dimulai bersama teman baik papaku...!! dia master hebat negara A...!! " jawab Al..


"waaah... hebat sekali... Aku suka Al... aku suka kamu yang bisa berteman dengan hewan...!! " binar senang Bora..


Al mengayuh sampannya hingga tiba di danau seberang..


Al tersenyum lembut lalu meraih pinggang pujaan hatinya dan mencium kening Bora dengan sayangnya.


"aku bisa memanggilnya kapanpun kamu mau sayang...!! jangan sedih ya..? " bujuk Al..


Bora tersenyum lebar dan mengangguk senang..


"ayo...!! " ajak Al..


Bora merentangkan tangannya dengan manja. Al yang gemas mencium bibir Bora dan menggendongnya dengan mesra..


"kamu gadis kecilku yang super manja.. bahkan Raja tidak manja padaku...!! " ledek Al dengan senyum manisnya..


Bora menyeringai lebar,, "jadi kamu suka..? "


"tentu saja...!! " jawab Al dengan semangat..


Bora tertawa cekikikan dan memeluk Al dengan erat. Al membawa Bora disebuah taman indah dengan nuansa kupu-kupu ada bunga mawar merah didekat pondok itu..


"Al ini apa...?? " tanya bora dengan mata tak berkedip..

__ADS_1


"ini taman princes debora...!! " jawab Al menunjuk sebuah papan ukiran indah berbentuk hati dan ada nama bora disana...


"Al...? " gumam Bora berkaca-kaca..


Al terkekeh dan merentangkan tangannya. Bora langsung memeluk Al dan menangis haru di pelukan Al. Jujur Bora bukan tipe gadis yang mudah baper dengan sebuah perlakuan pria banyak fans yang memberinya hadiah mewah bermacam-macam bentuk, hanya untuk mendapatkan perhatian atau rasa suka dari Bora..


nyatanya Bora tidak pernah menaruh hati pada mereka, Bora pertama kali Jatuh Cinta itu pada Al yang menjadi kesatria hitamnya melindunginya dimanapun dia berada bukan harta atau apapun yang diberikan Al tapi sebuah perlindungan malah mempertaruhkan nyawanya itulah yang bisa menggetarkan hati Bora..


"Hutan itu sudah menjadi milik Raja.. dan ini sudah menjadi milikmu sayang...!! " bisik Al.


"kapan kamu menyiapkan ini Al..?? " tanya Bora dengan suara seraknya..


"saat aku datang ke negara ini...!! aku sering ke tempat pertemuan pertama kita sayang.. berharap kita berpapasan kembali..!! " jawab Al..


Bora tersenyum kecut,, "maafkan Aku Al.. aku nggak ada waktu bermain disini dan juga tempat ini cukup sepi aku takut kesini seorang diri.. !!"


"hmmm.. aku mengerti.. yang jelas aku sudah menemukanmu...!! " jawab Al mencium puncak kepala Bora..


"boleh aku menyentuh bunga-bunga itu...? " tanya Bora mendongak..


Al tertawa hingga terlihat begitu tampan Bora mengatup bibir Al dengan tangan cantiknya. Al bukannya marah malah menatap gemas istrinya itu yang sangat lucu malah meminta izin darinya..


"ini namanya sopan santun..!! " jelas Bora


Bora berlari kearah taman dan memutar-mutar tubuhnya di tempat itu,,


"bagaimana kamu tau aku suka bunga mawar Al.? bukankah saat kecil aku nggak pernah bilang padamu..? " tanya bora berteriak..


"kamu sering minta setangkai mawar merah padaku sayang.. apa kamu lupa..?? " tanya Al balik..


"benarkah...? " gumam bora malah tak ingat..


Al tersenyum tipis lalu berdehem pelan.. Bora mengerutkan keningnya melihat gelagat Al..


"Kakak tampan.. berikan aku setangkai mawar merah aja.. kata orang-orang mawar merah melambangkan cinta.. hadiah ulang tahunku berikan setangkai mawar merah saja Kakak tampan.. yaaa...?? ya...,? " Al memperagakan suara cempreng Bora saat kecil lalu tertawa keras setelah itu..


Pipi Bora merah karna malu seketika, ia berlari ke kebun bunga itu tak berani melihat wajah Al yang menertawai dirinya yang dulu saat polos dan begitu naif..


"Sayang...? aku sudah memberikanmu satu kebun bunga dan semuanya bunga langka dari luar negri. bunga ini bisa hidup dengan berbagai iklim sayang." teriak Al juga berlagi mengejar bora..


"jangan kejar aku Al.. pergi jauh sana...!! " usir Bora dengan wajah merahnya berlari didepan Al..


Al dengan tawa lepasnya mengejar Bora tanpa lelah, malah bora yang panik saat Al malah tersenyum aneh...


"jangan... tolong... jangannn...!! " teriak Bora spontan aja memekik dengan langkah seribu nya kesana-kemari menghindari kejaran Al..


Al tertawa terpikal-pikal sama siapa bora minta tolong pikirnya..

__ADS_1


.


.


__ADS_2