Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
mata-mata? (2)


__ADS_3

setibanya di mansion, Bora menatap satu persatu pelayan mansionnya..


"Al...??" rengek Bora..


"apa sayang...?? " tanya Al mendekat ke Bora..


"bagaimana jika kita ganti pelayan aja... ?" manja Bora.


Al tentu terkejut melihatnya..


"apa rencanamu sayang...?? " tanya Al dalam hati tapi mereka berdua bicara lewat kode mata..


Baby dan Raja ada di kamarnya Raja. akhir-akhir ini Raja suka tidur bersama Baby, sedangkan yona dan Yina ada di mes khusus anggota the Lion. gedung di samping Mansion Al sudah pantas dikatakan hotel.


"aku ingin memilih pelayan dengan kemauan ku sendiri...!! " keluh Bora menyibakkan rambutnya di balik telinganya.


hanya Al dan Bora di situ bersama para pelayan yang menyambutnya sedangkan para pelayan itu sudah pucat pasi, kalau mereka di pecat bagaimana pekerjaan mereka mencari pekerjaan sangat sulit apalagi sekedar pelayan..


selain bayarannya tinggi, Mansion ini sangatlah aman bagi mereka yang terlilit hutang jadi tidak di kejar rentenir lagi..


"terserahmu sayang.. besok kita bahas.. aku mengantuk...!! " lerai Al merangkul pinggang Bora berjalan menaiki tangga..


Al tak sabar ingin tau apa rencana Bora kalau semua pelayan dipecat, bagaimana Al bisa menemukan penghianatnya..


Al dan Bora tak terlihat lagi beberapa pelayan terkulai lemas..


"pekerjaanku bagaimana...?? aku hanya punya ijazah SMP jadi hanya bisa jadi pelayan.. apalagi disini gajinya sangat besar...!! "


"kenapa kita semua dipecat ya...? apa ada hubungannya dengan kejadian aneh akhir-akhir ini..? "


"apa maksudmu...?? "


"di sini ada penghianat. "


"maksudmu penghianat bagaimana sih...?? "


"ckkk.. mata-mata pihak musuh. karna belum tertangkap kita jadi dipecat."


5 diantara mereka saling pandang penuh arti. mereka saling kode bertemu di satu tempat..


akhirnya para pelayan yang lainnya pada sibuk meratapi nasib dan bergosip tentang mata-mata itu, sedangkan kelima Pelayan itu berkumpul di satu kamar..


mereka sama sekali tak tau sudah di selipkan alat penyadap dan juga CCTV kecil di setiap kamarnya karna pelayan nya semua perempuan jadi yang berjaga CCTV juga perempuan, yaitu Yina dan Yona yang sesekali memantau cctv di kamar mereka..


"apa rencanamu sayang...,?? " tanya Al penasaran..

__ADS_1


"kamu bilang mata-mata nya nggak cuma satu kan..? aku tau cara membuat mereka bertemu di satu tempat." jawab Bora dengan tenang sambil melepaskan anting-anting nya...


"bagaimana jika mereka kabur..?? " tanya Al serius..


"mereka nggak akan kabur hubby.. tapi mereka akan berkumpul membicarakan masalah yang aku buat tadi.. lalu mereka akan melaporkan pada tuan mereka.. hal ini sudah biasa di dalam drama Al.. aku biasa mengatasi mata-mata dalam kianku kalau di dalam drama. " jawab Bora dengan meyakinkan..


"tapi ini dunia nyata sayang.. Realita bukan sekedar akting.. kamu nggak tau bagaimana bahaya nya musuh di balik selimut...,!! " bantah Al dengan serius..


Bora mengangguk faham,, "itu sebabnya Al.. apa kamu fikir jadi penulis drama itu mudah..?? mereka mengamati di dunia nyata hubby.. cobalah kamu cek sendiri.. beberapa hari lagi kamu akan menemukan mata-mata itu jika mengikuti rencanaku. .!!"


Al tak bisa berkata-kata lagi..


ingin bicara hp Al bergetar ada panggilan masuk. setelah Al berbincang sebentar, tatapan nya tak percaya ke Bora..


Bora menoleh ke Al,, "benarkan...?? sana lihat sendiri...!! aku harap kamu akan mengikuti permainanku..!! "


Al mematikan panggilannya lalu menghidupkan kamera CCTV yang merekam satu kamar kiriman Yina dimana semua mata-mata berkumpul, Al menggeretakkan giginya, muka nya memerah karna marah..


"aku akan mencincang tubuh mereka...!! " geram Al..


"tunggu Hubby...!! mereka hanya kaki tangan.. seharusnya kamu mengikuti caraku.. kita akan menangkap dalang di balik ini semua. " tahan Bora dengan serius..


Al memejamkan matanya berusaha meredamkan amarahnya.


"ikuti permainan ku hubby.. aku bisa menangkap boss mereka." jawab Bora begitu meyakinkan..


"tapi ini bahaya sayang..!!" sergah Al lagi berusaha membuat Bora mengerti..


"ada kamu Al... aku percaya kamu akan melindungiku...!! " bujuk Bora dengan serius..


"kamu yakin bisa menangkap boss mereka..?? " tanya Al serius..


Bora mengangguk-ngangguk yakin.


"baiklah." pasrah Al..


Bora tersenyum lebar dan memeluk Al sebisanya..


"aku mungkin bodoh nggak menyadari ada mata-mata di mansion kita.. tapi aku sangat pintar mencari mata-mata Hubby.. jadi percayalah padaku...!! " ujar Bora dengan manja..


"ya sudah.. ayo kita tidur..!! " ajak Al..


entah Al bisa tidur atau tidak yang penting Bora harus istirahat terlebih dahulu sebab kandungan Bora yang sudah besar harus banyak istirahat..


.

__ADS_1


.


ke esokan Paginya


Al membawa Raja dan Bora ke makam kakak dan kakak iparnya..


"ini makam siapa pa...?? " tanya Raja penasaran dengan mata tak berkedip..


Al menoleh ke Raja yang tampak sedih melihat makam kedua orangtua kandungnya bisa Al rasakan kalau Raja bisa merasakan ikatan batin dengan kedua orangtuanya..


"kakak ku disana Al...!! " tunjuk Bora..


"kamu mau kesana sayang...?" tanya Al dengan lembut..


Bora mengangguk, Al mengkode matanya ke Baby lalu dengan sigap Baby memapah Bora ke makam kakaknya.


"pa.. papa belum jawab ini makam siapa..?? kenapa raja mau menangis...?? tapi raja nggak tau kenapa menangis..?? " tanya Raja mengusap air matanya..


"mereka juga papa dan mama mu son..!!" jawab Al berjongkok didepan Raja..


"hah...?? bukannya papa raja cuma papa doang.? kenapa ada papa lain? " tanya Raja dengan bingung..


"kamu tau kan mama mu bukan anak kandung kakekmu dan nenekmu kan..?? " tanya Al mengingatkan Bora dengan Clara dan Ghani.


"iya... tau.. walaupun begitu mama sangat disayangi oleh kakek dan nenek..!! " jawab Raja dengan polos.


"kamu juga sama sayang... disisa hidup mereka tetap melindungimu sampai mereka meninggal dunia. !! saat kamu dewasa nanti papa bisa menjelaskannya, kamu harus sering main kesini ya..,? mereka sangat mencintaimu...!! "


Raja mengerjab-ngerjabkan mata nya ke arah makam orangtua kandungnya, Al belum berani mengatakan pada Raja kalau itu adalah makam orangtuanya biarlah Raja sendiri yang mengerti nantinya, Raja bukanlah anak yang bodoh..


"jadi mereka juga papa dan mama Raja..?? " tanya Raja beralih ke Al yang tengah tersenyum lembut ke arahnya..


"pasti mereka menangis haru akhirnya kamu bisa datang ke mereka son...!!" Al berkata sambil menarik tangan Raja untuk mengelus batu nisan orangtua kandung Raja..


Raja mengelusnya karna hal itu menenangkan hatinya..


"abang... kakak ipar.. maafkan aku.. aku terlalu menyayangi anak kalian hingga tak berani membawanya kemari menemui kalian.. walaupun terlambat sedikit.. maafkan aku yang tak memberitau nya siapa kalian...,!!" batin Al mengelus kepala Raja..


"mama.... papa...?? apa kalian baik-baik aja..?? raja hidup dengan baik disini bersama papa Al dan mama Bora.. Raja juga bentar lagi punya adek... jadi mama dan papa harus baik-baik juga ya..?"


Al mengalihkan Pandangannya lalu mengusap air matanya yang lolos begitu saja..


.


.

__ADS_1


__ADS_2