
.
.
Bora masuk ke kamar Raja dan terperangah melihat dinding kamar Raja ada beberapa potret dirinya yang sudah ditandatangani lalu melihat topi rajutan buatannya yang sebelumnya pernah bora berikan pada Al untuk anaknya..
"Anakku mengidolakanku...?? " kekeh Bora pelan..
Bora tersenyum lembut melihat Raja yang tertidur pulas memeluk bantal guling. Bora mendekati Raja dan berbaring di ranjang nya lalu mengusap kepala Raja..
"sayang....?? bangunlah... Apa kamu nggak sekolah nak...?? " tanya Bora masih mengelus kepala Raja..
Raja menggeliat lalu membuka matanya,, "Mama...?? "
Bora tersenyum manis dan mengangguk..
"ayo bangun... hari ini mama libur bekerja.. mama dan papa akan mengantarmu sekolah..!! "
Raja pun duduk lalu meregangkan tubuhnya Bora terkekeh melihat itu Raja tidak sulit dibangunkan..
"pakai baju apa hari ini sayang...?? " tanya Bora
"baju batik Ma. " jawab Raja menatap Bora dengan seksama..
"ok.. mama setrika terus kamu mandi ya. ?" pinta Bora..
"disetrika..?? " gumam Raja tampak bingung..
Bora terdiam sesaat,, "apa baju sekolah Raja nggak pernah disetrika..? " batin Bora..
"maksudnya di rapikan biar nggak ada kerutan di baju nya. hmmm. .hhaaa... biar rapi...!! " jawab bora tampak bingung mencari kata-kata.
"ohh... uap ma...? " tanya Raja menunjuk model gosokan uap pembelian Al..
Bora melongoh bodoh melihat hal itu,, "jadi selama ini kamu pakai itu sayang...?? "
"iya ma. kata papa sangat mudah.." jawab Raja..
Bora menggaruk-garuk kepalanya dia lupa ada teknologi itu, padahal di rumah dirinya juga ada
hanya saja bora tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah selalu Kara yang melakukannya dia hanya menonton apa yang kara lakukan..
"ya sudah. kamu mandi sana...!! mama gosokin pakai uap itu ya..? "
Raja mengangguk-ngangguk dan berjalan cepat ke arah kamar mandinya Bora pun mengambil baju sekolah Raja dan menggantungnya lalu memanaskannya barulah menempelkan gosokan uap itu di baju Raja..
"kalau kak Lila melihat ini pasti terharu... ahahaha... aku sudah mandiri .. bisa melakukan pekerjaan rumah...!! " batin Bora dengan senang..
setelah memastikan baju sekolah Raja rapi tanpa ada kerutan, bora menyiapkan sepatu dan kaus kaki barunya. bora mengumpulkan baju kotor Raja
setelah itu membenahi kasur kingsize milik Raja.. Bora persis seperti seorang ibu yang membersihkan kamar anaknya..
Raja keluar dengan handuk di perutnya.. matanya berkaca-kaca melihat Bora.. ini pertama kalinya Raja merasakan punya mama yang membantunya bersiap saat sekolah.. baju di gosokin mama, kamar dibersihkan dan segalanya. sebelumnya Raja membersihkan sendiri tapi bagaimanapun Raja masih anak kecil yang butuh kasih sayang...
"udah siap sayang...? pakai dalam*n ya..? jangan sampai mama yang pakaikan. nggak malu sama mama...? " goda Bora..
"eeh... iya ma....!! " nyengir malu Raja berjalan ke arah lemari nya..
.
__ADS_1
.
"nah... anak mama udah gagah bahkan mengalahkan papanya...!! " puji Bora mencium kening Raja..
Raja menyeringai lebar dengan senangnya apapun yang membahas papanya pasti Raja senang...
"ayo kita sarapan sayang.. papa pasti udah siap masaknya...!! " ajak Bora..
Bora membawa tas sekolah Raja sambil memegang tangan Raja. mereka menuruni tangga dan tiba di meja makan raja sedari tadi melihat tangan nya yang dipegang Bora pun kini moodnya jadi sangat baik mungkin saat di sekolah Raja akan terus tersenyum...
"ayo kita sarapan...!! " ajak Al.
Al tak sengaja melihat Raja yang terlihat berbeda lalu tersenyum tipis..
"apa kamu yang membuat model rambutnya seperti itu sayang...?? " tanya Al dengan gemas..
"iya.. model rambut begini sedang populer Al.. anakku sangat tampan mengalahkanmu.. aku jadi ingin dia masuk dunia hiburan... hihihi....!! " ujar Bora cekikikan..
Raja tersenyum cerah..
"nggak... aku nggak mau kejeniusannya yang seperti itu malah jadi aktor.. nggak... anakku harus jadi pengusaha hebat....!! " tolak Al..
"anakku jadi model juga bisa... pekerjaan sampingannya bisa jadi model.. wajah datarnya sangat menarik perhatian orang.. dia bisa menghasilkan banyak uang dengan sekali tampil...!! " debat Bora..
"tidak bisa sayang.. Raja sangat pintar.. dia mewarisi kejeniusanku. sia-sia kejeniusannya nggak di gunakan dengan baik...!! " debat Al juga..
"pagi dia bisa bekerja seperti maumu.. malam dia bisa jadi model....!!" sungut Bora..
"nggak bisa sayang.. kasihan Raja kalau begitu...!! " elak Al..
"aku nggak akan memaksanya melakukannya setiap hari Al.. aku mau dia melakukannya sesekali biar dia dikenal dunia...!! anaknya princes debora sangat tampan...!! dia akan terkenal melebihimu....!! " ketus Bora..
lama kelamaan mereka berdebat masalah Raja, mereka persis seperti sepasang suami istri yang memperdebatkan anak mereka mau jadi apa..
"ohh... senang ya?" ledek bora..
raja angkat tangan Bora dan Al saling pandang lalu kompak tersenyum aneh..
"serang Al...!!! " pekik Bora..
Raja jadi buronan kejar-kejaran Al dan Bora. tawa mereka menggema di rumah ini..
"senang melihat mama sama papa bertengkar hah...?? rasakan ini....!!" bora menggelitiki Raja..
Al juga mengunci tangan Raja supaya tidak bisa melawan..
"habis kamu sayang.. ahahaha....!! " tawa lepas Bora
Raja juga berteriak kegelian dan tertawa sambil menggeliat sana-sini seperti ulat saja tubuh Al bergetar-getar karna tertawa baru kali ini dia dan raja tertawa lepas saling bergelut seperti ini..
"ampun... ma... ampun pa... perut raja jadi sakit... ampun.....!!! " teriak Raja
"dasar iblis nakal...!!" Bora mencubit pipi Raja dengan gemas..
"ya sudah ayo sarapan...!! " al menggendong Raja dan Bora mengekori suaminya..
.
.
__ADS_1
.
kini Raja diantar oleh kedua orangtuanya..
"ma... pa. Raja sekolah ya...?? " senyum lebar raja..
"hmm.. dadahh...!! " lambaian tangan bora..
Raja membawa rantang nasi yang disiapkan Al untuknya dan bekal jus jeruk buatan Bora mereka pantas di sebut keluarga bahagia tadi pagi..
Al juga tersenyum ke arah Raja, Bora memegang tangan Al dan melambai ke Raja dengan senyum manis Bora..
Raja terkekeh lalu berbalik semangat masuk kesekolahnya..
"kita kemana Al...?? " tanya Bora..
"aku akan bawa kamu kesuatu tempat sayang...!! " ajak Al..
Bora mengerutkan keningnya, Al memakai kacamata hitamnya dan melajukan mobilnya..
.
.
"Al sebenarnya kita mau kemana...?? " tanya bora heran sambil menoleh kiri-kanan jalanan sepi ini membuatnya takut..
Al tersenyum lalu mengelus kepala Bora..
"issshh...!!" decak pelan Bora..
"lihat saja sayang...!!" gemas Al mencubit pipi Bora..
Bora tak menjawab, ia melihat sekeliling jalanan yang sepi mereka naik mobil lamboghini milik Al. mobil milik Bora malah tidur cantik di garasi rumah mereka..
Al membawa Bora ke sebuah danau terpencil dan terlihat sangat indah..
"Al...? ini...!! " ujar Bora berkedip-kedip lucu..
"apa kamu udah lupa tempat pertemuan pertama kita sayang...?? disinilah tawuran antar sekolah saat itu...!! " jawab Al..
Bora menganga lebar,, "ya Tuhan..
semua berubah drastis Al dan juga jalan mu tadi aku nggak kenal.. bukankah dulu sekolah kita disana...!! " tunjuk Bora..
Al terkekeh dan mengangguk..
"danau ini jadi banyak jalannya ya..? simpang 3 .. bagus sekali...!! " gumam Bora..
"ayo kita naik sampan .!! " ajak Al..
"sampan...?? " beo Bora..
Al menunjuk sampan sederhana yang masih model lama pakai kayu..
"kamu bisa pakai itu Al..?? " tanya Bora tak percaya..
"hmmm...!! ototku cukup berisi dan kuat membawamu ke ujung sana...!! " jawab Al menunjukkan ototnya..
Bora tertawa lepas namun tak bisa dipungkiri Al memang benar hanya saja bora baru melihat sisi Al yang kenakak-kanakan..
__ADS_1
.
.