Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
keluarga baru


__ADS_3

Bora berlari riang di parkiran mobil apartemennya kini, ia menekan remot mobilnya kali ini Bora tidak membuka atap mobilnya,


.


.


setibanya di rumah barunya dengan Al, Bora terperangah saat pagar rumah Al terbuka sendiri..


"Pagar ini sudah mengenali mobilku Al sangat luar biasa...!! " puji Bora..


hutan Raja benar-benar kawasan lindung tak ada yang tau pemiliknya, tidak ada hewan buas di hutan itu hanya banyak pepohonan saja dan itu juga sangat sejuk..


"kenapa mobil bora masuk kesitu..?? " tanya wartawan yang sedang mengikuti Bora..


ada 3 orang di dalam mobil itu..


"bagaimana cara kita masuk...?? "


"Ya Tuhan. cobaan apa lagi ini..? "


mereka melihat ngeri pagar tinggi hutan ini, pagarnya beton kira-kira setinggi 5 meter tidak ada yang bisa meloncati pagar itu kecuali lewat gerbang...


Al sudah menyiapkan ini sejak dulu sebelum tau pekerjaan gadis kecilnya Al bahkan sudah membangun rumah ini jauh sebelum bertemu Bora kembali..


"kita tunggu aja disini...!! "


.


.


sedangkan mobil bora terparkir asal dihalaman rumahnya Bora melihat motor Al ada disitu


bisa Bora tebak Al memang sedang ada di Rumah..


"Raja...?? Al...?? " teriak Bora menggema..


Al yang sedang bermain dengan Raja tiba-tiba menongolkan kepala dari lantai atas..


"haii...? " sapa Bora melambai centil..


"Mama....?? " tanya Raja memastikan pandangannya tak salah..


"iya sayang.. ini mama...!! " sahut Bora dengan senang..


Al terkekeh saat Raja berlari duluan ke arah tangga. Bora juga berlari ke arah tangga..


"Mama...?? raja kangen...!! " pekik Raja langsung memeluk Bora


Bora tertawa cekikikan,, "siapa suruh kemarin nggak mau pulang bareng mama sama papa...!! " sindir Bora mengelus kepala Raja..


"Mama.. Raja dapat nilai bagus loh.. mama udah janji akan datang saat pengambilan raport dengan papa.. iya kan...?? " tanya Raja penuh harap..


"iya Sayang. mama nggak lupa kok sama janji mama. " sahut Bora lagi..


"yeee. ayo mama.. Papa juga kangen sama mama..!! " Raja menarik jari telunjuk Bora.


Al tersenyum lembut ke gadis kecilnya yang sudah tumbuh menjadi sosok perempuan cantik yang sangat mandiri..

__ADS_1


"Al?" panggil Bora dengan senyum manisnya..


"iya sayang.. aku disini.. apa kamu nggak memelukku..? " tanya Al..


Bora melirik Raja..


"Iya.. Raja berbalik deh..!! mama jangan malu-malu memeluk papa..!! " dumel Raja yang sudah faham hanya dengan tatapan mata bora saja..


Al terkekeh dengan kata-kata Raja seperti sudah dewasa saja, Bora melongoh saja akan kepintaran Raja..


"Al.. ?" panggil Bora seperti minta penjelasan ke suaminya.


Bora terdiam seketika saat Al memeluknya dengan mesra seperti menyimpan kerinduan tak bertemu bertahun-tahun saja..


"maafkan aku telah merepotkanmu sayang...!! " ucap Al dengan serius.


"merepotkan bagaimana Al..?aku nggak merasa direpotkan olehmu.. " tanya Bora malah bingung dengan kata maaf Al.


"kamu pasti kesulitan dengan pertanyaan orang-orang menyebalkan itu.. iya kan..? " tebak Al.


Bora mengerutkan keningnya,, "orang menyebalkan yang mana..? "


"wartawan itulah.. MC mu itu juga aku akan beri mereka pelajaran..!! " jawab Al


"memberi pelajaran bagaimana Al..? jangan macam-macam Al.. aku nggak mau kamu dinilai buruk oleh fansku mereka mendukung hubungan kita.. lagian itu sudah menjadi tugas mereka jadi cerewet dan mencoba mengorek informasi dari tamu undangannya...!! " tegas Bora dengan serius..


Al menarik nafas dan menghembusnya secara perlahan,, "hm.. mereka harus berterimakasih padamu yang sudah menyelamatkan karir mereka..! "


Bora pun lega mendengarnya. Jika Al bisa membeli berlian seharga milyaran rupiah itu berarti bukan mustahil bagi Al untuk berbuat seenak jidatnya doang..


"aku mencintaimu Boraku sayang...!! " ucap Al memeluk Bora lagi.


Bora melepaskan pelukannya,


"kenapa sayang...?? " tanya Al


Bora menunjuk si pelaku. Al menoleh ke Raja yang ditunjuk Bora.


"kamu ngintip mama.. kan udah berbalik terus kenapa menonton kami lagi sayang...?? rasakan ini...!! " Bora menggelitiki Raja..


"Ahahaha... ampun ma.. ampun... ahahahaha.. " raja berlarian kesana-kemari dan Bora mengejarnya..


Al tersenyum bahagia melihat raut wajah Raja yang sangat berbeda, selama ini Al tau Raja merindukan kasih sayang seorang ibu hanya saja Al tak bisa memaksakan hatinya yang keras. Al hanya luluh dengan satu perempuan yaitu gadis kecilnya.


Rasa bersalah, rasa ingin menjaga, melindungi dan sebagainya menjadi satu hingga Al bisa menjadi sosok yang kuatdan Raja juga mewarisi sosok Papanya yang kuat, ia juga tidak pernah memberitau kesulitannya pada Papanya..


"aah...capek...!! " bora berpura-pura lelah dan menselonjorkan kakinya..


"mama...?? " Raja berlari ke bora dan memeriksa kaki Bora.


"maka nya mama jangan kejar Raja. kan sa... aaah... ampun... mama bohong ya...!! ahahaha... geli ma.....!! " omel Raja namun memekik seketika saat Bora malah menggelitikinya..


Al yang tadinya panik sudah berdiri disamping Bora pun menggeleng kepalanya..


"aku lupa istriku seorang artis..!! " gumam Al merasa tertipu..


"rasakan ini ya iblis kecil. masih kecil berani melihat mama sama papa ya..? " omel Bora..

__ADS_1


Bora sibuk menggelitiki Raja, Raja mengaduh minta ampun.


"mama.. papa baik-baik aja tuh...!! " adu Raja terengah-engah..


Bora melirik Al sekilas lalu kembali ke arah Raja


mereka seperti sedang berkode mata


Al mulai waspada,


"serang.....!! " teriak Raja..


"kejaaar...!! " pekik Bora juga..


Al berlari, Raja dan Bora mengejar Al..


pada akhirnya Al pura-pura mengalah dengan berlari agak lambat, Raja menangkap Al dengan memeluknya..


Bora menggeliti Al, tawa mereka menggema di rumah itu, tawa yang sebelumnya belum pernah terjadi saat hanya ada Al dan Raja..


Bora seperti sumber kebahagiaan mereka yang baru begitupun sebaliknya..


.


.


malam harinya Al memasak dengan celemek di tubuh gagahnya..


"Al..? kamu yakin bisa buat geprek..?? beli aja nggak apa kok...!! " tanya Bora dengan ragu..


"mama jangan banyak tanya.. papa bisa masak kok.. Raja jaminannya..!! mama pasti bakal ketagihan dengan sambal gebrek buatan papa...!! " sahut Raja..


Al tersenyum..


"kalau begitu aku bantu...!! " sahut Bora percaya..


"Raja juga... raja juga...!! " tunjuk tangan Raja..


dapur rumah baru mereka kini sangat besar jadi bisa muat beberapa orang didapurnya di kontrakannya tidak bisa karna tidak luas..


"Kenapa kalian mengacau heh..?? " tanya Al malah tak bisa apa-apa


Bora dan Raja malah saling bertos 5 jari menunjukkan pada Al betapa kompaknya mereka..


Bora mengaduk tepung basah dan membedakannya dengan tepung kering Raja membantu papanya membersihkan ayam nya..


"ambilkan mangkuk son..!! " perintah Al.


Raja berlari ke arah rak piring dan mengambil mangkuk besar yang di rak piring yang paling bawah..


Bora merasa hidup bersama Al dan Raja, biasanya Bora hanya makan masakan dari luar terlalu malas masak sendiri..


"aku senang sekali bersama kalian..!! " batin Bora tersenyum manis ke arah 2 pria yang masuk dalam hatinya.. Al dan Raja,


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2