Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
perampok


__ADS_3

ke esokan paginya Al terbangun sekitar jam 8 lewat. mereka tertidur sekitar jam 3 pagi jadi wajar bangunnya kesiangan..


"Bora....?? ayo bangun...!! " Al mengguncang pelan bahu Bora..


"hmm....?? " sahut Bora menggeliat kecil tapi matanya masih terpejam..


"sudah siang sayang.. kita harus kembali anak kita nanti menunggu. " bisik Al lagi


"Astagah..iya... aku sudah menikah dan punya anak ya..? ya... ya. aku bangun....!! " Bora terduduk seketika sambil mengucek-ngucek matanya.


Al terkekeh mendengarnya..


.


.


.


"Kalian sudah bangun...?? sapa Clara


"eeh... iya Ma. " sahut Bora cengengesan..


"kamu ngapaian disini nak...?? " tanya Clara penasaran..


"Al masak Ma...!! " bora lapar." jawab Bora dengan santai


"apa...?? suamimu masak..? bukan kamu Laura? tapi suamimu...? "cecar Clara dengan tak percaya.


"iya Ma.. Al sangat bisa memasak dia pria paket komplit ma." jelas Bora lagi..


Clara berdecak kagum, selama dia tinggal didesa belum pernah dia mendengar ada pria yang bisa memasak kecuali dia seorang chef..


"apa suamimu Chef...?? " tanya Clara..


"hah...?? mama mikirnya gitu sih..? enggak ma. dia bukan chef." jawab Bora


"Sayang... udah siap.. kemarilah.!! " panggil Al dari dapur..


"iya Al.. sebentar ya..!!! " sahut Bora..


"Ma.. Bora sarapan dulu ya..!? " izin Bora..


"eeh... iya nak. " sahut Clara


Bora berjalan cepat ke dalam dapur.


"kenapa nggak didapur aja tadi nak..?? " tanya Clara


"Al nggak mau Laura terkena cipratan minyak Ma..!" jawab Bora yang sudah menghilang masuk ke dapur..


"ya tuhan.. anakku sangat beruntung...!!" decak kagum Clara lagi, Clara langsung berlari ke kamarnya berusaha membangunkan suaminya..


"bicara sama siapa sayang..?? " tanya Al sambil menyiapkan menu sup ikan yang dimau Bora..


"mama Al, kalau aku hidup bersamamu pasti tubuhku bakal gendut.. aku harus rajin fitness...!!" jawab Bora lalu bergumam sendiri..


Al menaikkan alisnya,, "oh, ya akan aku belikan.. !!"


"tidak usah Al.. biarkan aku membelinya ku mohon..! " pinta Bora memelas..

__ADS_1


Al tampak berpikir sejenak,, "kalau begitu akan beli untukku saja..!! "


Bora pun tersenyum manis,,"setuju.... "


.


.


.


Kini mereka harus kembali ke Kota, banyak yang ingin melihat Al dan bora yang hendak pulang..


"mama.. sama papa jaga diri ya..?? " perintah Bora dengan serius.


Al juga sama,, "hindari makanan instan Ma.. Pa.. itu tidak baik."


"baiklah.. mama akan rajin masak untuk papamu biar nggak makan-makanan yang instan lagi ya..? "pasrah Clara..


Ghani tersenyum puas memang Clara jarang masak karna kesibukan mereka yang berladang itu sebabnya Ghani makan-makanan instan.


"Ok.. Bye.. Ma.. Pa.. bye semua.. dadahhh...!! " Bora melambai ke Orangtua dan warga desa yang melihatnya..


"dadahhh...."


Al mengklakson motornya sebagai bentuk sapaan nya Al terlalu malas untuk berbicara.


.


.


Setibanya di jalan sepi...


"Al.. kenapa aku merinding ya..? aku takut.. sepertinya ada perampok deh..!! " bisik Bora dengan nada takut..


"kamu ngomong apa sih..? Mafia..? setau aku cuma di dunia novel dan film aja.. mana ada di dunia nyata. " tanya Bora dengan heran..


"di dunia nyata ada Mafia sayang.. bahkan mereka juga berkomplot seperti ada ketua, boss, asisten dan segalanya." jelas Al lagi.


"aku bukannya mau membanggakan diri aku bisa melawan 10 orang anggota mafia, apalagi 100 para perampok yang aku yakin kekuatan mereka tak seperti 1 anggota Mafia..! di ancam aja langsung jatuh pingsan! " sambung Al lagi.


"kok ceritanya jadi nyambung ke mafia sih Al? aku takut ada perampok bukan para mafia yang nggak jelas kamu ceritain itu.. lagian aku belum pernah bertemu Mafia!" gerutu Bora.


Al tersenyum dan benar saja baru beberapa kata mereka berbicara sudah ada 10 komplotan para perampok menghadang mereka padahal suasana masih pagi sekitar jam 9 lewat..


"aaah.. Al.. kita balik Al.. aku takut...!! " rengek Bora dibelakang Al memeluk suaminya dengan erat.


"berikan Harta kalian atau nyawa kalian melayang..!! " ancam diketua dengan sombongnya..


Al tersenyum miring..


"berikan cincin kalian dan berlian kalian.! " teriak yang lainnya..


"Al . berarti mereka menonton acara kita tadi malam Al. aku takut..!! " bisik Bora..


"kenapa aku harus menyerahkan cincin pernikahan kami..? apa kalian nggak sanggup beli makanan..? " tanya Al dengan mengejek..


"jangan banyak bacot.. berikan semuanya...!! "


Al pun turun dari motornya ia melepaskan helmnya dan menatap datar semua preman itu yang memegang senjata tajam..

__ADS_1


"Al...?? " panggil Bora dengan takut..


"diamlah disini sayang aku akan mengatasi sampah itu...!! " bisik lembut Al lalu mengecup bibir Bora dengan singkat..


"kalian masih sempat bermesraan heh..? mentang-mentang pengantin baru.. itu istrimu pasti jalannya kesulitan ya..? ahahahaha.. "


"aku jadi ingin memilikinya kita rekam dan sebarkan dunia maya ahahaha... "


"waah... kita banyak mendapatkan uang.."


Bora bergetar takut dengan kata-kata kejam para perampok itu,Al mengepalkan tangannya menatap membunuh ke arah 3 pria itu..


" 1 2 3 .. kalian akan aku bunuh terlebih dahulu..!! " geram Al dalam hati..


"aku akan membuat kalian bertiga menangis darah. berani sekali kalian melawan ku dan menghina istriku.. !" kata tajam Al..


Al langsung berjalan tenang ke arah 3 pria yang mengolok-ngolok istrinya itu Al mengeluarkan pisau kecil dari kakinya dan menusuk dengan cepat bagian bawah para perampok itu..


mereka bertiga menjerit pilu gerakan Al yang sangat cepat seperti hantu tak bisa mereka baca, bahkan ada yang pingsan, menjerit pilu dan ketua mereka mati ditempat..


Bora membelalakkan matanya melihat suaminya membunuh 3 pria yang membuatnya ketakutan karna kata-kata kejamnya.


"Al..? " lirih Bora


"Ketua...? "


"Fito...!! "


"Roi...!! "


jerit 7 temannya.


Al beralih ke arah mereka ber7


"kalian menertawai kata-kata mereka kan..? aku juga akan membuat mulut kalian itu tak lagi bisa tertawa...!! akan aku buktikan betapa psikopatnya aku.. !!" senyum menakutkan Al..


mereka yang mendengar kata psikopat pun bergetar ketakutan..


sebenarnya Al bukan Psikopat, dia memang benar pernah membunuh kalau psikopat itu membunuh suatu kesenangan dan mengoleksi sesuatu dari tubuh manusia yang dia bunuh..


beda dengan Al yang membunuh kalau itu menghina atau mencoba menyakiti orang terkasihnya..


Al memainkan pisau kecilnya dengan lihai,


"jangan sebut diri kalian seorang Pria jika berani lari dari sini.. jika lari dariku aku akan mengejar kalian dan membunuh orang terkasih kalian...!! " ancam Al dengan kejam..


makin gemetaran saja tangan mereka yang memegang senjata tajam mereka merampok demi menghidupi keluarganya sekarang diancam akan membunuh keluarganya itu sangat menyakitkan hati mereka hingga mereka gemetar ketakutan..


"amm.. ampun tuan...!! "


"ampuni kami tuan...! "


Bora terbelalak melihat 7 perampok itu malah bersujud di depan Al. Bora tak mendengar kata-kata Al karna mereka cukup jauh dari nya.


"kenapa aku harus mengampuni kalian...? bukankah kalian tadi menertawai kata-kata keji mereka bertiga..? apa aku harus memotong jari kelingking orang terkasih kalian? hmmm.. dengan begitu aku akan tertawa...!! " ancam Al dengan santainya seolah tak ada beban dalam kata-katanya..


mereka semua makin bersembah sujud pada Al dengan tangis ketakutan mereka memohon untuk dilepaskan dan berjanji tidak akan merampok lagi..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2