Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
periksa


__ADS_3

.


Bora mengerucutkan bibirnya hingga Al gemas sendiri dan mencuri sebuah ci*man dari bibir Bora yang sangat manis..


"jangan cium-cium.. sana menjauh...!! " usir Bora mengusir Al seperti mengusir ayam saja..


Al terkekeh gemas..


"anak kita menyelamatkanmu sayang... kalau enggak aku sudah memakanmu hidup-hidup sedari tadi...!! "


Bora membelalakkan matanya dan menggeleng kuat kepalanya. .


"nggak mau.. kemarin itu aku memang mau karna bawaan anakmu.. kamu mesum.. sepertinya anak mu juga nggak berbeda jauh...!! " Bora berkata sambil melindungi aset berharganya..


Al tergelak melihat itu lalu berubah dengan senyuman usilnya dan melakukan hal yang sama melindungi asetnya dari Bora..


"kenapa...?? " tanya bora dengan heran melihat gelagat Al yang aneh menirunya..


"siapa tau kamu yang menyerangku duluan seperti apa yang kamu lakukan di hotel...!! " jawab Al dengan santai..


Bora melebarkan matanya,, "Apa...?? "


Al tersenyum miring tapi hal itu malah membuat Bora kesal. Al seperti mengejeknya karna kejadian hari itu yang benar-benar jauh dari harga diri Bora..


"kemari kau Al...!! " Bora melayangkan tinjunya ke Al..


Al tertawa lepas dan segera menghindar dari Bora. wajah bora sudah memerah karna kesal


"habis kau Al.. aku nggak akan mengampunimu...?! " teriak Bora.


aksi kejar-kejaran pun terjadi, Al berlari mundur seolah menjaga bora supaya tidak terjatuh bagaimanapun istrinya tengah mengandung anaknya..


Bora malah makin kesal dengan hal itu, seolah Al mempermainkannya..


"Al...!! aku akan membunuhmu...!!" geram Bora berusaha menggapai wajah Al yang sangat menyebalkan..


"Aakh...!! "


"sayang...!! " Al langsung sigap menangkap tubuh bora yang hampir tersungkur mencium lantai..


bukannya mencium lantai Bora malah menubrukkan bibirnya di bibir Al. hingga bibir Al berdarah karna benturannya cukup kuat..


"sayang.. kamu nggak apa-apa...?? " tanya Al dengan panik memperhatikan wajah bora yang berada diatasnya kini..


Bora yang malu dengan posisinya segera bangkit, Al juga bangkit dan menangkup pipi Bora lalu menatapnya dengan dalam..


"apa ada yang sakit sayang...?? kita kedokter ya..? " bujuk Al


Bora terhipnotis dengan perlakuan Al dan tersenyum namun senyumnya memudar seketika melihat sudut bibir Al berdarah..


"Al bibirmu berdarah...!! " pekik Bora seolah itu adalah hal yang paling menakutkan.


"benarkah...?? tapi nggak sakit...!! " Al malah mengusap darah di sudut bibirnya seolah tidak sakit..


"Al sekarang belum sakit tapi pas di obati lalu terkena air pasti bakalan perih...!! " jelas Bora dengan kesal..

__ADS_1


"kalau gitu kita ke rumah sakit ya...?? " bujuk Al..


Bora menggeleng,, "aku nggak mau."


"kenapa sayang...?? " tanya Al penasaran.


"hubungan kita belum diketahui publik.. aku nggak mau mereka menghujatku dan anakku..!" jawab Bora lalu berbalik mencari kotak obat di kamar ini..


Al mengekori Bora dan menatap bora dengan serius..


"apa perlu aku menghubungi dokter pribadiku sayang...?? dia bisa dipercaya...!! " tanya Al dengan serius..


"emang dia ada disini...?? " tanya Bora..


"hmmm.. dia ada di negara ini.. katanya ada seminar disini." jawab Al dengan serius..


"baiklah. " pasrah Bora..


Al pun lega mendengarnya. Al hendak berbalik tapi bora menyelahnya..


"mau kemana...?? " tanya Bora..


"keluar...!! " jawab Al dengan jujur..


"kenapa keluar.? " tanya Bora..


"menghubungi dokter sayang...!! " jawab Al dengan senyum manisnya..


"telfon disini aja.. dan duduk disofa.. aku akan mengobati lukamu...!! " perintah Bora dengan tegas..


Al menghubungi dokter pribadinya yang kebetulan juga ada dinegara ini sementara Bora sibuk mengobati luka dibibir Al. Al meringis saat bora mengobatinya..


"pelan-pelan sayang. . sakit...!! " protes Al..


"iya.. kamu sih nggak bisa diam.. ini sebentar aja.. gitu aja kok sakit....!! " omel Bora..


Dokter yang mendengar percakapan Al dengan Bora malah berpikir yang tidak-tidak...


.


.


Bora kini diperiksa dokter, raja duduk ranjang tempat bora berbaring. Al berdiri memperhatikan gerakan Dokternya memeriksa Bora..


"gimana Luci...?? " tanya Al..


Luci adalah dokter yang paling dekat dengannya. mereka dulu satu kampus tapi berbeda jurusan..


"gila.. istrimu sudah hamil 8 minggu...!! kau baru memeriksanya sekarang...?? " bukannya menjawab pertanyaan Al malah mengomeli Al..


"aku nggak tau.. Istriku ini sangat nakal.. dia merahasiakannya dariku...!! " elak Al dengan kesal tak terima disalahkan jadi pria yang tak bertanggung jawab..


Luci mengabaikannya dan berbicara ke Bora..


"apa keluhannya nona...? " tanya Luci dengan senyum ramahnya..

__ADS_1


sementara Raja hanya diam jadi penonton mereka.. tak tau menau apa yang dibicarakan orang dewasa didepannya itu..


"nggak ada dokter... cuma sering lelah aja.. kadang mudah ngantuk dan suka tidur dimana aja habis syuting... !" jawab Bora dengan jujur..


"itu hal biasa kalau nona suka lelah.. perempuan hamil nggak boleh melakukan pekerjaan berat nona.. jadi saya sarankan nona harus mengurangi jadwal kerjanya.. sepertinya anak nona sangat kuat..!!" Luci tersenyum lembut menatap perut Bora..


"kenapa begitu kakak dokter.?? " tanya Raja baru mengeluarkan suaranya..


Luci tersenyum gemas melihat tampang Raja yang sangat lucu dan menggemaskan dimatanya..


"lihatlah mama Raja nggak mual, nggak susah makan, dan kuat saat dibawa kerja oleh mamanya.. kakak yakin adik mu sangat kuat dan tak suka menyusahkan mamanya suatu saat nanti..!! " jawab Luci..


"iya dok.. aku aja sampai bingung waktu periksa pakai tespek. kenapa aku nggak ada tanda-tanda seperti yang dialami kebanyakan wanita...!! " Bora juga curhat..


Al yang diabaikan hanya mendengar percakapan mereka dengan serius..


"itu hal biasa nona.. setiap wanita memiliki caranya sendiri saat mengandung.. ada yang mual-mual, nggak bisa makan nasi, benci bau tubuh dan parfum suami,


ada yang suka makan seperti kerbau nona.. ada yang bisa makan tapi memuntahkannya lagi.. terus ada yang malas bergerak...! banyak macamnya nona... " jelas Luci dengan serius..


"kalau Bora sering bertingkah seperti anak kecil Luci...


apa itu pengaruh bayinya...?? " tanya Al menyelah tiba-tiba..


"iya... bisa dikatakan itu mood nya ibu hamil jadi anda harus sabar menghadapi sikap nona bora kedepannya tuan Al yang terhormat..!!" ledek Luci dengan santai..


"diam saja kau Luci.. kerjakan saja tugasmu atau aku akan beri Jackson banyak pekerjaan supaya kau tidak ada waktu dengan suamimu itu...!! "


Luci mendengus kesal..


Bora melebarkan matanya ke Al,, "Jackson...? "


"pekerja papa ma.. raja tau orangnya paman Jackson jago main komputer ma...!! " oceh Raja dengan semangat '45


bora pun mengangguk percaya..


.


.


"udah.. aku udah catat resep untuk kesehatan si adek Raja.. jangan ganggu aku lagi seminar.. !!" perintah Luci..


"aku akan transfer bayarannya...!! " seru Al dengan santainya..


"aku tidak butuh uang tuan Al.. uangku sudah banyak.. aku mau anda beri suamiku libur selama 1 minggu biar dia bisa menyusulku kemari... kami nggak ada waktu buat bulan madu...!! "


"baiklah." jawab Al..


Luci beryes ria lalu izin dengan Bora dan Raja untuk kembali ke gedung seminarnya..


tadinya Luci menyumpah serapahi Al yang mengganggu acara seminarnya tapi sekarang malah memuji Al yang baik hati karna mengizinkan suaminya berlibur..


.


.

__ADS_1


__ADS_2