Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
Pesta pertunangan


__ADS_3

Saat Al dan Bora memasuki pesta, semua mata tertuju pada mereka. perut buncit Bora menjadi sasaran iri semua wanita karna hamil anak tuan Moland. Al sangatlah sexy..


"Tapi kenapa aku nggak pernah lihat Liona lagi ya..?? " gumam Bora keheranan..


Al tak menjawab, malah pura-pura tak tau..


"apa dia udah berubah...? hmmm....! bagus deh kalau memang udah berubah....!! " sambung Bora lagi..


"kamu bicara apa sih sayang...?? " tanya Al mengusap kepala Bora hingga para wanita menjerit histeris..


Bora tentu terkejut dan beralih melihat sekeliling ternyata semua orang tengah menatapnya dengan takjub ada juga yang menjerit karna Al mengusap kepala Bora..


"mereka kenapa...?? " tanya Bora kebingungan tak sadar dirinya jadi pusat perhatian karna tangan Al mengelus kepalanya


Bagi Bora bukan hal yang patut untuk di irikan, Al sering membelai kepalanya..


"entahlah...!! " jawab Al mengangkat bahunya tak peduli..


"ayo kita jalan ke mimbar pasangan yang bertunangan ..!! " ajak Al lagi menunjuk panggung..


"apa kamu mau kita adakan pesta lagi sayang..?? " tanya Al serius..


Bora menggeleng cepat kepalanya, Al mengulum senyum manisnya..


"kenapa begitu...?? " tanya Al dengan gemas..


"capek... lagian aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau....!! " jawab Bora dengan serius.


"benar sekali sayang. kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau.. katakan saja padaku...!! " kata Al lagi-lagi mengecup punggung tangan Bora..


Makin menjerit saja lah para wanita.


"ckk.... kenapa lagi sih...?? " gerutu Bora.


"entahlah...!! " jawab Al mengangkat bahunya tanda tak peduli..


Bora heran sendiri kenapa para wanita berteriak histeris melihatnya bersama Al, malah lebih besar suara jeritan mereka dari pada musik pesta kini.


setibanya Bora dan Al diatas panggung pertunangan Radika dan Sovi, mata sovi berbinar ke arah Bora..


"selamat atas pertunangan kalian ya.. saya harap lancar sampai hari pernikahan kalian..!" ucap Bora dengan senyum ramahnya. .


Radika takjub melihat ketampanan Al yang terlalu berlebihan menurutnya..


"selamat ya." ucap Al singkat menjabat tangan Radika..


"Bahkan tangan pria ini sangat halus...,!! " batin Radika kembali takjub..

__ADS_1


"Bora Aku fans beratmu...!! aku selalu menonton mu di youtube...!! semua vidiomu aku suka. " pekik tertahan Sovi dengan muka memerah..


Bora tersenyum manis,, "terimakasih."


"bolehkah kamu menyanyi untukku... aku anggap hadiah untuk pertunanganku. " pinta Sovi dengan berbinar.


Bora menoleh ke Al meminta persetujuan suaminya..


"haruskah...? " tanya Al dengan datar..


"tuan Moland saya mohon.. saya sangat mengidolakannya." pinta Sovi memelas..


"iya tuan.. kami akan sangat berterimakasih jika tuan Moland mau menuruti permintaan tunangan saya...!! " sambung Radika juga membela tunangannya..


Al menatap Radika dan Sovi dengan wajah datarnya,


lalu beralih ke Bora. Bora yang tipikalnya memang manja pun memeluk Al sebisanya..


"aku mau nyanyi.. udah lama nggak nyanyi di tempat keramaian Hubby... bagaimana kamu juga ikut bernyanyi bersamaku..? " manja Bora mendongak menatap Al..


Sovi menganga lebar, walaupun dia sering melihat Konten Youtube Bora bermesraan dengan Al tetap aja melihat langsung rasanya berbeda..


Radika menatap tunangannya dan menutupi mata Sovi tapi Sovi menurunkan tangan Radika yang menutupi pandangannya.


"aku kalah...!! " pasrah Al..


"dimana aku harus bernyanyi sayang...?? " tanya Bora dengan ramah ke Sovi..


Sovi yang dipanggil sayang berdebar tak karuan hingga Radika menggeleng kepalanya tunangannya memang fans berat Bora..


"di.. disana!! " jawab Sovi gugup.


Bora berjalan ke samping arah panggung musik acara pertunangan ini, musik langsung saja berhenti saat Al dan Bora mendekati mereka..


"saya mau bernyanyi tuan.. bisa putar lagu Pesan terakhir? " pinta Bora dengan serius..


"bisa nyonya...!! " jawab si pengatur musik..


"kenapa lagunya itu..?? " tanya Al malah tak suka..


"itu hanya sebuah lagu Hubby. ayo lah.. aku dikenal sebagai artis yang sangat profesional dalam musik melow... aku cocok dengan musik sedih...!! " bujuk Bora..


Al mendengus saja..


Semua mata tertuju pada Al dan Bora bahkan ada yang merekam Bora yang akan bernyanyi..


Musik di mulai aja semua tamu undangan Radika dan Sovi sudah hening. mereka larut dalam musik itu..

__ADS_1


Al dan Bora saling berpegangan tangan, Bora bernyanyi dengan penuh perasaan hingga para penonton meneteskan air matanya mendengar makna lagu itu. Bora seperti bisa menceritakan kisah hidupnya, padahal hidup Bora benar-benar bahagia saat ini..


Al hanya menatap istrinya yang tengah bernyanyi, tatapannya tak teralihkan bahkan air mata Al juga jatuh saat Bora bernyanyi. Pesan terakhir, lagu itu benar-benar menyayat hati bagi yang mengerti arti lagu itu..


musik selesai, semua orang bertepuk tangan meriah memuji Bora yang benar-benar pakai perasaan saat beryanyi..


"kenapa kamu nyanyi itu sayang...? aku takut...!! " Al memeluk Bora dengan erat seolah takut hal itu akan terjadi..


Bora terkekeh dan mengelus punggung Al dengan lembut, perutnya yang sudah membesar tak bisa lagi merapat memeluk sang suami..


"aku percaya nggak akan begitu sayang...!! lagian itu hanya lagu.. perasaan ku mengalir begitu saja aku menghayati makna lagu itu..!! " jelas Bora dengan senyum manisnya...


siapa yang tak akan heboh dengan kisah asmara Al dan Bora. Al sudah memiliki perusahaan nya sendiri di negara ini, tidak ada pilihan. dirinya sudah terekspos pastinya harus menjalankan perusahaannya yang sebelumnya ada di negara A..


"kamu nangis Hubby...?? " ledek Bora..


Al mendengus sebal hingga Bora gemas sendiri dan mencubit kedua pipi Al perlakuan itu malah membuat para wanita histeris, Bora spontan saja menoleh ke arah tamu undangan lalu melihat tangannya yang mencubit pipi Al..


"ya Ampun...!! mereka berlebihan sekali. " gerutu Bora menurunkan tangannya dari pipi Al..


Al tersenyum manis diwajah tampannya,, "ayo kita turun.. bukannya kamu mau makan puding..?? "


"aah.. iya.. hampir aja aku lupa..!! " Bora pun baru mengingat tujuannya ikut pesta ini..


sebelum turun dari panggung mereka izin dulu sama Radika dan Sovi. Sovi tentu yang paling kegirangan saat sang idola menyanyikan lagu khusus untuknya..


"kamu sangat senang darling...??" goda Radika..


"iya... aku sangat senang. !!" jawab Sovi begitu bersemangat sampai meneteskan air mata bahagianya.


"saat kita menikah undang idola ku lagi ya..? " pinta Sovi memelas..


Radika mengangguk tanda setuju..


Bora dan Al berjalan ke arah makanan yang tersedia, beberapa orang memotret Al dan Bora. Al sudah terbiasa dengan hal itu selama 7 bulan terakhir ini, Bora jangan ditanyakan lagi..


"kamu mau puding mana sayang...?? " tanya Al melihat jajaran puding di meja panjang yang disusun mewah dan elegan oleh pihak penyelenggara pesta..


"hmmm.. aku mau yang warna itu cantik banget...!! " tunjuk bora ke arah puding berwarna pink.


Al tentu mengambilnya, sementara Bora duduk seperti ratu saja. Al mendekati Bora dan berjongkok didepan Bora..


"kenapa dibawah...? duduk didepanku, Ambil kursi lain...!! " tunjuk Bora..


Al pun menuruti kemauan Bora dan tepat duduk didepan Bora, cara duduk Al yang melebarkan paha di depan Bora sementara Bora merapatkan pahanya terlihat begitu intim. siapa yang akan sanggup melihatnya..


.

__ADS_1


.


__ADS_2