
dengan gemetaran mereka pun berlari menjauhi Al yang mukanya kena tampar uang tunai merah karna lemparan Al tidak main kuatnya, yang terkena Blackcard juga merah tapi hanya sebelah..
Al berlari menyusul Raja yang entah udah ada dimana..
"Papa....!!" isak Raja sudah sesegukan..
mata Al juga sudah memerah, bahkan tak ingat apa-apa lagi sekarang pikirannya adalah anaknya juga keadaan Bora balas dendam nanti belakangan..
mereka berpelukan dengan air mata yang sudah berlinang..
"gimana kalau dedek bayinya kenapa-napa pa..? Raja baca artikel tentang ibu hamil katanya kalau berdarah itu dedeknya bisa meninggal.. hiks... hiks... baru aja kita bahagia pulang dari paris.. kenapa jadi begini pa...?? " isak tangis Raja..
"ssssttt.....!! mama dan dedek bayi nya bakal baik-baik aja.. kita percayakan sama dokternya ya..? semoga Tuhan selalu bersama kita dengan menjaga dedek Raja supaya baik-baik aja.. !!" bujuk Al..
walaupun Al bisa membujuk Raja tapi dirinya juga lebih takut dibanding Raja..
.
.
Kini Raja berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan..
Al sudah mondar-mandir tidak karuan, tak lama kemudian Hp Al bergetar dan ia segera mengangkatnya..
"halo...?? "
"halo tuan.. ini saya Lila.. dimana Bora tuan..? kami di rumah kalian bersama orangtua Bora..!! "
Al memijit pelipisnya saat ini,, "kami di rumah sakit.! "
"A..aapaa....?? bagaimana bisa Tuan...?? " tanya Lila menjerit kaget..
Al makin pusing saat suara mereka bertanya ini dan itu padanya..
"Maaf Ma.. Pa.. Al lagi lemas.. Al mau mama sama papa ke rumah sakit Muara. kami di ruang UGD... !!" jawab Al putus asa..
.
.
kini Ghani dan Clara (orangtua angkat Bora) beserta Kara, Lila berlari dengan wajah panik ke ruang UGD yang di beritau Al..
"Al...?? " sapa Clara dengan derai air matanya..
__ADS_1
"Ma...?? hiks.. hiks... bagaimana ini ma..? bora didalam Ma.. Al takut anak kami kenapa-napa..? " air mata Al tak bisa dibendung lagi..
Clara menangis sampai terduduk di kursi tunggu..
Lila juga begitu khawatir. Kara juga gelisah tidak karuan mendekati Raja yang tengah berdiri dipintu ruang pemeriksaan..
"kita berdoa demi kebaikan Laura dan anaknya ya...? sekarang tenangkan dirimu.. papa juga khawatir tapi pikiran mu harus dingin jangan seperti ini...!! " tegas ghani..
"Al nggak bisa diam pa.. pikiran Al sedang kalap saat ini...!! " jelas Al menjambak frustasi rambutnya sendiri..
1 jam lebih lamanya dokter menangani Bora di dalam, tapi belum ada tanda-tanda dokter keluar dari ruang UGD.
saat dokter keluar, mereka langsung mengkerumuni Dokter itu dengan raut wajah yang begitu khawatir..
"pendarahannya sudah berhasil kami hentikan. beruntung tuan dengan cepat membawa nona kemari kalau tidak bukan hanya anak tuan dalam bahaya, nona bora bisa dalam bahaya. tapi kami harus tetap melakukan pemeriksaan khusus, perkiraan kami anak yang dikandung nona bora sangat lemah. !!" dokter langsung menjelaskan tanpa menunggu mereka bertanya.
Al terduduk di lantai saat ini, Raja menangis memeluk papanya..
Lila dan Kara juga tak kuat melihat Al yang terlihat tak berdaya, belum lagi Bora masih tak jelas keadaannya..
"lalu bagaimana keadaan anak saya dok..? " tanya Clara yang sudah berlinang air mata..
"..?"
"kenapa nggak jawab dokter..? kenapa anak saya...?? " tanya Ghani makin khawatir..
"nona Bora tadi sempat Kritis tuan.. saya tidak bisa menebak kapan dia akan terbangun.. kami harus memindahkannya ke ruangan yang lebih baik.. setelah itu kalian boleh menemuinya dan mengajaknya berbicara...!! "
Raja makin histeris saja memeluk Al..
"apa maksud anda dokter..?? " tanya Clara tak mengerti..
"saat ini Nona Bora dan anaknya sedang bertarung antara hidup dan mati.. kandungan nona Bora sudah baik-baik saja walaupun masih lemah.. tapi saya merasa tergantung dengan kondisi ibunya.. tekanan besar menimpanya, hingga drop seperti sekarang.. saya harap kalian cepat menyelesaikan masalahnya.. ,!"
Dokter itu segera minta izin untuk memindahkan Bora. Clara dan Ghani yang membalas perkataan dokternya sementara Al masih terduduk dilantai dingin itu kini dengan Raja yang terus menangis sambil memeluknya dengan erat..
sebenarnya ghani dan clara penasaran dengan sosok Raja tapi situasi tak memungkinkan untuk bertanya..
"tuan.. bora mau di pindahkan...!! " Lila berbicara dengan nada cukup kuat.
Al tersadar saat ada brankar keluar dari ruang UGD.
betapa sakitnya hati Al melihat kondisi Bora saat ini selang infus, hidung bora yang tertutup dengan alat bantu rumah sakit..
__ADS_1
"Sayang.. ini Aku sayang.. kenapa begini..? sadar sayang.. !!" isak tangis Al yang terdengar putus asa..
Clara dan ghani juga berbicara pada Bora, lila dan Kara memegang Raja yang menangis..
"ya Tuhan. kenapa Bora bisa begini...?? " gumam Kara menghapus air matanya yang kembali menetes..
"jangan menangis lagi.. ayo kita susul mama Raja...!! " ajak Lila mengelus kepala Raja..
"kaki Raja nggak kuat berjalan bu .!! " sesegukan Raja..
Lila pun segera menggendong Raja, Raja kini ada di punggung Lila, mereka pun akhirnya bisa menyusul bora yang dibawa ke ruangan VVIP. Al yang minta Bora di antarkan ke ruangan super elit itu..
.
.
kini orang terdekat Bora duduk di sofa dengan isak tangis mereka mengingat apa yang menimpa bora. raja bahkan sampai tertidur di sofa lain karna saking lelahnya menangis..
"kasihan Raja.. dia sangat menginginkan adik...!! " gumam Kara dengan pelan..
"dari mana kamu tau Kara...? " tanya Lila..
"Bora sering cerita Kak..!! " jawab Kara sambil menyelimuti tubuh Raja..
"aku tidak tau siapa yang harus dikasihani saat ini...!!" gumam Lila menghela nafas berat.
"emang kenapa kak..? " tanya Kara..
"Bora yang namanya sudah tercemar jadi satu-satunya orang yang dihujat masyarakat di negara kita. semua yang mengontrak iklan dengan Bora sudah batal. mereka membatalkan semuanya.. karir Bora sudah hancur, kita dipecat, Bora yang sedang hamil malah begini, tuan Al terlihat begitu menderita dan Raja seperti anak terlantar.. huuuff....!! "
"iya Kak.. aku tidak peduli lagi pekerjaan sialan itu.. aku hanya mau bora dan anaknya cepat sadar.. lagian tuan Al pasti bisa membahagiakan Bora tanpa harus memikirkan uang...!! "
"huuffft... kita harus mencari pekerjaan lain.. kakak juga sudah lelah menjadi manager artis yang sangat sibuk dan tak punya waktu untuk keluarga kakak...!! terlebih lagi sudah waktunya Bora bahagia...!! " gumam Lila terdengar lirih..
"kasihan tuan Al... dia terlihat menyedihkan...!! " iba Kara melihat Al yang sedang putus asa menggenggam tangan Bora..
"kita semua menyedihkan...!! " sahut ghani dengan nada putus asa juga..
mereka saling pandang dan kompak menghela nafas berat..
"tapi siapa yang menyebarkan vidio itu sampai tersebar luas di negara ini..?? " sungut Clara dengan nada geram..
mereka terbelalak, baru sadar situasi ini terjadi karna si penyebar vidio itu hingga Viral..
__ADS_1
.
.